Berita

Presiden Prabowo Subianto. (Foto: Biro Pers Sekretariat Presiden)

Politik

Prabowo Patok Defisit APBN Rp638,8 Triliun di 2026, Turun dari Target Awal

JUMAT, 15 AGUSTUS 2025 | 16:32 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Prabowo Subianto mematok defisit anggaran negara pada 2026 akan mencapai Rp638,8 triliun, atau 2,48 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Angka ini turun dari target defisit anggaran yang sebelumnya dibidik 2,53 persen pada tahun ini, lebih rendah dari outlook defisit tahun ini sebesar 2,78 persen dari PDB atau senilai Rp662 triliun.

Dalam Pidato Pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2026 beserta Nota Keuangan di Gedung DPR, Prabowo menetapkan asumsi pendapatan negara sebesar Rp3.147,7 triliun pada 2026. Sementara itu, belanja negara ditargetkan mencapai Rp3.786,5 triliun.


"Dengan demikian, defisit anggaran negara dirancang Rp638,8 triliun atau 2,48 persen terhadap PDB," kata Prabowo pada Jumat 15 Agustus 2025.

Prabowo menegaskan pemerintah akan menjaga keseimbangan primer pada fiskal APBN 2026 menuju arah positif, dengan utang yang terkendali dalam batas aman.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya