Berita

Utusan Khusus PBB untuk Yaman Hans Grundberg (Foto: AFP)

Dunia

Houthi Serbu Markas PBB Setelah Serangan Israel

SENIN, 01 SEPTEMBER 2025 | 08:27 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Kelompok pemberontak Houthi yang didukung Iran menyerbu markas besar badan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di Sanaa, ibu kota Yaman, pada Minggu, 31 Agustus 2025 waktu setempat.

Juru bicara Program Pangan Dunia (WFP) mengatakan pasukan keamanan setempat memasuki kantor WFP pada Minggu pagi dan menahan seorang staf. 

“Seorang staf WFP ditahan,” ujarnya kepada CNN, menambahkan bahwa ada laporan penahanan di beberapa lokasi lain juga.


Belum jelas apakah penyerbuan ini terkait dengan serangan Israel sebelumnya. Namun, Houthi memang dikenal kerap menargetkan PBB dan organisasi internasional lainnya. 

Menteri Informasi Yaman, Moammar al-Eryani, mengecam keras tindakan Houthi. Ia menyebut laporan yang menunjukkan bahwa kelompok tersebut juga menculik penjaga gedung UNICEF di Sanaa.

Seorang juru bicara UNICEF hanya mengatakan ada “situasi yang sedang berlangsung di Sanaa” tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

Utusan PBB untuk Yaman, Hans Grundberg, mengecam peristiwa tersebut.

“Saya mengutuk keras gelombang baru penahanan sewenang-wenang terhadap personel PBB hari ini di Sanaa dan Hodeida serta pemaksaan masuk ke kompleks PBB dan penyitaan properti PBB," ujarnya.

Situasi memanas setelah Israel melancarkan serangan udara pada Kamis lalu yang menewaskan Ahmed al-Rahawi, Perdana Menteri pemerintahan Houthi. Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, menyebut serangan itu “baru permulaan” dan bersumpah akan terus memburu para pemimpin Houthi.

“Kami melakukan apa yang belum pernah dilakukan siapa pun sebelumnya. Ini baru awal serangan terhadap pejabat senior di Sanaa. Kami akan menghabisi mereka semua,” kata Netanyahu dalam rapat kabinet pada Minggu.

Sejak 2014, Yaman terpecah dua  menjadi dua: pemerintahan Houthi yang menguasai Sanaa dan sebagian besar wilayah utara, serta pemerintahan yang diakui secara internasional di bagian selatan. Konflik ini semakin rumit dengan keterlibatan Iran, Israel, dan negara-negara lain di kawasan. 

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Usai Rumah Digeledah, Noor Aflah Diperiksa KPK

Senin, 20 April 2026 | 14:11

China Peringatkan RI Tak Rusak Stabilitas Regional

Sabtu, 18 April 2026 | 02:00

Jaksa Watch Lapor KPK, Ada Dugaan Penyalahgunaan Aset Sitaan Korupsi

Jumat, 17 April 2026 | 17:46

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Kekesalan JK Dipicu Sikap Gibran dan Serangan Termul

Senin, 20 April 2026 | 12:50

UPDATE

Bos Rokok PT Gading Gadjah Mada Dipanggil KPK

Senin, 27 April 2026 | 14:16

Mengejar Halusinasi 2045: Mengapa Ekonomi Hanya Bisa Tegak di Atas Literasi

Senin, 27 April 2026 | 14:15

Penerjemah Bible Dibakar Hidup-hidup pada Zaman Renaisans Eropa

Senin, 27 April 2026 | 14:07

Bitcoin Melaju Mendekati 80.000 Dolar AS

Senin, 27 April 2026 | 14:06

Luar Biasa Kiandra, Start ke-17, Finis Pertama

Senin, 27 April 2026 | 13:59

Digitalisasi dan Green Dentistry, Layanan Kesehatan Gigi yang Minim Limbah

Senin, 27 April 2026 | 13:46

Usul KPK Berpotensi Paksa Capres Harus Kader Parpol

Senin, 27 April 2026 | 13:43

Pemda Didorong Lakukan Creative Financing

Senin, 27 April 2026 | 13:36

Citra Negatif Bahlil di Dalam Negeri Pengaruhi Negosiasi Energi Presiden?

Senin, 27 April 2026 | 13:35

Qodari Respons Isu Dilantik Jadi Kepala Bakom: Itu Hak Prerogatif Presiden

Senin, 27 April 2026 | 13:30

Selengkapnya