Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto di Bursa Efek Indonesia. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Politik

Disiapkan Strategi Khusus Demi Dongkrak Pertumbuhan Ekonomi 5 Persen

SENIN, 01 SEPTEMBER 2025 | 15:58 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan pemerintah optimis dalam mencapai target pertumbuhan ekonomi 5 persen hingga 5,2 persen.

Ia merinci sejumlah strategi telah disiapkan di antaranya dengan mendorong kenaikan investasi, penguatan sektor industri, hingga menjaga konsumsi domestik.

"Pemerintah terus menyiapkan strategi ke depan, di mana semester ke-2 ini kenaikan investasi diharapkan bisa mencapai di atas Rp900 triliun," kata Airlangga di Main Hal Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta pada Senin 1 September 2025.


Selain itu, pemerintah juga menargetkan kenaikan impor barang modal 32,5 persen, capex BUMN dan belanja modal pemerintah yang akan digencarkan pada semester ini.

"Tentu ada beberapa stimulus yang akan didorong juga di semester II. Realisasi belanja diharapkan di semester II ini bisa mencapai 25 persen atau angkanya Rp694 triliun. Dan harapannya ini juga menjadi salah satu pendorong pertumbuhan," terangnya.

Pemerintah juga menyiapkan sejumlah stimulus untuk mendorong daya beli masyarakat, seperti kredit investasi padat karya untuk revitalisasi mesin produksi di sektor tekstil, furnitur, dan makanan-minuman. 

Selain itu, program prioritas perumahan melalui peningkatan fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) dari 220 ribu menjadi 350 ribu rumah, insentif PPN ditanggung pemerintah hingga 100 persen, serta bantuan stimulan perumahan swadaya untuk 41 ribu rumah, serta Program Perumahan BPJS Naker untuk buruh.

Pemerintah juga menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus perumahan yang ditargetkan dapat mendorong pembangunan sekitar 450 ribu rumah dengan nilai Rp130 triliun. 

Ada pula stimulus sektor pariwisata khususnya melalui event nasional dan bundling paket wisata pada libur Nataru 2025-2026, serta diskon transportasi untuk kereta api, kapal laut, dan tarif tol menjelang akhir tahun.

Tak hanya itu, pemerintah, kata Airlangga juga akan melakukan akselerasi program makan bergizi gratis dengan target 17 ribu SPPG dan 51 juta penerima di September 2025, dan naik menjadi 25 ribu SPPG dan 75 juta penerima di November 2025.

"Nah seluruh program ini dilancarkan untuk mengerjakan perekonomian di masyarakat atau di rakyat, secara langsung sambil menjaga konsumsi domestik," pungkasnya.



Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Iran Tak Terima Dituding Langgar Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:21

Riak Penolakan Jokowi di Lampung, Baliho Sambutan Raib

Sabtu, 27 Juni 2026 | 10:01

Ramai di Medsos, Purbaya Respons Pajak Pencairan JHT BPJS Ketenagakerjaan

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:59

Ajukan Kasasi, Kerry Riza Anggap Putusan PT DKI Janggal

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:46

Harga Minyak Anjlok ke Level 71 Dolar AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:39

bank bjb Perluas Kolaborasi dengan Whuush Ojol, Kadin Jabar dan MUJ

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:38

AS Serang Target Militer Iran, Balas Serangan Drone terhadap Kapal Kargo di Selat Hormuz

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:21

Emas Antam Naik Usai Mandek Dua Hari Beruntun

Sabtu, 27 Juni 2026 | 09:09

Trump Sebut Iran Lakukan Pelanggaran Bodoh Terkait Pelanggaran Gencatan Senjata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:51

Emas Rebound 1,3 Persen usai Data Inflasi AS

Sabtu, 27 Juni 2026 | 08:33

Selengkapnya