Berita

Emak-emak menantang polisi dengan pengeras suara saat demo di DPR. (Foto: TikTok @firkaanantia)

Publika

Dalang Asing: Hantu Langganan Setiap Demo

JUMAT, 29 AGUSTUS 2025 | 22:10 WIB

SETIAP kali rakyat turun ke jalan, hampir bisa ditebak tudingan yang muncul: “ada dalang asing”. Narasi ini seperti resep lama yang tak pernah berubah. Seolah-olah tanpa bumbu tuduhan ini sebuah demonstrasi terasa kurang sahih.

Pernyataan terbaru datang dari AM Hendropriyono, mantan Kepala BIN, yang menyebut aksi 25 dan 28 Agustus 2025 tidak sepenuhnya murni suara rakyat karena ada campur tangan luar negeri. Padahal, di lapangan jelas terlihat siapa yang hadir: mahasiswa, buruh, pengemudi ojek online, hingga ibu rumah tangga. Mereka datang bukan membawa agenda geopolitik, tetapi keluhan dapur: harga naik, biaya hidup makin berat, dan elite politik dianggap hidup berlebihan.

Namun begitu keluhan rakyat masuk ke meja elit, isu yang sederhana mendadak berubah. Teriakan soal beras, BBM, dan biaya hidup disulap jadi skenario besar tentang intervensi asing. Distorsi semacam ini membuat persoalan inti kabur dan suara rakyat kehilangan legitimasi.


Di sinilah narasi dalang asing menemukan fungsinya. Tanpa label itu, membubarkan mahasiswa dan pekerja yang berdemo akan dianggap publik sebagai tindakan represif. Tetapi begitu aksi dicap “ada campur tangan asing”, tindakan keras aparat bisa dipoles menjadi langkah heroik menjaga kedaulatan negara.

Narasi semacam ini bukan hal baru. Dari era Orde Baru hingga hari ini, “dalang asing” selalu dipanggil setiap kali terjadi gejolak sosial. Ia seperti hantu politik: tidak pernah terlihat, tidak pernah terbukti, tetapi selalu hadir untuk menakut-nakuti.

Bagi tokoh intelijen senior, framing semacam ini sekaligus bagian dari branding. Pesannya sederhana: NKRI selalu dalam ancaman luar. Namun bagi rakyat, cerita itu terasa jauh. Mereka lebih percaya pada warung yang mendadak menaikkan harga gorengan ketimbang dongeng agen rahasia yang katanya menunggangi demo.

Karena itu, persoalan seharusnya ditempatkan pada proporsinya. Rakyat turun ke jalan bukan karena dikendalikan asing, melainkan karena tekanan hidup yang nyata. Narasi dalang asing hanya berfungsi menutup kegagalan negara mengatasi kesenjangan sosial, inflasi, dan kebijakan publik yang tak menjawab kebutuhan.

Sampai hari ini, “tamu tak diundang” bernama pihak asing itu tidak pernah benar-benar muncul. Yang nyata justru keresahan rakyat yang semakin berat. Itu semestinya cukup menjadi alasan bagi negara untuk mendengarkan mereka -tanpa harus menghadirkan hantu langganan setiap kali demonstrasi pecah.

Agung Nugroho
Direktur Jakarta Institut

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

September 2026, Industri Kayu Tertekan Karhutla

Rabu, 30 September 2026 | 20:27

Komisaris Asuransi Tokio Marine Indonesia Dicecar KPK Soal Pencairan Komisi Fiktif Asuransi Pelni

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Prabowo Minta Efisiensi APBN Tetap Terukur demi Kesejahteraan Rakyat

Rabu, 30 September 2026 | 20:26

Insentif Pajak Gaji Karyawan di Bawah Rp10 Juta Berlanjut Hingga 2027

Rabu, 30 September 2026 | 19:51

Bulu Tangkis Sumbang 6 Medali Asian Games, BNI Apresiasi Pembinaan PBSI

Rabu, 30 September 2026 | 19:36

Pancasila, Persatuan, dan Ujian Geopolitik

Rabu, 30 September 2026 | 19:23

33,2 Juta Keluarga Akan Terima Bantuan Beras 10 Kg selama Oktober-Desember

Rabu, 30 September 2026 | 19:12

Pemerintah Siapkan Stimulus Ekonomi Rp31 Triliun di Kuartal IV 2026

Rabu, 30 September 2026 | 19:01

Dakwah Ekonomi Syarikat Islam Sejalan dengan Visi Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:34

Pengelolaan Gambut di Riau Jadi Rujukan Badan Baru Bentukan Prabowo

Rabu, 30 September 2026 | 18:28

Selengkapnya