Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Biro Pers Istana)

Publika

Momentum Prabowo Kembali ke UUD 1945 Asli

Oleh: AA LaNyalla Mahmud Mattalitti*
SABTU, 30 AGUSTUS 2025 | 18:33 WIB

AMUK rakyat kemarin adalah momentum bagi Presiden Prabowo untuk mendengarkan suara asli rakyat yang muak dengan pernyataan, kebijakan, tingkah pola para penyelenggara negara. Beberapa faktor itu tentunya amat menyakiti hati rakyat. 

Saya berulang kali menyampaikan, bahwa bangsa ini adalah bangsa yang memiliki nilai-nilai luhur. Sehingga moral dan etika menjadi filter utama. Karena sesuatu yang tidak dilarang bukan berarti boleh. Karena bisa jadi hal itu menyakiti hati rakyat kebanyakan yang semakin miskin. 

Tetapi kita semua tahu. Nilai-nilai luhur itu terkikis sejak nilai Pancasila tidak lagi nyambung secara utuh dengan Pasal-Pasal hasil Amandemen Konstitusi pada tahun 1999-2002 silam. Karena Amandemen saat itu telah mengubah sistem bernegara hasil rumusan para pendiri bangsa. 


Karena kedaulatan rakyat tidak lagi di tangan MPR sebagai penjelmaan seluruh rakyat, yang lengkap diisi oleh Utusan Golongan dan Utusan Daerah. Tapi kedaulatan rakyat sejak Amandemen telah diserahkan kepada Partai Politik dan Presiden terpilih. 

Semangat kolektivisme, yang menjadi ciri bangsa kita sejak dulu, telah hancur digerus oleh individualisme. Gaya hidup santun, telah digerus menjadi gaya hidup hedon. Kecintaan kepada negeri dan rakyat sudah berganti menjadi pemujaan terhadap komoditas dan kelompok.

Muak rakyat yang menjadi amuk rakyat ini harus segera direspon. Menertibkan dan menindak aksi anarkis yang merusak fasilitas umum memang harus dilakukan. Tetapi, menertibkan dan mengganti penyelenggara negara yang melukai hati rakyat lebih penting. 

Karena bila pernyataan, kebijakan, tingkah pola penyelenggara negara yang ‘terekam jejak digitalnya’ pernah melukai rakyat tidak ditertibkan dan ditindak, maka upaya keras Presiden untuk memutar kemudi kapal besar Indonesia menuju kedaulatan dan kebangkitan Indonesia akan menjadi paradoks. Karena injustice hanya menghasilkan civil unrest.

Ayo Pak Presiden. Dengar suara asli rakyat. Buka istana dan undang kelompok-kelompok masyarakat yang memiliki akal sehat, kejujuran dan nurani. Undang juga semua ketua umum partai di Senayan. Umumkan sesuatu yang melegakan hati rakyat.

Sampaikan juga niat baik Anda untuk memutar kemudi kapal besar Indonesia ini. Memutar untuk kembali ke jalan yang benar. Tunjukkan navigasinya. Dan tunjukkan hambatan apa saja yang akan Anda singkirkan, karena mengganggu setang kemudi.   

Saya percaya niat baik Anda. Saya telah membaca buku Anda: Paradoks Indonesia. Saya tahu keinginan Anda untuk menerapkan Pasal 33 UUD 1945, Ayat 1,2 dan 3, dan lainnya dalam semangat sebagai patriot.

Karena itu, Anda harus didukung oleh sistem bernegara yang mengembalikan kedaulatan ke tangan rakyat. Kita harus kembali ke Pancasila dan UUD 1945 naskah asli. Kita harus koreksi sistem bernegara liberal yang tidak cocok untuk negara kepulauan ini. 

Ini momentum. Sebagai inspirasi, saya tuliskan penggalan bait syair lagu karya Iwan Fals yang berjudul “Negeriku”. 

Bersih, bersih, bersih, bersihlah negeriku /
Malu, malu, malu, malulah hati /
Kotornya teramat gawat, ya kotornya sangat /
Inilah amanat yang menjadi keramat //

Bersih, bersih, bersih, bersihlah diri /
Sebelum menyapu sampah dan debu-debu /
Nyanyian berkarat sampai ke liang lahat /
Atas nama rakyat yang berwajah pucat //

*Penulis adalah Anggota DPD RI dan Ketua DPD RI ke-5

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Jubir IKN Troy Pantouw Sempat Telepon Keluarga Sehari Sebelum Ditemukan Meninggal

Minggu, 26 Juli 2026 | 20:58

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

Kiprah Yadyn, Jaksa yang Antar Febrie Adriansyah ke KPK

Sabtu, 25 Juli 2026 | 21:55

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Iran Ancam Gunakan Segala Cara untuk Hadapi Agresi AS

Minggu, 02 Agustus 2026 | 16:01

Serangan Israel Luluhlantakkan Gudang Obat Rumah Sakit Gaza

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:25

GP Al-Washliyah Dukung Kapolri Jadikan Semangat Hoegeng Budaya Kerja Polri

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:12

Kemensos Terbitkan Kartu Penyandang Disabilitas Virtual

Minggu, 02 Agustus 2026 | 15:04

PM Thailand Dijadwalkan Kunjungi Indonesia pada 3-4 Agustus

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:45

Bea Cukai Bongkar Dua Kontainer Berisi 7,8 Juta Batang Rokok Ilegal di Sulsel

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:43

BRI Peduli Bantu Peternak Sapi Perah Malang Naik Kelas Lewat Klaster Unggulan

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:33

AS Terapkan Deposit Visa untuk 50 Negara hingga Rp360 Juta

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:22

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Berawal dari Keresahan, Rabundo Tembus Pasar Nasional Berkat Pendampingan BRI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:03

Selengkapnya