Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Facebook Prabowo Subianto)

Politik

UI Sarankan Presiden Prabowo Restrukturisasi Kabinet

SENIN, 01 SEPTEMBER 2025 | 17:53 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Universitas Indonesia (UI) menyampaikan saran perbaikan untuk pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, merespons dinamika unjuk rasa yang berujung aksi anarkis.

Guru Besar UI sekaligus Koordinator Aliansi Akademisi Peduli Indonesia, Prof. Sulistyowati Irianto menjelaskan, kondisi yang muncul belakangan ini disebabkan jurang yang lebar antara para elite penyelenggara negara dan rakyatnya.

"Dalam negara hukum, penyelenggara negara harus tunduk pada hukum. Namun yang terjadi adalah para elite justru semakin memperkuat kekuasaan dengan mengubah hukum, merumuskan berbagai kebijakan, dan alokasi anggaran serta realokasi anggaran negara untuk kepentingan kekuasaan," ujar Sulis dalam jumpa pers virtual, Senin 1 September 2025.


Sulis memandang, sejumlah kebijakan yang dibuat pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) tampak tidak mengacu pada dasar ilmiah dan data yang berbasis bukti kuat, serta juga tidak mengakomodasi realitas, pengalaman, dan kebutuhan rakyat.

Padahal, menurut Sulis, terdapat tiga prinsip negara hukum yang seharusnya tidak melemah, yakni prinsip partisipasi publik dalam negara demokrasi; prinsip moral, keadilan, hak asasi manusia, dan keadilan ekologis dalam substansi berbagai instrumen hukum dan kebijakan; serta melemahnya mekanisme kontrol ketika lembaga pengadilan gagal mempertahankan independensinya. 

"Ketiga pilar negara hukum itu dimaksudkan sebagai payung agar warganegara dapat dilindungi dari kesewenang-wenangan penyelenggara negara," kata Sulis.

Akibatnya, Sulis mendapati penghidupan ekonomi rakyat sangat memprihatinkan karena kemiskinan meningkat tajam, daya beli menurun, pemutusan hubungan kerja meluas, industri tutup karena investor berhenti atau tidak mampu menanggung beban produksi, hingga  mahalnya pendidikan.

"Kondisi seperti ini membuat rakyat mulai kehilangan trust, kehilangan harapan dan marah. Tidak terelakkan jika keadaan seperti ini melahirkan 
protes dan amok. Bukan mustahil akan terjadi chaos," kata Sulis.

Oleh karena itu, Sulis menyampaikan saran kepada Presiden Prabowo untuk dapat dilakukan dalam kerangka kinerja pemerintahan ke depan bersama DPR, agar pembangunan nasional tidak melulu memprioritaskan yang sifatnya ekstraktif, atau menguras sumberdaya alam tanpa batas dan hanya memperkaya sekelompok orang saja.

"Berdasarkan kondisi bangsa di atas, dengan ini kami mendesak pemerintah untuk memulihkan keadaan dengan merestukturisasi kabinet dan pejabat lembaga pemerintahan agar ramping, efisien, dan tidak memberatkan keuangan negara," kata Sulis.

"Termasuk meninjau kembali pengangkatan para pejabat negara yang tidak didasarkan pada kompetensi, profesionalisme, dan integritas tinggi, demi memperkuat dan memperluas kekuasaan semata," sambungnya.



Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Baru 10 Jam, Tulisan SBY Soal Politik Liar Tembus 9 Juta Tayangan di X

Rabu, 04 November 2026 | 20:21

Menag Dorong PTKIN Jadi Pelopor Hilirisasi dan Inovasi Teknologi

Rabu, 04 November 2026 | 20:19

Polri Harus Jaga Integritas dan Kepercayaan Publik di Kasus Listyo Sigit

Rabu, 04 November 2026 | 20:17

Aturan Penyadapan Ilegal di Indonesia, Ini Ancaman Hukuman bagi Pelaku

Rabu, 04 November 2026 | 20:11

Ketum KNPI Minta Penegak Hukum Serius Usut Dugaan Penyadapan Presiden

Rabu, 04 November 2026 | 20:07

Tanggapan Allianz Setelah Digugat Rp5,2 Miliar di PN Jaksel

Rabu, 04 November 2026 | 20:02

Jorindo Indonesia Gandeng Mubarak Dubai Jalin Kerja Sama Operasi Salvage

Rabu, 04 November 2026 | 19:57

4 Kasus Penyadapan Presiden Indonesia, dari Habibie hingga Prabowo

Rabu, 04 November 2026 | 19:52

BRI Kukuhkan 35 Penerima Beasiswa BRI Fellowship Journalism 2026

Rabu, 04 November 2026 | 19:49

Kasus Intimidasi Meningkat, Dewan Pers Tegaskan Komitmen Lindungi Wartawan

Rabu, 04 November 2026 | 19:48

Selengkapnya