Berita

Ilustrasi/Net

Bisnis

Gelombang Mobil Impor Banjiri RI, 76 Ribu Unit Masuk hingga Juli 2025

SELASA, 12 AGUSTUS 2025 | 12:41 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Industri otomotif nasional kian ramai dengan masuknya berbagai merek baru, terutama dari China. Sebagian besar memilih strategi impor utuh alias Completely Built Up (CBU) sebelum berinvestasi membangun fasilitas produksi di Indonesia.

Data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) mencatat, sepanjang Januari-Juli 2025 sudah ada 76.755 unit mobil CBU masuk ke Tanah Air dari berbagai negara, di mana puncak pengiriman tercatat pada Juli 2025.

BYD menjadi pemain terbesar di segmen ini. Produsen mobil listrik asal China itu mengimpor 20.795 unit mobil dalam tujuh bulan pertama tahun ini, seluruhnya dikirim langsung dari China karena belum memiliki pabrik atau mitra perakitan lokal. Adapun lonjakan tertinggi terjadi pada Juli, dengan 7.235 unit mobil masuk ke Indonesia.


Model BYD M6 menjadi yang terlaris dengan 4.178 unit, disusul Sealion 7 sebanyak 2.381 unit. Model lainnya yakni Atto 3 (574 unit), Dolphin (500 unit), dan Seal (300 unit).

Di posisi kedua, Toyota tercatat mengimpor 18.673 unit mobil dari berbagai negara. Model yang dibawa antara lain Vios, Corolla Altis, Camry, GR 86, Alphard, Vellfire, Hilux, hingga Hilux Rangga.

Sementara itu, merek Denza yang hanya menjual satu model D9 mampu menempati posisi keempat dengan 7.892 unit. MPV premium ini dibanderol Rp950 juta per unit.

Berikut daftar 10 merek dengan impor mobil terbanyak sepanjang 2025:

1. BYD 20.795 unit
2. Toyota 18.673 unit
3. Mitsubishi Motors 8.525 unit
4. Denza 7.892 unit
5. Suzuki 5.543 unit
6. AION 3.126 unit
7. Geely 1.800 unit
8. Mazda 1.677 unit
9. Hyundai 1.564 unit
10. Lexus 1.396 unit.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

UPDATE

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Hadir Bersama Habib Jindan di Safari Sholawat Lombok

Senin, 12 Oktober 2026 | 22:08

PLN Siapkan Integrasi EBT PLTP Wayang Windu Unit 3 ke Sistem Kelistrikan Jabar

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:54

Gaduh Dugaan Aturan Selundupan, Doli Sentil Hasyim: Jabatan Komisaris Hadiah dari Siapa?

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:44

Sertijab Menlu, Arrmanatha Tegaskan Arah Polugri Indonesia Tidak Berubah

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:28

Kades Ciangsana Bakal Mediasi Polemik Bangunan 480 Meter Persegi di Coatesville

Senin, 12 Oktober 2026 | 21:07

Bank Jakarta dan PAM Jaya akan Melantai di Bursa, Ini Respons Senator Fahira

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:37

Berat Langkah IHSG Kembali ke 9.000, Saham Konglo Tak Akan Bangkit?

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:28

Danantara Diandalkan Pacu Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:22

AMDK dan Komoditas Mamin Harus Dikecualikan dalam Pelarangan Truk Sumbu 3

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:21

Komisi II Buka Peluang RDP Bahas Putusan MK pada Gibran

Senin, 12 Oktober 2026 | 20:02

Selengkapnya