Berita

Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri. (Foto: YouTube CSIS)

Politik

Akar Demonstrasi Terjadi karena Beban Ekonomi Masyarakat Meningkat

SELASA, 02 SEPTEMBER 2025 | 13:44 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Aksi demonstrasi yang merebak sejak pekan lalu dinilai sebagai refleksi dari makin beratnya beban ekonomi yang ditanggung masyarakat.

Direktur Eksekutif Center for Strategic and International Studies (CSIS), Yose Rizal Damuri menilai, kondisi ini terjadi karena ketidakmampuan kebijakan pemerintah dalam menjawab persoalan fundamental rakyat.

"Dari sisi sosial ekonomi dan kesejahteraan masyarakat kita melihat bagaimana makin besarnya beban perekonomian yang semakin terus-menerus meningkat sementara kemampuan ekonomi masyarakat kita lihat juga semakin melemah kata Yose dalam media briefing secara virtual pada Selasa, 2 September 2025.


Ia menyoroti program populer yang dijalankan pemerintahan Presiden Prabowo, seperti Makan Bergizi Gratis (MBG), yang belum menunjukkan dampak signifikan bagi perekonomian rakyat.

"(MBG) itu belum terlihat dapat menggerakan perekonomian masyarakat secara lebih merata. Padahal berbagai program-program tersebut sudah mengalihkan sumber daya negara dari berbagai pos-pos yang lainnya," jelasnya.

Di sisi lain, menurut Yose terdapat gap yang semakin besar antara proses politik formal yang tidak mampu menampung aspirasi masyarakat.

"Proses politik yang ada saat ini tidak mampu menangkap aspirasi tersebut Dan membawanya menuju kepada diskurs dan kebijakan yang lebih tepat Jadi ada gap yang semakin hari semakin melebat,"sambungnya.

Selain itu, respons elite politik dan pemerintah yang mencoba meredam situasi juga dinilai belum menyentuh akar persoalan. Bahkan, muncul narasi bahwa kondisi saat ini dipengaruhi unsur asing yang tidak ingin Indonesia berjaya.

"Menurut saya narasi seperti ini cenderung tidak produktif karena membuat kita teralihkan dari berbagai persoalan-persoalan mendasar yang seharusnya kita hadapi bersama-sama,"tegasnya.

Lebih jauh, Yose menekankan perlunya strategi komprehensif, baik jangka pendek maupun jangka panjang, untuk menata ulang kebijakan ekonomi, kesejahteraan, serta memperbaiki sistem politik.

"Ada kecenderungan situasi saat ini dilihat sebagai situasi politikal keos belaka yang memerlukan penanganan cepat dan bahkan juga mungkin bertendensi untuk menggunakan kekuatan. Tetapi belum kelihatan adanya pengakuan bahwa kondisi kesejahteraan dan ekonomi Indonesia sedang tidak baik-baik saja," jelasnya.

Menurutnya, pemerintah juga belum terlihat untuk menyelesaikan berbagai permasalahan tersebut.

"Tanpa adanya tindakan solutif yang komprehensif untuk jangka pendek maupun jangka panjang, kita akan terjebak di dalam situasi yang lebih buruk lagi dan berisiko untuk mengulangi berbagai hal-hal yang terjadi belakangan ini di kemudian hari," tandasnya. 

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya