Berita

Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden AS Donald Trump/Net

Global

Trump Siap Temui Putin Tanpa Zelensky di Meja Perundingan

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 14:37 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa ia siap bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin untuk membahas perang Ukraina, tanpa mewajibkan pertemuan antara Putin dan Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky terlebih dahulu.

Pernyataan tersebut menghapus anggapan sebelumnya bahwa dialog langsung Putin-Zelensky menjadi prasyarat pertemuan langsung antara Putin dan Trump. 

Trump sebelumnya memberi Moskow tenggat hingga Jumat, 8 Agustus 2025 untuk menyetujui gencatan senjata atau menghadapi sanksi baru.


Namun saat ditanya wartawan di Ruang Oval apakah tenggat itu masih berlaku, Trump tidak memberikan kepastian.

"Semuanya terserah (Putin). Kita lihat saja apa yang akan dia katakan," ujar Trump, seperti dikutip dari AFP.

Ketika ditanya apakah Putin diwajibkan bertemu Zelensky sebelum KTT, Trump menegaskan: "Tidak, dia tidak perlu."

Jika terlaksana, ini akan menjadi pertemuan pertama antara presiden AS dan Rusia sejak Joe Biden bertemu Putin di Jenewa pada Juni 2021. Trump dan Putin terakhir kali bertemu pada KTT G20 di Jepang pada 2019.

Sejak kembali ke Gedung Putih pada Januari lalu, Trump terus menekan Moskow untuk menghentikan serangan militernya di Ukraina. 

Kremlin mengumumkan bahwa Putin dijadwalkan menghadiri pertemuan puncak dengan Trump dalam beberapa hari mendatang  dan menyebut Uni Emirat Arab sebagai lokasi potensial, meskipun Washington belum mengonfirmasi tempat maupun tanggal.

Di Kyiv, Zelensky menegaskan Ukraina harus dilibatkan dalam setiap perundingan damai. 

“Adalah wajar jika Ukraina menjadi peserta dalam negosiasi ini,” ujarnya dalam pidato malamnya.

Ia juga menyerukan agar negara-negara Eropa ikut serta, mengingat Ukraina sedang dalam proses bergabung dengan Uni Eropa.

Sementara itu, Putin menilai masih ada jarak sebelum pertemuan langsung dengan Zelensky dapat digelar. 

“Kondisi tertentu harus diciptakan untuk ini. Sayangnya, kita masih jauh dari menciptakan kondisi seperti itu,” kata dia. 

Dalam pembicaraan sebelumnya di Istanbul, Rusia mengajukan tuntutan teritorial yang keras, termasuk agar Kyiv menarik pasukan dari wilayah yang masih dikuasainya dan menghentikan dukungan militer Barat.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Kapolri Suyudi Berpeluang dapat Serangan Balik

Jumat, 06 November 2026 | 04:27

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Panglima TNI Bantah Seskab Teddy Diperiksa Polisi Militer

Sabtu, 07 November 2026 | 09:32

Upaya Makar Geng Solo

Sabtu, 07 November 2026 | 05:07

UPDATE

Fokusmaker Sentil Azis Narang: Jangan Jual SOKSI untuk Kepentingan Politik Pribadi

Sabtu, 07 November 2026 | 18:26

Airlangga Akui Kasus Penyadapan pada Presiden Ganggu Sentimen Investor

Sabtu, 07 November 2026 | 18:17

Bantah Terlibat Penyadapan Ilegal, Bahlil: Ini Ulah Abuleke

Sabtu, 07 November 2026 | 17:48

ARBI Bakal Gelar Aksi Akbar di Al-Azhar, Ini Lima Tuntutannya

Sabtu, 07 November 2026 | 17:40

HUT ke-73 KPU Dirayakan Sederhana, Refleksi Integritas Bareng Para Mantan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:45

Ketum Peradi Profesional: Advokat Bukan Pelengkap Peradilan

Sabtu, 07 November 2026 | 16:08

Menimbang Perpres 107/2026 dan Dampaknya pada Kelancaran Pengadaan Energi

Sabtu, 07 November 2026 | 15:48

Tekanan Jual Mereda, Harga Bitcoin Menguat ke 75.928 Dolar AS

Sabtu, 07 November 2026 | 15:40

Film Rencana Besar untuk Mati dengan Tenang Tayang Jelang Imlek

Sabtu, 07 November 2026 | 15:18

Pangdam XXII/Tambun Bungai Pimpin Pemulangan Jenazah Sertu Anumerta Heri Prasetyo ke Kediri

Sabtu, 07 November 2026 | 15:14

Selengkapnya