Berita

Politisi Nasdem Nafa Urbach. (Foto: Instagram @nafaurbach)

Politik

Nafa Urbach Bicara Lirih Minta Maaf Sudah Menyakiti Rakyat

MINGGU, 31 AGUSTUS 2025 | 02:21 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Satu persatu anggota DPR yang dianggap memancing kemarahan massa muncul meminta maaf. Setelah Eko Hendro Purnomo dan Surya Utama alias Uya Kuya, kini giliran Nafa Indria Urbach muncul lewat video yang dibagikan di Instagram miliknya @nafaurbach.

Mengenakan kemeja hitam volkadot Nafa bicara lirih. Suaranya agak berat seolah penuh penyesalan. Perempuan yang dulu tenar sebagai penyanyi dan pemain sinetron ini mengakui ucapannya menyakiti masyarakat.

"Dengan segala kerendahan hati dan hormat yang begitu besar untuk masyarakat Indonesia, saya Naffa Indria Urbach meminta maaf yang sebesar-besarnya atas setiap perkataan yang keluar dari mulut saya yang menyakiti hati masyarakat Indonesia, kiranya ada pintu maaf yang besar untuk saya dimaafkan," ucap dia.


Nafa tidak bicara panjang lebar. Dia hanya muncul lewat video selama 52 detik. Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Nasdem ini seolah bersungguh-sungguh menyampaikan permintaan maaf.

"Sekali lagi saya mohon maaf sebesar-besarnya kepada masyarakat Indonesia," kata Nafa yang menjadi anggota DPR dari Dapil Jateng 6 meliputi Megalang, Purworejo, Tumanggung dan Wonosobo, di akhir videonya.

Video permintaan maaf diposting Nafa pada Sabtu malam, 30 Agustus 2025 atau dua jam sebelum RMOL menayangkan artikel ini. Terlihat pukul 01.15 WIB sesaat lalu, postingan Nafa mendapatkan 27 ribu suka, 48 ribu komentar dan direpost 18 ribu kali.

Nafa Urbach termasuk anggota DPR yang pernyataannya dianggap tidak memiliki empati terhadap rakyat. Pernyataan dia yang dipersoalkan terkait tunjangan rumah anggota DPR sebesar Rp 50 juta.

Saat live di media sosialnya, penyanyi berusia 45 tahun itu menjelaskan bahwa tunjangan Rp 50 juta adalah kompensasi karena sudah tidak mendapatkan rumah dinas.

Permintaan maaf karena telah menyakiti rakyat juga telah disampaikan anggota DPR Ahamd Syahroni, Uya Kuya dan Eko Patrio. Meskipun setelahnya kediaman mereka disweeping hingga dirusak dan dijarah massa.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Penggunaan Gedung Kemenhut oleh PSI Berpotensi Melanggar Hukum

Minggu, 28 Juni 2026 | 00:26

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Karier Gila-gilaan Mufli Budi Ananda: Dari Asisten Raffi Ahmad Jadi Komisaris Krakatau Posco

Senin, 29 Juni 2026 | 00:00

KPK Didesak Bongkar Dugaan Aliran Dana ke Oknum Polisi dalam Kasus Bea Cukai

Jumat, 26 Juni 2026 | 01:30

Tim Mawar dan Tambang

Minggu, 28 Juni 2026 | 04:59

UPDATE

DPR Paripurna Bahas RAPBN 2027 Hari Ini, Purbaya Dijadwalkan Hadir

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:21

Indonesia Hidupkan Kembali Pusat Pelatihan Pertanian di Gambia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:20

Emas Antam Terbang Rp15.000, Satu Gram Jadi Rp2,64 Juta

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:08

AS Desak SPBU Turunkan Harga Bensin Seiring Anjloknya Minyak Dunia

Kamis, 02 Juli 2026 | 10:00

Sanksi Tegas Harus Dijatuhkan ke Pihak yang Terlibat Kasus Helikopter KPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:47

Heddy Lugito Ungkap Peran Penting Media Massa bagi Eksistensi DKPP

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:40

IHSG Terbang 1,2 Persen, Rupiah Loyo Rp17.979 per Dolar AS

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:32

Purbaya Tegaskan Surat Utang Danantara Tak Buka Ruang TPPU

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:26

Penyaluran KPP Melesat, Pemerintah Tingkatkan Plafon Pembiayaan Jadi Rp50 Triliun

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:17

Prabowo Dijadwalkan Gelar Pertemuan Bilateral dengan Lukashenko Pagi Ini

Kamis, 02 Juli 2026 | 09:08

Selengkapnya