Berita

Gibran Rakabuming Raka/Ist

Politik

Gibran Diduga Mulai Kehilangan Pengaruh di Kalangan Parpol Pendukung

SELASA, 12 AGUSTUS 2025 | 16:04 WIB | LAPORAN: AHMAD SATRYO

Sikap Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka tak menyalami para ketum parpol di acara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Bandung Barat, Minggu, 10 Agustus 2025, disinyalir karena merasa kehilangan pengaruh di kancah politik nasional.

Pengamat politik Citra Institute, Efriza mengamati, Gibran berjalan dengan kondisi politik saat ini dengan terdampak adanya gerakan pemakzulan yang dilayangkan Forum Purnawirawan TNI.

Menurut Efriza, sikap tak menyalami Ketua Umum Partai  Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, hingga Ketua Umum Partai Amanat Nasional (PAN) Zulkifli Hasan, hanya bahasa politik.


"Sikap Gibran ini ditengarai karena Gibran merasa tidak didukung oleh para ketua umum partai-partai politik," ujar Efriza kepada Kantor Berita Politik dan Ekonomi RMOL, Selasa, 12 Agustus 2025.

Magister ilmu politik Universitas Nasional (UNAS) itu memandang, para ketum parpol tidak berusaha menggagalkan usaha Forum Prajurit Purnawirawan TNI untuk memakzulkan Gibran.

"Ini juga diyakini Gibran sudah mulai cemas karena pengaruh ayahnya (Presiden ke-7 RI Joko Widodo) mulai menurun drastis karena loyalitas," tuturnya.

Lebih lanjut, Efriza menyampaikan sebab-sebab yang memungkinkan Gibran kecewa dengan tiga parpol tersebut. 

"Jika membedah ke AHY, dianggap karena menyembul ke permukaan seperti media sosial bahwa AHY yang pas menggantikan Gibran," urainya.

"Sedangkan, ke PAN dan PKB dianggap mereka sangat loyal kepada Prabowo, sedangkan ke Bahlil dianggap pasca isu munaslub ternyata tidak lagi kuat loyalitasnya ke mantan presiden Jokowi," pungkas Efriza.

Populer

Kekayaan Ibas Demokrat Naik Lebih 700 Persen dalam Empat Tahun, Total Rp354,7 Miliar

Kamis, 25 Juni 2026 | 05:22

Sony Sonjaya Teringat Pengacara Elza Syarief saat Dicokok Penyidik Kejagung

Rabu, 17 Juni 2026 | 01:00

KPK Sakit Jiwa

Kamis, 25 Juni 2026 | 15:08

Sony Sonjaya Dipaksa Setop Bicara saat Ungkap 26 Nama Diduga Terlibat Kasus MBG

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:07

26 Nama Besar dari Sony Sonjaya di Korupsi MBG Dicatat Rapi

Rabu, 17 Juni 2026 | 03:11

Mitra MBG Ultimatum BGN Cabut SE 12/2026 2x24 Jam

Selasa, 23 Juni 2026 | 18:32

Tiket Jakarta Fair Tidak Ramah Kantong Rakyat Berpenghasilan Rendah

Rabu, 17 Juni 2026 | 02:21

UPDATE

Penumpang Melonjak di Libur Sekolah, Whoosh Hadirkan Promo Wisata

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:57

Razman Dieksekusi

Sabtu, 27 Juni 2026 | 19:29

Purbaya Bantah Restitusi Pajak Ditahan, Tuding Ada Permainan Oknum DJP

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:51

Dari Kandang ke Kanopi Hutan: Tiga Orangutan Hasil Rehabilitasi Kembali ke Alam Liar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 18:45

Perjalanan Tengkar KH Miftachul Akhyar

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:52

Punya Integritas, Zulhas Lantik Uya Kuya Pimpin PAN Jakarta

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:34

Terus Meningkat, Mayoritas Publik Tak Puas Kinerja Wapres Gibran

Sabtu, 27 Juni 2026 | 17:22

Dikuasai Gaya Hidup, Pasar Indonesia Diincar Asing

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:41

Polisi Tangkap Perantara Jual Beli Sabu 1 Kg di Pasar Baru

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:29

JK Resmikan Pembangunan Masjid Hajjah Yuliana Bekas Kantor Polisi di Melbourne

Sabtu, 27 Juni 2026 | 16:00

Selengkapnya