Berita

Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto. (Foto: Instagram RMOL)

Politik

Wacana Tutut Soeharto Pimpin Golkar Banjir Dukungan Warganet

RABU, 20 AGUSTUS 2025 | 02:59 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Dorongan agar Siti Hardijanti Rukmana atau Tutut Soeharto menggantikan Bahlil Lahadalia sebagai ketua umum Partai Golkar terus mengalir di publik.

Dikutip dari akun Instagram RMOL, Rabu, 20 Agustus 2025, warganet beramai-ramai mengamini putri sulung Presiden ke-2 RI Soeharto itu memimpin partai berlambang beringin.

Banyak dari mereka memberikan emoticon api sebagai tanda menyala. Ada juga warganet yang merasa rindu dengan Soeharto saat mengendalikan Golkar selama kurang lebih 30 tahun.


“kami setuju,” tulis akun sycaudzaelani08 disertai emoticon bergambar ‘hati’. 

“Setuju kembalikan orde baru,” timpal akun andy.efrizal disertai emoticon ‘api’.

“mantap,” tegas akun zuhdiasad dengan emoticon ‘hati’.

“Bahlil cepet diganti,” harap akun Sulisgb.

Ada juga warganet yang melihat kapabilitas Tutut. Menurutnya, Tutut sangat layak memimpin partai yang berdiri sejak 1964 ini. 

“Lanjutkan…Karena pengalaman dan jejak karir beliau sudah mumpuni,” tulis akun peoln.

Hingga berita ini diturunkan, ada 250 warganet meng-likes unggahan tersebut. 

Pada era Orde Baru, Tutut pernah menjadi Anggota MPR Fraksi Golkar  pada periode 1992-1998. Kala itu, ia menjabat sebagai Ketua Koordinator Bidang (Korbid) Pemberdayaan Wanita DPP Partai Golkar. 

Setelah Ibu Tien Soeharto meninggal dunia pada tahun 1996, Tutut melaksanakan tugas sebagai Ibu Negara Indonesia pada acara-acara resmi. Selain itu, Suharto mengangkatnya sebagai Menteri Sosial pada bulan Maret 1998 dalam Kabinet Pembangunan VII. 

Selama menjabat Menteri Sosial, ia menerapkan program Makan Gratis. Kebijakan makan gratis bagian dari upaya pemerintah dalam menanggulangi dampak krisis moneter untuk jangka pendek. 

Sasaran utama makan gratis adalah warga yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Untuk rencana jangka panjangnya, korban PHK dibantu dengan program Takesra/Kukesra (Tabungan Kesejahteraan Rakyat/Kredit Usaha Kesra).

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sultan Usul Hanya Gubernur Dipilih DPRD

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:08

Menlu Serukan ASEAN Kembali ke Tujuan Awal Pembentukan

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:03

Eks Bupati Dendi Ramadhona dan Barbuk Korupsi SPAM Diserahkan ke Jaksa

Rabu, 14 Januari 2026 | 16:00

Hakim Ad Hoc: Pengadil Juga Butuh Keadilan

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:59

Mens Rea Pandji: Kebebasan Bicara Bukan Berarti Kebal Hukum

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:50

Pemblokiran Grok Harus Diikuti Pengawasan Ketat Aplikasi AI

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:37

Alasan Pandji Pragiwaksono Tak Bisa Dijerat Pidana

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:31

Korupsi Aluminium Inalum, Giliran Dirut PT PASU Masuk Penjara

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Raja Juli Tunggu Restu Prabowo Beberkan Hasil Penyelidikan ke Publik

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:27

Hakim Ad Hoc Ternyata Sudah 13 Tahun Tak Ada Gaji Pokok

Rabu, 14 Januari 2026 | 15:23

Selengkapnya