Berita

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal. (Foto: RMOL/Faisal Aristama)

Politik

Revisi UU 8/2019

Legislator PKB Ungkap Wacana Pembentukan Kementerian Haji

SABTU, 16 AGUSTUS 2025 | 04:17 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Revisi Undang Undang Nomor 8/2019 tentang Haji direncanakan rampung pada masa sidang tahun ini. 

Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengungkapkan bahwa DPR telah menerima Surat Presiden (Surpres) tentang revisi UU Haji. 

“Kita tunggu nanti perkembangan draf undang-undang haji kan kemarin sudah diparipurnakan. Dan surpres sudah kita terima dari Pak Presiden. Di masa sidang ini semoga selesai undang-undang Haji,” ungkap Cucun kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta pada Jumat, 15 Agustus 2025. 


Ia menyebut bahwa DPR perlu waktu yang cukup untuk merevisi UU Haji. 

“Karena terkejar juga oleh siklus pelaksanaan haji harus dimulai. Kita bagaimana menyusun database, kemudian juga kita harus booking zona, lokasi, jangan tempat-tempat tinggalnya jauh-jauh,” jelasnya. 

Menurut Legislator PKB ini, revisi UU Haji tersebut nantinya akan ada beberapa hal yang menarik untuk dibahas. 

Di antaranya wacana pembentukan Kementerian Haji. Hal itu menyusul adanya usulan pemisahan antara Kementerian Agama dengan Kementerian Haji dan Umrah agar lebih fokus ke depan.

“Di RUU sendiri kan masih ada dua pilihan, apakah masih tetap badan ataukah ada keinginan dari beberapa anggota ini kementerian, naik statusnya jadi kementerian haji. Kita lihat perkembangannya nanti ya,” pungkasnya.

Populer

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Modal Asing Keluar Rp7,71 Triliun, BI Catat Tekanan di SBN pada Pertengahan Januari 2026

Jumat, 16 Januari 2026 | 08:05

Dolar AS Menguat ke Level Tertinggi Enam Pekan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:56

Kejauhan Mengaitkan Isu Ijazah Jokowi dengan SBY–AHY

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:48

RUU Perampasan Aset Jangan Jadi Alat Menyandera Lawan Politik

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:40

Jenazah 32 Tentara Kuba Korban Serangan AS di Venezuela Dipulangkan

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:33

Bursa Eropa: Efek Demam AI Sektor Teknologi Capai Level Tertinggi

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:16

Emas Tak Lagi Memanas, Tertekan Data Tenaga Kerja AS dan Sikap Moderat Trump

Jumat, 16 Januari 2026 | 07:06

Wajah Ideal Desa 2045

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:50

TPU Tegal Alur Tak Tersangkut Lahan Bersengketa

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:23

Kemenkes Siapkan Rp1,2 Triliun untuk Robotik Medis

Jumat, 16 Januari 2026 | 06:04

Selengkapnya