Berita

Prof. Maila Dinia Husni Rahiem. (Foto: dokumentasi pribadi)

Nusantara

Ilmuwan Indonesia Pimpin 164 Gagasan Global untuk Dunia Berkelanjutan

KAMIS, 14 AGUSTUS 2025 | 16:41 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Ilmuwan Indonesia Prof. Maila Dinia Husni Rahiem dari Universitas Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta memimpin penyusunan dua jilid buku ilmiah Towards Resilient Societies: The Synergy of Religion, Education, Health, Science, and Technology.

Karya ini bukan sekadar buku. Prof. Maila berhasil menghimpun 164 artikel hasil telaah sejawat dari lebih dari 100 institusi di 20 negara. Skala kolaborasi ini menjadikannya salah satu kontribusi ilmiah terbesar dari Asia Tenggara dalam mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs).

Dirilis di Inggris, Diterima Dunia


Dua volume buku ini terbit pada 31 Juli 2025 oleh CRC Press/Balkema, bagian dari Taylor & Francis Group yang berbasis di Oxfordshire, Inggris. Hanya beberapa hari setelah rilis, publikasi ini sudah tercatat di katalog perpustakaan kampus-kampus ternama dunia, termasuk Penn State University, Amerika Serikat. Masuknya buku ini ke sistem katalog internasional menandakan pengakuan cepat atas relevansi dan kredibilitas karya, sekaligus memastikan aksesnya bagi peneliti dan mahasiswa lintas negara.

Gratis dan Terbuka untuk Dunia

Buku ini berstatus open access dan dapat diunduh gratis dari mana saja. Model akses terbuka ini menjadi wujud nyata knowledge sharing, memastikan pengetahuan dan hasil riset dapat menjangkau audiens seluas-luasnya -dari peneliti, mahasiswa, hingga pembuat kebijakan- tanpa hambatan biaya atau lokasi. Dengan cara ini, buku tidak hanya menjadi arsip ilmiah, tetapi juga instrumen untuk memengaruhi kebijakan, memperkuat kapasitas akademik, dan mendorong perubahan positif di berbagai belahan dunia.

Tema Berkelanjutan, Kepedulian yang Terukur

Lebih dari sekadar kumpulan tulisan, karya ini memotret kesadaran global akan pentingnya sustainability. Keterlibatan lebih dari 100 institusi mencerminkan komitmen nyata kampus dan lembaga untuk berkontribusi pada kelestarian lingkungan, pembangunan berkelanjutan, dan kesejahteraan lintas generasi. Publikasi ilmiah bertema keberlanjutan seperti ini menjadi bukti yang dapat diukur dan diakui secara internasional, bahwa riset dan pengetahuan dapat menjadi instrumen perubahan positif bagi dunia.

Dari GreenThink 2024 ke Panggung Kolaborasi Global

Buku ini merupakan keluaran Konferensi Internasional GreenThink 2024 yang digelar secara daring pada 12–13 September 2024 oleh Center for the Study of Religion, Environment and Climate Change  (CESREC) UIN Jakarta.

“Ketangguhan tidak dibangun secara sektoral. Ia lahir dari pertemuan pengetahuan, budaya, dan nilai,” ujar Prof. Maila, Direktur  CESREC, yang juga tercatat dalam daftar Top 2% Scientist Worldwide versi Stanford University.

Para penulis berasal dari berbagai universitas ternama seperti University of Missouri, Central Queensland University, dan Aligarh Muslim University, serta dari Inggris, Amerika Serikat, Australia, Jepang, Singapura, India, Pakistan, Afrika Selatan, hingga Uni Emirat Arab.

Apresiasi dari Pusbindiklatren Bappenas

Sebagai bentuk penghargaan terhadap kontribusi penulis dari Pusat Pembinaan, Pendidikan, dan Pelatihan Perencana (Pusbindiklatren), Kementerian PPN/Bappenas, Kepala Pusbindiklatren, Dr. Wignyo Adiyoso, M.Sc., mengundang Prof. Maila dalam pertemuan khusus pada 6 Agustus 2025.

Pertemuan yang dihadiri secara daring dan luring ini menjadi ajang silaturahmi ilmiah antara editor dan penulis. Dari total 164 artikel, 17 artikel ditulis oleh 60 penulis dari lingkungan Pusbindiklatren Kementerian PPN/Bappenas, dengan 38 di antaranya merupakan perencana. Prof. Maila mendorong para perencana untuk mengubah policy brief menjadi artikel ilmiah bereputasi yang berdampak global.

Berkelanjutan hingga 2026

Buku ini dibagi ke dalam tujuh bidang strategis: pendidikan inklusif, transformasi kebijakan, inovasi sains dan teknologi, peran agama dan etika, bahasa dan humaniora, serta keadilan gender.

Rangkaian publikasi ini tidak berhenti di sini. Pada 2026, akan terbit edisi lanjutan berjudul Harmony in Complexity: Integrating Science, Ethics and Innovation for a Transformative Future. Prof. Maila mengajak para ilmuwan, mahasiswa, dan praktisi yang meneliti tentang keberlanjutan untuk ikut berkontribusi menulis.

“Publikasi ilmiah bertema sustainability adalah salah satu cara nyata bagi individu maupun lembaga untuk menunjukkan kepedulian, membangun reputasi, dan memberi kontribusi bagi dunia yang lebih tangguh,” ujarnya.

Populer

KSAD Maruli: Saya Minta Maaf dan Bertanggung Jawab

Jumat, 04 September 2026 | 20:28

Advokat Pitra Romadoni Dipanggil Polres Bogor

Rabu, 09 September 2026 | 01:15

Masa Jabatan Gibran Tinggal Hitungan Hari

Kamis, 03 September 2026 | 14:46

Muhadjir Terbitkan Surat Pengalihan Kuota Haji Usai Konsultasi ke Jokowi

Selasa, 01 September 2026 | 15:17

KPK Periksa Karyawan PT SCGU

Selasa, 08 September 2026 | 15:34

MAKI Puji Kerja Senyap Jampidsus Kuntadi Fokus Rampas Aset

Selasa, 01 September 2026 | 01:59

Purbaya Bantah Terima Suap untuk Pertahankan Pejabat Bea Cukai

Sabtu, 05 September 2026 | 16:59

UPDATE

Suhud Dorong RUU Ketenagakerjaan Perkuat Perlindungan Buruh dan Kepastian Usaha

Jumat, 11 September 2026 | 16:25

KPK Panggil 3 Tersangka Baru Kasus Suap Pemerasan Sertifikasi K3 Kemnaker

Jumat, 11 September 2026 | 16:19

Trump Sumpah Bareng Pendukung Republik, Ancam yang Tak Nyoblos Masuk Neraka

Jumat, 11 September 2026 | 16:13

Keluarga Dokter Icha Tuntut Tiga Anggota DPRD TTU Tersangka Intimidasi Dipecat

Jumat, 11 September 2026 | 15:58

DPR: Sebelum Batas Waktu, Tim SAR Maksimalkan Upaya Cari Lima Jurnalis di Selat Sunda

Jumat, 11 September 2026 | 15:46

Aljazair Mendadak Putus Hubungan Diplomatik dengan UEA

Jumat, 11 September 2026 | 15:44

Bahlil Tegaskan BUK Migas Belum Diputuskan

Jumat, 11 September 2026 | 15:00

Jejak Korupsi Rejang Lebong Merambah ke Bengkulu, Kini Giliran Ketua DPRD Herimanto Diperiksa

Jumat, 11 September 2026 | 14:54

Kemenhaj Rilis Peserta CAT PPIH 2027 Gelombang 2

Jumat, 11 September 2026 | 14:46

Kemenhut Bakal Tindaklanjuti Temuan Lima Bayi Orangutan di India

Jumat, 11 September 2026 | 14:35

Selengkapnya