Berita

Aktivitas pelabuhan. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Neraca Dagang RI Surplus 63 Bulan Beruntun

Nilainya Tembus Rp68 Triliun
SENIN, 01 SEPTEMBER 2025 | 17:37 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Neraca perdagangan Indonesia kembali mencatatkan surplus pada Juli 2025. 

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan surplus sebesar 4,17 miliar dolar AS (Rp68 triliun), naik sedikit dibandingkan bulan sebelumnya yang mencapai 4,10 miliar dolar AS.

"Neraca perdagangan telah mencatatkan surplus selama 63 bulan berturut-turut sejak Mei 2020," kata Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Pudji Ismartini dalam konferensi pers virtual pada Senin 1 September 2025.


Surplus tersebut ditopang kinerja ekspor yang mencapai 24,75 miliar dolar AS. Angka tersebut lebih tinggi dari impor senilai 20,57 miliar dolar AS.

Dalam periode ini, ekspor Indonesia tercatat naik 9,86 persen dibanding tahun lalu, yang terutama disumbang oleh sektor nonmigas dengan kenaikan 12,83 persen menjadi 23,81 miliar dolar AS.

"Peningkatan nilai ekspor mengalami kenaikan terutama didorong oleh ekspor non migas yaitu komoditas lemak dan minyak hewan atau nabati (HS 15) yang naik 82,72 persen dengan andil 7,08 persen," kata Pudji.

Sementara itu, ekspor migas tercatat merosot 34,13 persen, menjadi 940 juta dolar AS.

Adapun impor Indonesia pada Juli 2025 tercatat mengalami penurunan sebesar 5,86 persen secara tahunan (yoy) menjadi 20,57 miliar dolar AS. 

Penurunan tersebut terjadi karena nilai impor migas turun 29,36 persen menjadi 2,51 miliar dolar AS, disusul impor nonmigas yang ikut turun 1,29 persen menjadi 18,06 miliar Dolar AS.

"Penurunan nilai impor secara tahunan didorong oleh penurunan impor migas dengan andil penurunan sebesar 4,78 persen," katanya.



Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya