Berita

Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon. (Foto: RMOL)

Politik

Gelar dan TOEFL Caleg Tak Berdaya Lawan Politik Uang

JUMAT, 29 AGUSTUS 2025 | 13:43 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Usulan sejumlah netizen agar calon anggota legislatif diwajibkan bergelar S2 dan memiliki skor TOEFL minimal 500 ditanggapi Wasekjen Partai Demokrat, Jansen Sitindaon. 

“Dalam daftar list di setiap Dapil, banyak caleg yang bahkan kualifikasinya lebih dari yang diusulkan netizen dibawah. Tapi tetap tidak dipilih rakyat," katanya lewat akun X miliknya, seperti dikutip redaksi di Jakarta, Jumat, 29 Agustus 2025.

Menurutnya, persoalan utama dalam pemilu legislatif bukanlah sekadar kualifikasi pendidikan atau kemampuan berbahasa asing, melainkan praktik politik uang yang masih mengakar.


"Jikapun kualifikasi seperti yang diharapkan netizen di bawah kemudian terpilih jadi DPR, pasti karena dia juga ikut bagi uang, jika sistem dan keadaannya Pilegnya masih seperti kemarin,” sambungan.

Ia menilai, bagi mayoritas pemilih, kapasitas dan intelektualitas belum menjadi ukuran utama. Sebaliknya, politik uang masih menjadi penentu.

“Yang penting sekarang buat (mayoritas) rakyat yang pergi ke TPS itu bukan kapasitas, sekolah atau intelektualitas seseorang, tapi isi tasnya. Uang. HEPENG yang dibagi ke mereka,” tegasnya.

Jansen menambahkan, kualitas para pejabat hasil pemilu pada akhirnya hanyalah cerminan dari para pemilih itu sendiri.

Karena itu, ia menekankan pentingnya upaya menghapus praktik politik uang, setidaknya secara bertahap.

“Kalau seseorang habis 15 sampai 30 milyar bahkan lebih untuk jadi anggota DPR-RI, apa yang mau diharapkan dari mereka? Malah rakyat yang mengharapkan lebih itu menurutku yang tidak rasional," ungkapnya.

"Jika tidak bisa menghilangkan total, mari pelan-pelan kita hilangkan politik uang agar tidak sebar-bar di pileg kemarin. Sehingga ke depan iklim politik dan parlemen kita dari Pusat sampai daerah kembali sehat,” tutup Jansen.

Populer

Rumah Bersejarah di Menteng Berubah Wujud

Sabtu, 07 Maret 2026 | 22:49

Pengacara Terkenal yang Menyita Perhatian Publik

Minggu, 08 Maret 2026 | 11:44

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Siapa Berbohong, Fadia Arafiq atau Ahmad Luthfi?

Sabtu, 07 Maret 2026 | 06:42

Bangsa Tak Akan Maju Tanpa Makzulkan Gibran dan Adili Jokowi

Senin, 09 Maret 2026 | 00:13

Prabowo Berpeluang Digeruduk Demo Besar Usai Lebaran

Rabu, 11 Maret 2026 | 06:46

UPDATE

Posko Kesehatan PLBN Skouw Beroperasi Selama Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 18:03

10 Lokasi Terbaik Nonton Pawai Ogoh-Ogoh Nyepi 2026 di Bali, Catat Tempatnya

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:50

Kapolri: 411 Jembatan Dibangun di Indonesia, Polda Riau Paling Banyak

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:47

Gibran Salat Id dan Halal Bihalal di Jakarta Bersama Prabowo

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:30

Bonus Atlet ASEAN Para Games Cair, Medali Emas Tembus Rp1 Miliar

Selasa, 17 Maret 2026 | 17:05

Gibran Pantau Arus Mudik dari Command Center Jasa Marga

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:47

Pengusaha Kapal Minta SKB Lebih Fleksibel Atur Arus Mudik

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:38

Pengiriman Pasukan RI ke Gaza Ditunda Imbas Perang Iran

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:25

Bias Layar: Serangan Aktivis KontraS Ancaman Demokrasi dan HAM

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:10

Istana Sebar Surat Edaran, Larang Menteri Open House Lebaran Mewah

Selasa, 17 Maret 2026 | 16:06

Selengkapnya