Berita

Wamenkomdigi Nezar Patria (tengah). (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Wamenkomdigi:

Penonaktifan Live TikTok Bukan Permintaan Pemerintah

SELASA, 02 SEPTEMBER 2025 | 15:20 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) membantah bahwa kebijakan penonaktifan fitur live report di platform TikTok adalah instruksi dari pemerintah. 

Wamenkomdigi Nezar Patria mengatakan, penonaktifan live TikTok merupakan langkah sukarela yang diambil oleh pihak TikTok.

Menurutnya, TikTok menemukan banyak konten negatif yang muncul selama eskalasi peristiwa kerusuhan yang terjadi belakangan ini. Konten-konten tersebut dinilai melanggar community guidelines yang berlaku di platform tersebut.


“Karena itu mereka memutuskan menutup sementara fitur live report,” kata Nezar kepada wartawan di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa 2 September 2025.

Nezar menyatakan, pemerintah akan terus berkolaborasi dengan platform digital untuk menjaga ruang digital yang aman dan sehat bagi masyarakat. 

Ia juga menyebut bahwa langkah TikTok dilakukan secara transparan dengan terlebih dahulu mengumumkan alasan penutupan fitur tersebut kepada publik.

“Kita berharap situasi akan semakin baik, aman bagi semuanya, sehingga aktivitas di ruang digital bisa berjalan kembali normal,” pungkas Nezar.

Sebelumnya, terhitung sejak Sabtu malam, 30 Agustus 2025, pengguna TikTok di Indonesia mendapati fitur siaran langsung (live) tiba-tiba menghilang dari aplikasi.

TikTok membenarkan bahwa fitur live memang dinonaktifkan sementara di tengah gelombang protes yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia.



Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Silfester Matutina Diduga Masuk List Saksi Sidang Ijazah Jokowi

Minggu, 25 Oktober 2026 | 04:00

Ketua KPK Bakal Babak Belur Gara-gara Nusron

Senin, 26 Oktober 2026 | 13:02

Hak Angket Ijazah Gibran Sudah Masuk Angin

Senin, 26 Oktober 2026 | 10:04

UPDATE

Korporasi Biang Kerok Karhutla Harus Dihukum Maksimal

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:32

Partisipasi Industri Lokal Menguat, 101 Calon Mitra PSEL Denera Lolos Seleksi

Jumat, 30 Oktober 2026 | 10:31

IHSG Rontok 1,29 Persen, Rupiah Cerah ke Rp18.112 per Dolar AS

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:27

Bahlil Curiga Singapura Jual Lagi Pasokan Gas RI ke Luar Negeri

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:12

Harga Emas Antam Turun Lagi, Beli Sekarang?

Jumat, 30 Oktober 2026 | 09:01

Andrea Bocelli Harus Cabut Dukungan ke Israel jika Ingin Konser di Indonesia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:43

Pemerintah Jangan Tutup Mata atas Nasib PMI di Malaysia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:25

Indonesia dan Singapura Harus Kompak Bongkar Jejak Korporasi Karhutla

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:14

Kopdes Jangan Malah Jadi Pesaing UMKM

Jumat, 30 Oktober 2026 | 08:05

Jakarta Tak Kalah dari Singapura Gelar Konser Dunia

Jumat, 30 Oktober 2026 | 07:40

Selengkapnya