Berita

Momen Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka tidak menyalami Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)/YouTube

Politik

Ogah Salaman, Gibran Diduga Lagi Marah Sama AHY

SELASA, 12 AGUSTUS 2025 | 00:27 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Ulah Wapres Gibran Rakabuming Raka yang tidak menyalami Menko Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dalam Upacara Gelar Pasukan Operasional dan Kehormatan Militer di Lapangan Udara Suparlan, Pusdiklatpassus, Batujajar, Kabupaten Bandung Barat, pada Minggu 10 Agustus 2025, menimbulkan tanya publik.

Banyak warganet yang menebak-nebak alasan Gibran tidak menyalami putra sulung Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) tersebut.

Pegiat media sosial Taufiq Q. Muftie menduga Gibran lagi marah sama AHY sehingga tidak menyalaminya. 


"Kayaknya Gibran lagi marah sama AHY deh. Kenapa AHY tidak disalami Wapres saat di acara Pelantikan Wakil Panglima TNI dan 6 Pangdam di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung Barat, Minggu (10/8/2025) kemarin. Niru cara ayahnya tuh Gibran. Kurang Etika. Tetap semangat AHY," tulis Taufiq Melalui akun X miliknya, dikutip Senin 11 Agustus 2025.

Bukan cuma AHY, Gibran juga terpantau tidak menyalami Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar, dan Menko Bidang Pangan Zulkifli Hasan. 

Dilihat dari YouTube Sekretariat Presiden, Gibran awalnya tiba menggunakan maung putih sekitar pukul 08.50 WIB. Gibran yang mengenakan baju safari cokelat datang lebih dahulu dari Presiden Prabowo Subianto. 

Gibran kemudian berjalan menuju panggung utama. Di sana, sudah hadir beberapa menteri. Gibran tampak melewati AHY,
Bahlil Lahadalia, Muhaimin Iskandar, dan Zulkifli Hasan. Gibran tidak menyalami mereka. 

Terlihat Gibran langsung menyalami Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan Marsekal Tonny Harjono. Setelah itu, Gibran duduk di tempat yang disediakan.





Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

Kubu Jokowi Bergerak Senyap untuk Jatuhkan Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:15

Lima Destinasi Wisata di Bogor Bisa Jadi Alternatif Nikmati Libur Lebaran

Rabu, 25 Maret 2026 | 06:02

Program Mudik Gratis Presisi 2026 Cermin Nyata Transformasi Polri

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:51

Negara-negara Teluk Alergi Iran

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:37

Jika Rakyat Tak Marah, Roy Suryo Cs sudah Lama Ditahan

Rabu, 25 Maret 2026 | 05:13

Gegara Yaqut, KPK Tak Tahan Digempur +62 Siang Malam

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:23

Waspada Kemarau Panjang Landa Jawa Barat

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:15

KPK Ikut Ganggu Prabowo

Rabu, 25 Maret 2026 | 04:01

Elektrifikasi Total

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:37

Kasus Penahanan Yaqut Jadi Kemunduran Penegakan Hukum

Rabu, 25 Maret 2026 | 03:18

Selengkapnya