Berita

Forum Warga Negara menggelar diskusi publik dengan tema “Indonesiaku: Apa Kata Dunia!” di Jakarta. (Foto: Dokumentasi Forum Warga Negara)

Politik

Diskusi soal Dinamika Demokrasi dalam Negeri

Forum Warga Negara: Jangan Lewatkan Momentum Berbenah RI

JUMAT, 05 SEPTEMBER 2025 | 22:08 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Forum Warga Negara untuk kedua kalinya menyelenggarakan diskusi publik dengan tema “Indonesiaku: Apa Kata Dunia!” di Jakarta pada Kamis sore, 4 September 2025.

Narasumber yang hadir secara luring ialah dosen Departemen Ilmu Hubungan Internasional Universitas Indonesia, Shofwan Al Banna Choiruzzad. Sementara narasumber daring adalah dosen senior di School of Population Health, Fakultas Kedokteran, UNSW Sydney,  Anthony Paulo Sunjayaserta sejumlah diaspora lainnya. Diskusi dipandu Komisioner Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2007–2011, Chandra Marta Hamzah. 

Anthony mengaku prihatin melihat kondisi Tanah Air. Ia menekankan pentingnya mengambil langkah-langkah cepat guna menjawab ketidakpuasan masyarakat, baik di dalam maupun luar negeri, terhadap kualitas pejabat pemerintah dalam menjalankan tugasnya mengurus negara.


Anthony dkk mendesak, antara lain, bentuk tim pencari fakta independen untuk menginvestigasi pelanggaran dan pelanggar hak asasi manusia yang terjadi di lapangan. Tindak tegas yang bersalah. Jauhi pendekatan militerisasi berikut intervensi yang terlalu dalam/jauh aparaturnya dalam menangani keamanan, apalagi sampai ke arah darurat sipil. 

“Di atas itu semua, yang jauh lebih penting adalah, reaksinya jangan hanya bersifat reaktif, tapi harus substansial, menyentuh akar masalah,” kata Anthony dikutip Jumat 5 September 2025.

Kebanyakan diaspora menyampaikan frustasi karena momentum yang seharusnya bagus sekali diambil oleh pengurus negara untuk berbenah, tak kunjung diambil. 

Di Canberra, Australia, muncul gerakan “Canberra Bergerak”. Juga di Jepang dan lain-lain. Keprihatinan tinggi ditujukan pada semakin tertutupnya ruang demokrasi. Demokrasi yang berjalan saat ini semata dari elite untuk elite.

“Masak rakyat harus ada yang mati terlebih dulu agar didengar? Maka, teruslah berisik agar didengar!” seru mahasiswi S3 Australian National University, Avina Nadhila.

Sementara Shofwan Al Banna Choiruzzad menjelaskan, peristiwa-peristiwa yang terjadi di dalam negeri tidak terlepas dari dinamika luar negeri. Saling mempengaruhi. Peristiwa domestik ditangkap oleh, dan mempengaruhi, dunia internasional. 

“Pelemahan institusi menyebabkan disfungsi mekanisme demokrasi. Disfungsi mekanisme demokrasi membuat suara rakyat jadi tidak lagi relevan. Alhasil, setiap muncul kekecewaan atau ketidakpuasan rakyat, alih-alih tidak punya kecakapan menanggapi, eh, malah dijogetin,” kata Shofwan.




Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

UPDATE

Setelah 19 Kapolda Berganti, Apa yang Berubah bagi Masyarakat?

Selasa, 06 Oktober 2026 | 06:19

King Indo Sah Jadi Raja ASEAN Usai Geprek Thailand 4-2

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:54

Jika Gugatan Denny Indrayana Cs Diterima MK Tak Otomatis Gibran Lengser

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:33

Ada Beking Politik, Suyudi Pede Gusur Puluhan Pati-Pamen Loyalis Listyo

Selasa, 06 Oktober 2026 | 05:09

Jaksinema Bakal Jadi Mesin Baru Ekonomi Jakarta

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:55

Bonus Timnas Indonesia Diatur Ketum PSSI

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:38

Nasib Gibran di Tangan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 04:19

Tak Mudah Pecat Gibran Meski Gugatan Denny Indrayana Cs Dikabulkan MK

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:28

Festival Indonesia 2026 Perkuat Diplomasi Budaya Jakarta-Seoul

Selasa, 06 Oktober 2026 | 03:03

Jakarta Butuh Regulasi Parkir Valet

Selasa, 06 Oktober 2026 | 02:23

Selengkapnya