Berita

Analis politik IPI Karyono Wibowo. (Foto: RMOL/Raiza Andini)

Politik

PDIP Dukung Pemerintahan Prabowo Bukan karena Amnesti Hasto

RABU, 13 AGUSTUS 2025 | 15:52 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

PDIP mendukung pemerintahan Presiden Prabowo Subianto bukan karena pemberian amnesti kepada Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto.

Hal itu disampaikan analis politik dari Indonesian Public Institute (IPI) Karyono Wibowo merespons kondisi politik nasional saat ini.

“Enggak lah, dari awal kan sebenarnya sudah ada upaya untuk bangun komunikasi politik, kan antara Ibu Mega dengan Pak Prabowo, antara PDIP dengan Gerindra, itu sudah lama sudah melakukan komunikasi di antara dua belah pihak,” tegas Karyono Wibowo kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Rabu, 13 Agustus 2025.


Karyono menerangkan wacana PDIP akan bergabung ke barisan pemerintahan Prabowo Subianto juga sudah santer terdengar sejak lama. Sehingga, tidak ada kaitannya amnesti yang diberikan Prabowo ke Hasto membuat luluh PDIP untuk bergabung.

“Jadi menurut saya terlalu jauh juga menghubungkan amnesti yang diberikan oleh Presiden Prabowo terhadap HK dengan dukungan PDIP terhadap Prabowo itu sudah lama terjadi,” demikian Karyono Wibowo.

Hubungan Megawati dan Prabowo sudah sangat akrab sejak lama. Keduanya pernah berpasangan dalam kontestasi Pilpres 2009 Kala itu pasangan Mega-Prabowo berhadapan dengan SBY-Boediono dan JK-Wiranto. 

Hubungan keduanya makin mesra dengan penandatanganan Perjanjian Batu Tulis. Namun di tengah perjalanan sempat terkoyak dengan hadirnya Jokowi sebagai Capres PDIP pada 2014.

Populer

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gagal Atasi Karhutla, Pecat Menhut Raja Juli!

Jumat, 16 Oktober 2026 | 23:30

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

UPDATE

Sopir BYD Penyebab Tabrakan Beruntun di Jaksel jadi Tersangka

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:52

Asuransi Tugu Pratama Indonesia Digugat Rp3,51 Miliar ke PN Jaksel

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:27

Sukseskan Kemandirian Pangan, Petani Adat Wanam Butuh Pendampingan

Senin, 26 Oktober 2026 | 05:10

DPO Illegal Tapping Pertamina EP Jambi Sukses Diringkus Berkat Sinergitas

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:50

TNI Kirim 4,6 Ton Dry Ice ke Banjarmasin dan Palembang Sukseskan OMC Akhiri Karhutla

Senin, 26 Oktober 2026 | 04:25

Refleksi Kisah Nabi Musa AS dan Fir'aun dalam 2 Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:34

Walkot Bandung Kedepankan Koordinasi Sikapi Bentrokan Berdarah Pasar Caringin

Senin, 26 Oktober 2026 | 03:14

Startup Binaan IPB Raih Potensi Kerja Sama Rp1 Miliar Tembus Pasar Oman

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:47

Dari Nasionalisme ke Tata Kelola dan Reformasi Pasar Modal Indonesia

Senin, 26 Oktober 2026 | 02:17

Boris Tampubolon Beri Tiga Alasan Pasal Kerugian Negara Harus Direvisi

Senin, 26 Oktober 2026 | 01:43

Selengkapnya