Berita

Muktamar XIV Ikatan Pelajar Al Washliyah di di Syahida Inn, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta. (Foto: Dokumentasi Al Washliyah)

Politik

Washliyah Dituntut Lahirkan Generasi Unggul dan Berkarakter

RABU, 03 SEPTEMBER 2025 | 17:47 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Penting soliditas pelajar Washliyah dalam menjaga marwah organisasi sekaligus melahirkan generasi penerus bangsa yang unggul, berkarakter, dan berdaya saing.

Demikian dikatakan Ketua Umum PB Al Washliyah, KH Masyhuril Khamis saat membuka Muktamar XIV Ikatan Pelajar Al Washliyah di di Syahida Inn, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Rabu 3 September 2025.

"Soliditas ini sangat penting dalam mencetak generasi penerus," kata Kiai Masyhuril.


Sejumlah tokoh tampak hadir dalam muktamar yang diramaikan 500 pelajar dan kader Washliyah dari berbagai provinsi di Indonesia.

Ketua DPD RI Sultan B Najamuddin mengapresiasi kiprah pelajar Washliyah yang konsisten mencetak kader bangsa yang religius, nasionalis, dan progresif. 

Sementara perwakilan Menpora, Prof. Dr. Asrorun Niam Sholeh, menegaskan pentingnya pelajar Washliyah sebagai motor perubahan dan kepemimpinan masa depan.

Sedangkan Ketua Umum PP IPA, Afri Yandi Putra menegaskan bahwa Muktamar XIV ini adalah momentum untuk memperkuat konsolidasi organisasi, merumuskan strategi lima tahun ke depan, sekaligus menunjukkan eksistensi pelajar Washliyah di kancah nasional," kata Afri.

“Dari Washliyah untuk bangsa, kita ingin lahirkan pemimpin muda yang kreatif, progresif, dan berorientasi pada keberlanjutan,” kata Afri.

Muktamar XIV IPA akan berlangsung pada 2–4 September 2025 dengan agenda utama pemilihan ketua umum baru, sidang-sidang komisi, serta perumusan program strategis organisasi periode 2025–2028.

Sejumlah perwakilan organisasi turut hadir, di antaranya 
Pelajar Islam Indonesia (PII), Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU), Ikatan Pelajar Putri Nahdlatul Ulama (IPPNU), Ikatan Pelajar Muhammadiyah (IPM), Serikat Pelajar Muslimin Indonesia (SEPMI-Syarikat Islam), dan Ikatan Pelajar Putri Persatuan Islam (IPP PERSIS).




Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Arahan Tugas

Sabtu, 03 Januari 2026 | 11:54

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

MAKI Heran KPK Tak Kunjung Tahan Tersangka Korupsi CSR BI

Selasa, 13 Januari 2026 | 20:11

Keadilan pada Demokrasi yang Direnggut

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:54

Program MBG Tetap Harus Diperketat Meski Kasus Keracunan Menurun

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:51

Oegroseno: Polisi Tidak Bisa Nyatakan Ijazah Jokowi Asli atau Palsu

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:48

Ketum PBMI Ngadep Menpora Persiapkan SEA Games Malaysia

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

Sekolah Rakyat Simbol Keadilan Sosial

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:41

110 Siswa Lemhannas Siap Digembleng Selama Lima Bulan

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:30

PBNU Bantah Terima Aliran Uang Korupsi Kuota Haji

Selasa, 13 Januari 2026 | 19:08

Demokrat Tidak Ambil Pusing Sikap PDIP Tolak Pilkada Via DPRD

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:57

Amankan BBE-Uang, Ini 2 Kantor DJP yang Digeledah KPK

Selasa, 13 Januari 2026 | 18:40

Selengkapnya