Berita

Kepala Divisi Engineering MRT Jakarta, Riska Muslimah. (Foto: RMOL/Alifia Dwi Ramandhita)

Bisnis

Pinjaman Murah Jepang Biayai Proyek MRT Jakarta

Stabilkan Fiskal Pemprov
SELASA, 26 AGUSTUS 2025 | 20:46 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Proyek pembangunan PT MRT Jakarta (Perseroda) sejak fase 1 hingga rencana fase 3 didanai melalui pinjaman lunak dari pemerintah Jepang melalui Japan International Cooperation Agency (JICA) ODA Loan.

Kepala Divisi Engineering MRT Jakarta, Riska Muslimah, menjelaskan skema ini bukan sekadar pinjaman biasa, melainkan step loan atau tight loan yang dianggap sangat lunak karena menawarkan bunga rendah, masa tenggang panjang, hingga tenor mencapai 40 tahun.

“Kalau kita hitung-hitung, memang seems murah gitu kan. Jadi ini sebenarnya opsi ya, kita mau bayar di muka gede, atau yaudah kita pakai pinjaman lunak, and it will save the fiscal dari Pemprov DKI-nya,” kata Riska dalam media briefing di Jakarta pada Selasa, 26 Agustus 2025.


Menurutnya, skema pembiayaan ini bersifat government-to-government (G2G), di mana JICA bertindak sebagai pemberi pinjaman, sementara pemerintah Indonesia diwakili oleh Kementerian Keuangan (Kemenkeu). 

Selanjutnya, pinjaman tersebut diteruskan ke Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, lengkap dengan perjanjian pinjaman daerah dan hibah daerah. Dalam mekanisme ini, Riska menjelaskan Pemprov DKI Jakarta menanggung 51 persen porsi pinjaman, sedangkan 49 persen berupa hibah dari pemerintah pusat. 

“Di sini kita menggunakan porsi pinjaman dari Pemprov DKI itu 51 persen, jadi Pemprov DKI nanti juga harus ikut membayar hutangnya sebesar 51 persen dari total loan yang digelontorkan. Dan penerusan hibah dari pemerintah pusat ke DKI 49 persen,” beber Riska.

Kemudian Pemprov DKI, sambung Riska, menugaskan BUMD yaitu MRT Jakarta sebagai penyelenggara infrastruktur atau menjadi sub-implementing agency

“Jadi MRT Jakarta melakukan pengadaannya, lalu berkontrak, dan memanage proyeknya, sampai dengan mengoperasikan, pemeliharaan, dan bahkan kita punya mandat juga pengembangan kawasannya,” tambahnya.

Riska menegaskan, meskipun MRT Jakarta berkontrak langsung dengan kontraktor dan konsultan, dana pinjaman sama sekali tidak masuk ke kas perusahaan. 

Proses pembayaran ini, katanya, dilakukan langsung dari pemerintah Jepang kepada kontraktor atau konsultan setelah melalui verifikasi MRT bersama pemerintah pusat dan daerah.

“Jadi duit itu tetap istilahnya ada di Jepang, nggak kemana-mana. Sebenarnya ini hanya pencatatannya saja yang berproses,” jelasnya.

Berdasarkan Nota Keuangan 2026, MRT Jakarta akan menerima alokasi hibah senilai Rp2,61 triliun. Penyaluran dana hibah tersebut, kata Riska, dilakukan sesuai kebutuhan proyek setiap tahunnya.

“Kalau untuk penggunaannya, loan ini hanya untuk konstruksinya jadi loan itu ada kamar-kamarnya gitu ya ada consulting services, construction dan contingency, itu 3 main alokasinya,” jelasnya.

Adapun anggaran hibah MRT Jakarta naik 140,3 persen dari outlook 2025 sebesar Rp1,09 triliun. Lonjakan ini terkait dengan dimulainya pembangunan MRT East-West Fase 1 Tahap 1 yang akan digarap Pemprov DKI Jakarta.

Dalam proyek tersebut, MRT Jakarta akan membangun  rute sepanjang 84 kilometer, yang menghubungkan Balaraja di Tangerang hingga Cikarang di Bekasi. 

Pembangunan terbagi menjadi empat tahap yaitu Fase 1 Tahap 1 Tomang–Medan Satria (sepanjang 22,7 km), Fase 1 Tahap 2 Kembangan–Tomang (sepanjang 9,2 km), Fase 2 Timur Medan Satria–Cikarang (sepanjang 21,8 km), serta Fase 2 Barat Kembangan–Balaraja (sepanjang 29,9 km).

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Safari Politik Jokowi Tak Pengaruhi Elektabilitas PDIP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:14

Seruan Reformasi Jilid II Bukan Aspirasi Mahasiswa

Sabtu, 27 Juni 2026 | 00:00

Safari Politik Jokowi cuma Demi Gibran dan Kaesang

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:41

Empat Nyawa Sudah Cukup, Setop Latsarmil SPPI

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:23

Sarasehan KPPG: Keterwakilan Perempuan 30 Persen Bukan Sekadar Kuota

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:06

Edi Hasibuan: Masyarakat Mulai Merasakan Perubahan Polri

Jumat, 26 Juni 2026 | 23:03

Universitas Bakrie Tiga Besar dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:42

Pakai Dump Truk, Polisi Kawal Massa Pendukung MBG di Tuban

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:24

Jubir FAM UBK: Ada Aktor Intelektual Sengaja Rusak Citra Kampus dan Wapres

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:22

DPR Usul Kemenukbangga Jadi Penyalur BLT

Jumat, 26 Juni 2026 | 22:03

Selengkapnya