Berita

Peluncuran program PLBN SAKTI di PLBN Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT). (Foto: Dokumentasi BNPP RI)

Nusantara

PLBN SAKTI Dorong Perbatasan Jadi Pusat Kreativitas Warga

SABTU, 16 AGUSTUS 2025 | 14:08 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Peluncuran program Pos Lintas Batas Negara (PLBN) sebagai Sentra Aktivitas Kreatif Tapal Batas Indonesia (SAKTI) di PLBN Motaain, Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur (NTT), menuai apresiasi luas. Tak hanya dari pemangku kepentingan di dalam negeri, tetapi juga dari perwakilan Timor Leste.

Program yang diresmikan oleh Sekretaris BNPP RI Komjen Makhruzi Rahman ini, menjadi momentum penting transformasi PLBN dari fungsi administratif menjadi pusat kegiatan ekonomi kreatif, sosial, dan budaya.

Diketahui bahwa program ini menargetkan optimalisasi pemanfaatan aset Barang Milik Negara (BMN) di kawasan inti, pendukung, dan tambahan PLBN melalui kerja sama sewa yang berkontribusi pada peningkatan Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.


"Jadi PLBN tidak hanya dikenal sebagai pintu keluar-masuk orang dan barang. Melalui program SAKTI, kami ingin menjadikannya pusat kekuatan ekonomi baru yang lahir dari perbatasan. Kuat, mandiri, dan membanggakan," kata Makhruzi Rahman melalui keterangan elektronik yang diterima redaksi, Sabtu 16 Agustus 2025.

Kepala Biro Keuangan, Umum, dan Humas (KUH) BNPP RI Fauzan Hasan selaku penggagas program SAKTI menekankan bahwa inisiatif ini menjawab tantangan di lapangan, seperti belum optimalnya pemanfaatan aset, rendahnya partisipasi masyarakat, dan minimnya branding perbatasan sebagai destinasi wisata.

“Kita ingin perbatasan menjadi etalase kemajuan bangsa, mengintegrasikan potensi lokal, UMKM, budaya, dan pariwisata agar memberi dampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” kata Fauzan.

Adapun apresiasi juga datang dari Sekretaris Utama Lembaga Administrasi Negara (LAN) RI, Andi Taufik, yang turut menghadiri kegiatan ini, memberikan apresiasi dan menilai bahwa konsep PLBN SAKTI berpotensi menjadi contoh atau model pengelolaan kawasan perbatasan yang dapat diterapkan di seluruh Indonesia.

Kehadiran perwakilan dari Timor Leste juga menambah makna peluncuran program ini. Dari negara tetangga, hadir Kepala Agen Konsulat Timor Leste di Atambua; Kepala Desa Batugade; Comandante UPF Superindentendene Polisia; Facility Manager IBP Batugade; Comandante Migrasaun Postu Batugade; Chefe Quarentena Postu Batugade; Diretor AA Municipoa Postu Bobonaro; Comandante UPF Postu Batugade.

Selain itu, perwakilan dati Timor Leste juga menghadirkan Comandante Poltrans Postu Batugade; Chefe Comercio; Chefe DNTT Postu Batugade; Chefe Saude Postu Batugade; dan Chefe SNI Postu Batugade. Kehadiran mereka mencerminkan semangat kerja sama lintas negara yang semakin erat di kawasan perbatasan.

Program ini selaras dengan visi Asta Cita Presiden Prabowo, khususnya dalam memperkuat pertahanan dan kemandirian ekonomi bangsa, membuka lapangan kerja berkualitas, mengembangkan industri kreatif, dan membangun dari desa demi pemerataan ekonomi.

Dengan rekam jejak PLBN Motaain yang telah beroperasi lebih dari tujuh tahun sejak diresmikan Presiden Joko Widodo pada 28 Desember 2016, BNPP RI optimistis SAKTI akan menjadi model pengembangan perbatasan yang produktif, inklusif, dan berdaya saing di seluruh Indonesia.

Populer

PIK-2 dan Ancaman Kedaulatan Negara

Rabu, 19 Agustus 2026 | 04:42

Satlap Tri Cakti Diduga Hadang Polisi di Belitung, IPW Desak Ada Tindak lanjut

Senin, 17 Agustus 2026 | 14:30

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

TNI Kuasai Wilayah OPM di Intan Jaya dan Sita Sejumlah Senjata

Minggu, 16 Agustus 2026 | 01:24

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

Praperadilan Dokter Tifa Ditolak, Ini Pertimbangan Hakim

Jumat, 21 Agustus 2026 | 10:25

UPDATE

APKLI Perjuangan Ajak Publik Siap Hadapi Bonus Demografi 2030

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:26

Fahira Idris Apresiasi RUU Perampasan Aset Bakal Disahkan Desember

Rabu, 26 Agustus 2026 | 00:10

Pernyataan Budi Arie Tak Harus Menjadi Polemik

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:54

BPOM Gratiskan Izin Edar UMK Pangan Olahan

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:30

PP KMHDI Tuntut Presiden Evaluasi Kemenhut, Kemendikdasmen, dan Bakom

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:15

Menavigasi Turbulent Ocean, Menjinakkan Rivalitas Great Powers, dan Mematahkan Clash of Civilizations di Era Presiden SBY

Selasa, 25 Agustus 2026 | 23:00

Ketum Gibranku: Relawan Solid Kawal Prabowo-Gibran hingga 2029

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:59

Dua Tahun Warga Tegal Alur Pakai Jembatan Bambu, Dinas SDA Kena Semprot

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:42

Menguji Relevansi Teladan Rasulullah di Tengah Krisis Etika Global

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:40

Berbincang dengan Habib Rizieq

Selasa, 25 Agustus 2026 | 22:20

Selengkapnya