Berita

Ilustrasi (Foto: Artificial Intelligence)

Bisnis

Pasar Cermati Data Tenaga Kerja, Dolar AS Tergelincir

KAMIS, 04 SEPTEMBER 2025 | 08:15 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kurs Dolar AS di pasar uang New York  melemah setelah data tenaga kerja terbaru menunjukkan pelemahan pasar kerja AS. 

Departemen Tenaga Kerja AS melaporkan jumlah lowongan kerja (JOLTS) sepanjang Juli turun menjadi 7,181 juta, lebih rendah dari perkiraan 7,378 juta. Pelemahan ini menambah serangkaian data ketenagakerjaan yang dinilai konsisten dengan berkurangnya permintaan tenaga kerja. 

Indeks Dolar (DXY), yang mengukur kinerja greenback terhadap sekeranjang enam mata uang utama, melemah 0,24 persen menjadi 98,165. 


Pasca data tersebut dirilis, Dolar AS menghapus penguatan awalnya dan turun 0,2 persen terhadap  Yen Jepang menjadi 148,09 Yen.

Sementara itu, Euro menguat naik 0,14 persen menjadi 1,1658 Dolar AS, namun melemah 0,15 persen terhadap Pound menjadi 0,8675.

Poundsterling juga menguat 0,38 persen ke posisi 1,3442 Dolar AS setelah imbal hasil obligasi pemerintah Inggris (gilt) tenor 30 tahun melonjak ke level tertinggi sejak 1998.

Di Asia, pasar juga mencermati perkembangan politik Jepang. Imbal hasil obligasi pemerintah Jepang tenor 30 tahun mencapai rekor tertinggi, memberi tekanan tambahan pada Yen. Sementara itu, Sekjen Partai Demokrat Liberal (LDP) Hiroshi Moriyama--orang dekat Perdana Menteri Shigeru Ishiba--mengumumkan niatnya untuk mengundurkan diri.

Para investor mencermati serangkaian indikator ekonomi minggu ini, termasuk publikasi laporan penting penggajian nonpertanian AS untuk bulan Agustus pada Jumat pekan ini. 

Data tersebut, beserta survei lowongan kerja dan indikator perekrutan sektor swasta, akan menjadi salah satu data terakhir yang tersedia bagi para pejabat Federal Reserve sebelum pertemuan kebijakan mendatang mereka pada 16-17 September.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Sandy Rio Kuahaty Nakhodai GAMKI Jakut 2026-2029

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:26

Bawaslu Dorong Transformasi Digital dari Administrasi ke Pengawasan Berbasis Risiko

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:23

Kementerian HAM Perluas Akses Pendidikan Tak Hanya untuk ASN

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:14

Reformasi Kelistrikan Penting untuk Capai Ekonomi 8 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 18:01

Menkop Kukuhkan Yudi Azis sebagai Rektor IKOPIN Periode 2026–2031

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:44

Bahas Keamanan hingga Lapangan Kerja

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:42

Meracik Horor Komedi di Film Ghosthing, Ini Pandangan Peter Surya Wijaya

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:41

Tanggapi Survei Celios, Gibran Janji Kerja Lebih Baik

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:35

Mantan Pj Gubernur Sulsel Bantah Cawe-cawe Pengadaan Bibit Nanas

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:31

APBD DKI 2027 Diusulkan Rp82,89 Triliun, Naik 4,18 Persen

Selasa, 13 Oktober 2026 | 17:20

Selengkapnya