Berita

Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli (Foto: Dokumen pribadi Guntur Romli)

Politik

Megawati Sudah Kirim Pesan ke Prabowo Soal Tidak Ikut Upacara di Istana

SENIN, 18 AGUSTUS 2025 | 14:45 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ketidakhadiran Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri pada upacara HUT ke-80 RI di Istana Merdeka, Jakarta, karena ada agenda yang sama di Sekolah Partai PDIP. 

Politikus PDIP Mohamad Guntur Romli menjelaskan bahwa PDIP setiap tahun menggelar Upacara Hari Kemerdekaan RI di Sekolah Partai. Hal ini bahkan telah menjadi tradisi tahunan. 

Sejak tahun-tahun sebelumnya, Megawati menjadi Inspektur Upacara Hari Kemerdekaan RI bersama pengurus, kader, simpatisan PDIP, serta masyarakat umum. 


“Karena setelah upacara ada lomba rakyat dan kegiatan kesenian dan kebudayaan,” kata Guntur dalam keterangannya di Jakarta, Senin 18 Agustus 2025. 

Namun begitu, walaupun Megawati absen dalam upacara kemerdekaan RI di Istana Negara, Guntur memastikan bahwa hubungan dengan Presiden Prabowo Subianto sangat baik. 

“Hubungan Ibu Megawati dengan Presiden Prabowo sangat baik, ibarat adik-kakak, hubungan PDI Perjuangan dengan pemerintahan juga baik,” ungkapnya.

Lagipula, kata Guntur, pada Sabtu 16 Agustus Megawati hadir langsung dalam acara pengukuhan Paskibraka di Istana Negara. 

Dalam kesempatan itu, Megawati sudah menitipkan pesan ke Presiden Prabowo melalui Mensesneg Prasetyo Hadi bahwa ia akan menjadi Inspektur Upacara di HUT Kemerdekaan RI di Sekolah Partai DPP PDIP di Lenteng Agung, Jakarta, pada Minggu 17 Agustus 2025.
 
“Jadi Ibu sudah kirim pesan tidak bisa hadir di Istana,” kata Guntur. 

Lebih jauh, Guntur mengungkapkan bahwa dalam upacara Hari Kemerdekaan RI 17 Agustus 2025, PDIP tak lupa mendoakan Presiden Prabowo agar diberi petunjuk dan kekuatan menjadi pemimpin yang penuh welas asih dan menjadi pelayan bagi rakyatnya. 

“Pemimpin yang takut Tuhan dan mengasihi rakyat. Agar negeri ini menjadi gemah ripah lohjinawi: negeri yang luas, subur dan makmur serta aman dan sentosa,” tutup Guntur.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Sekolah Rakyat dan Investasi Penghapusan Kemiskinan Ekstrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 22:03

Agenda Danantara Berpotensi Bawa Indonesia Menuju Sentralisme

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:45

JMSI Siap Perkuat Peran Media Daerah Garap Potensi Ekonomi Biru

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:34

PP Himmah Temui Menhut: Para Mafia Hutan Harus Ditindak Tegas!

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:29

Rezim Perdagangan dan Industri Perlu Dirombak

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:15

GMPG Pertanyakan Penanganan Hukum Kasus Pesta Rakyat Garut

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:02

Roy Suryo Ogah Ikuti Langkah Eggi dan Damai Temui Jokowi

Kamis, 15 Januari 2026 | 21:00

GMNI: Bencana adalah Hasil dari Pilihan Kebijakan

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:42

Pakar Hukum: Korupsi Merusak Demokrasi Hingga Hak Asasi Masyarakat

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:28

DPR Setujui Anggaran 2026 Komnas HAM Rp112 miliar

Kamis, 15 Januari 2026 | 20:26

Selengkapnya