Berita

Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ryaas Rasyid/Ist

Politik

Ryaas Rasyid: Jokowi Tak Punya Ijazah UGM!

SENIN, 11 AGUSTUS 2025 | 02:36 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kasus dugaan ijazah palsu Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi sepertinya terus menggelinding.

Terbaru, Guru Besar Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) Ryaas Rasyid meyakini bahwa Jokowi tidak memiliki ijazah sarjana sah dari Universitas Gadjah Mada (UGM).

Penegasan tersebut disampaikan Ryaas melalui kanal YouTube Abraham Samad Speak Up yang dikutip redaksi Senin 11 Agustus 2025.


Ryaas menilai banyak kejanggalan serius yang mengarah pada kesimpulan bahwa ijazah Jokowi patut diragukan.

“Kalau memang asli, mengapa disembunyikan? Apa yang ditakutkan? Menurut saya, sesuatu yang disembunyikan itu bermasalah. Takut ketahuan," kata Ryaas.

Menteri Negara Pendayagunaan Aparatur Negara era Presiden Abdurrahman Wahid atau Gus Dur ini menyoroti sikap Jokowi yang menolak memamerkan ijazahnya secara terbuka ke publik.

Padahal tudingan ijazah palsu sudah bergulir selama bertahun-tahun. Menurutnya, jika dokumen tersebut sah, cukup ditunjukkan saja tanpa harus melibatkan proses hukum yang berbelit-belit.

"Hebatnya dia (Jokowi) menyebutkan dia akan menunjukkan (ijazah) kepada pengadilan. Tapi di Pengadilan Solo juga tidak juga muncul ijazah. Dia bilang menunjukkan kepada polisi," kata peneliti politik senior ini.

Hingga akhirnya, Ryaas mengaku berkesimpulan Jokowi tidak memiliki ijazah sah. 

"Jadi kalau ada ijazah yang dia pegang pasti palsu," kata Ryaas.




Populer

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

Pergantian KSAD jadi Sinyal Skenario Baru Penentuan Panglima TNI

Sabtu, 17 Oktober 2026 | 03:02

UPDATE

Prabowo Tegaskan Indonesia Tidak Takut Ancaman MSCI

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:32

Buruh Usul UMP 2027 Naik 9,5 Persen, Ini Respons Menaker

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:20

Ombudsman Ungkap Titik Rawan Korupsi di Layanan Pertanahan dan Kebencanaan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:19

Kasus CSR BI Jalan di Tempat, MAKI dan ARUKKI Bersiap Ajukan Praperadilan

Rabu, 21 Oktober 2026 | 16:12

Pembenahan MBG hingga Program 3 Juta Rumah jadi PR Besar Prabowo

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:59

Begini Jurus BI Stabilkan Rupiah Hadapi Ancaman MSCI hingga Konflik Geopolitik

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:58

Nusron Hadiri Sidang Kabinet Paripurna setelah Dua Kali Absen Pemeriksaan KPK

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

PJJ dan WFH Bisa Jadi Opsi Antisipasi Asap Karhutla

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:53

UU Pelindungan Ketenagakerjaan Masih Diproses Setneg, Yassierli Minta Publik Bersabar

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:50

Event Konser hingga Festival Belanja Jadi Mesin Uang Jakarta

Rabu, 21 Oktober 2026 | 15:48

Selengkapnya