Berita

Slide Presentasi Prof Bustanul Arifin. (Foto: Forum Insan Cita)

Bisnis

Indonesia Butuh Inovasi Ekonomi Pangan

SELASA, 19 AGUSTUS 2025 | 01:08 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Indonesia membutuhkan inovasi dalam sektor ekonomi pangan guna meningkatkan pertumbuhan. 

Hal itu disampaikan Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) Prof. Bustanul Arifin dalam diskusi bertajuk ‘Bagaimana Kondisi, Pencapaian dan Tantangan Sosial-Ekonomi Indonesia Setelah 80 Tahun Indonesia Merdeka’ yang diselenggarakan Forum Insan Cita secara virtual, Senin malam, 18 Agustus 2025.

"Kita butuh inovasi. Itu serius. Jadi, kita tidak bisa biasa-biasa saja untuk melangkah, menggapai atau menjawab beberapa tantangan ke depan," kata Bustanul.


Menurut dia, ekonomi pertanian saat ini hanya tumbuh 1,53 persen dan itu tidak cukup untuk menjawab tantangan dalam bidang pangan ke depan. 

"Subsektor pertanian pangan, tanaman pangan, itu tumbuh negatif. Itu serius,” tegasnya.

Ia menerangkan pada tahun 1970-an Profesor Sumitro Djojohadikusumo yang merupakan ayah kandung Presiden Prabowo Subianto, mengusulkan untuk melakukan inovasi dalam konsumsi, bukan produksi pangan.

"Gitu kata Pak Mitro. Kita coba hal yang baru. Kita impor gandum, oke, yang di Indonesia tidak pernah dikenal, tidak ada yang makan, tapi di Amerika ini serius, artinya menjadi pangan pokok," ungkapnya.

Namun, ide Prof Sumitro itu ditentang banyak kalangan. Tapi pada akhirnya, banyak para pebisnis di Indonesia melirik potensi tersebut. 

"Sudono Salim, Liem Sioe Liong, menjadi importir gandum, dan mengolahnya menjadi tepung terigu, kemudian membuat mie instan, dan sekarang inovasi itu, kalau boleh saya sebut inovasi, sudah menyelamatkan,” pungkasnya.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya