Berita

Adik Kim Jong Un, Kim Yo Jong (Foto: CNN)

Global

Korut Tuding Korsel Bermuka Dua

RABU, 20 AGUSTUS 2025 | 13:59 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Korea Utara melancarkan kritik tajam terhadap pemerintahan baru Korea Selatan, menyusul gelaran latihan militer bersama dengan Amerika Serikat.

Kim Yo Jong, adik Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un menyebut pemerintah Soul bermuka dua karena menyerukan upaya dialog lintas Korea, tetapi di waktu bersamaan juga membuat Pyongyang merasa terancam atas latihan militer bersama AS. 

“Inilah bagian yang jelas menerangi watak bermuka dua otoritas Seoul yang membawa dua wajah di balik tudung," ujar Kim, seperti dimuat KCNA, Rabu, 20 Agustus, 2025.


Kim menegaskan kembali bahwa Presiden Korea Selatan saat ini Lee Jae-Myung tidak akan mampu membangun hubungan diplomatik dengan Korea Utara. 

“Seoul tidak bisa menjadi mitra diplomatik bagi kami, dan Lee bukanlah orang yang akan mengubah jalannya sejarah,” ungkap Kim.

Lee sebelumnya berkomitmen untuk menghormati sistem politik Korea Utara dan membangun kepercayaan militer.

Ia juga berjanji mendorong dialog tanpa prasyarat, berbeda dengan pendekatan konfrontatif pendahulunya.

Namun, Seoul tetap melanjutkan latihan militer tahunan dengan Washington sejak Senin lalu. Lee menyebut latihan tersebut bersifat defensif dan tidak dimaksudkan untuk meningkatkan ketegangan.

Ketegangan meningkat setelah Kim Jong Un awal pekan ini menyerukan perluasan cepat kemampuan senjata nuklir Korea Utara, dengan alasan latihan militer AS-Korsel berpotensi menyalakan perang.

Sejak gagalnya pertemuan puncak antara Kim Jong Un dan Presiden AS saat itu, Donald Trump, di Hanoi pada 2019, Pyongyang menegaskan tidak akan menyerahkan senjata nuklirnya dan kini secara terbuka menyebut Seoul sebagai musuh utama.

Populer

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

UPDATE

Keputusan Pemerintah Batasi Ekspor Gas ke Singapura Sangat Tepat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:57

IHSG, Selat Malaka dan Ujian Kedaulatan Ekonomi Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:41

MKD Diminta Bersikap Tegas Sikapi Laporan Dugaan KDRT Anggota Dewan

Selasa, 27 Oktober 2026 | 01:20

Singapura, Dino Patti Djalal dan Opini Sesat

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:45

Bareskrim Tahan WN Taiwan Manajer Kapal Pengangkut 1 Ton Ketamin

Selasa, 27 Oktober 2026 | 00:26

Haji Isam dan Kutukan Demokrasi Mahal

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:50

Kinerja Sektor Hukum Era Prabowo-Gibran Makin Bertaring

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:24

Temui Mendikdasmen, DPR Minta Gerakan Lawan Bullying Diperkuat Lintas Sektor

Senin, 26 Oktober 2026 | 23:09

Balas Singapura! Bahlil Bakal Bangun PLTN di Batam

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:18

Pelabuhan Sabang Didorong jadi Hub Internasional yang Ramah Lingkungan

Senin, 26 Oktober 2026 | 22:17

Selengkapnya