Berita

Bank Indonesia (Foto: RMOL/Alifia)

Bisnis

BI Pangkas Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Dunia Jadi 3 Persen

RABU, 20 AGUSTUS 2025 | 16:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Bank Indonesia (BI) memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2025 menyusul meluasnya kebijakan tarif resiprokal yang diterapkan Amerika Serikat (AS).

Gubernur BI Perry Warjiyo menyebut, penerapan tarif yang sebelumnya berlaku untuk 44 negara sejak 7 Agustus 2025 telah diperluas hingga mencakup 70 negara. Bahkan, tarif untuk sejumlah negara seperti India dan Swiss dipatok lebih tinggi dari pengumuman awal.

“Implementasi tarif tersebut menimbulkan risiko akan semakin melemahnya pertumbuhan ekonomi dunia. Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi dunia 2025 berpotensi lebih rendah dari perkiraan sebelumnya sekitar 3,0 persen,” ujar Perry dalam konferensi pers virtual pada Rabu, 20 Agustus 2025.


Proyeksi ini turun dari sebelumnya dengan perkiraan pertumbuhan di atas 3 persen.

Perry menjelaskan, ekonomi AS kini juga menghadapi tekanan akibat melemahnya permintaan domestik. India juga diperkirakan melambat karena tarif AS yang lebih tinggi telah menekan kinerja ekspor dan sektor manufaktur.

Sementara itu, prospek ekonomi Eropa, Jepang, dan Tiongkok relatif lebih baik. Hal ini ditopang kesepakatan tarif yang lebih rendah serta dorongan stimulus belanja fiskal.

Menurut Perry, kecenderungan perlambatan global tersebut diikuti dengan menurunnya inflasi akan mendorong banyak bank sentral melonggarkan kebijakan moneternya.

“Kecenderungan pertumbuhan yang lebih rendah dan menurunnya inflasi mendorong sebagian besar bank sentral menempuh kebijakan moneter yang akomodatif, kecuali Jepang,” tuturnya.

Sementara di AS, ekspektasi penurunan Fed Funds Rate (FFR) semakin menguat karena tekanan inflasi yang cenderung turun. Meski demikian, Perry mengingatkan bahwa kedepannya ketidakpastian pasar keuangan global masih tinggi.

“Dalam jangka pendek ketidakpastian pasar keuangan global masih berlanjut dan perlu tetap diwaspadai guna menjaga ketahanan ekonomi domestik dari dampak rambatan global,” tandasnya.

Populer

Kematian Penjaga Rumah Febrie Harus Diusut Tuntas

Senin, 27 Juli 2026 | 19:53

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

Oknum Brimob Jadi Tersangka, KPK Pastikan Sanksi Pidana hingga Etik Menanti

Jumat, 31 Juli 2026 | 13:44

15 Jeriken Bensin yang Menenggelamkan Jabatan Ayah

Senin, 27 Juli 2026 | 01:03

Dana Nasabah Rp2,58 Miliar Raib, BCA Digugat ke PN Jakpus

Selasa, 28 Juli 2026 | 16:02

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Terkejut Mantan Ajudan Jadi Tersangka KPK, Alexander Marwata Kenang Kinerja Dias

Kamis, 30 Juli 2026 | 11:52

UPDATE

Tom Holland dan Zendaya Bakal Rehat Setelah Spider-Man Brand New Day

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:52

IAW: Ada Dugaan Intervensi Kasus Dedi Congor

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:51

Sidang Perdana Praperadilan Febrie Adriansyah Digelar 18 Agustus

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:42

Prabowo Tinjau Deretan Inovasi BRIN, dari Air Minum Darurat hingga Teknologi Nuklir

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:35

Komisi III DPR Minta Polisi Ungkap Pemasok Senpi di Yayasan Sekolah Jaksel

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:28

Partisipasi Bermakna di Black Box Regulasi Kesehatan

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:15

Amplop Berisi 14 Ribu Dolar Singapura Memang Dikembalikan, tapi Isinya Berkurang

Kamis, 06 Agustus 2026 | 19:02

Prabowo Tekankan Pentingnya Sains dan Teknologi bagi Masa Depan Bangsa

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:54

Isu Pergantian Kapolri Bisa Merugikan Presiden jika Tidak Hati-Hati

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:53

Food Station Masih Andalkan Laba Bersih dari PSO

Kamis, 06 Agustus 2026 | 18:30

Selengkapnya