Berita

Ilustrasi/RMOL

Bisnis

Harga Bitcoin Tembus Rp1,8 Miliar, Tiga Hal Ini jadi Pemicu

JUMAT, 08 AGUSTUS 2025 | 11:22 WIB | LAPORAN: RENI ERINA

Harga Bitcoin melonjak 2,14 persen dalam 24 jam terakhir hingga mencapai 116.841 Dolar AS per keping (sekitar Rp1,8 miliar) pada Jumat pagi, 8 Agustus 2025, menurut data CoinMarketCap.

Kenaikan ini dipicu oleh tiga faktor utama, yaitu membaiknya sentimen pasar, pelemahan nilai Dolar AS, dan kabar positif dari perkembangan industri kripto di Amerika Serikat (AS).

Sejak titik terendahnya di kisaran 112 ribu Dolar AS pada 2 Agustus, Bitcoin sudah naik sekitar 4,5 persen. Titik terendah tersebut terjadi setelah ekspektasi pasar terkait pemangkasan suku bunga The Fed berubah, sementara Dolar AS sempat menguat.


Dukungan besar untuk pasar kripto datang dari kebijakan Presiden AS Donald Trump. Ia baru-baru ini menandatangani perintah eksekutif yang memungkinkan dana pensiun 401(k) diinvestasikan ke aset alternatif seperti kripto.

Potensi dampaknya cukup besar, total dana pensiun 401(k) di AS bernilai sekitar 9 triliun dolar AS. Jika hanya 0,5% saja dialokasikan ke Bitcoin, nilainya setara 45 miliar dolar AS yang masuk ke pasar.

Kebijakan ini bisa menghilangkan hambatan institusional dan menciptakan permintaan jangka panjang. Mengingat suplai Bitcoin yang terbatas, arus modal baru dari dana pensiun dapat memberi dorongan besar pada harga.

Dana pensiun 401(k) adalah program tabungan pensiun yang umum dipakai di Amerika Serikat, mirip seperti BPJS Ketenagakerjaan (program JHT) di Indonesia, tapi dengan sistem investasi yang lebih fleksibel.

Populer

Pensiunan ASN Bakal Terima Uang Pensiun Langsung dari Kas Negara pada 2027

Sabtu, 10 Oktober 2026 | 16:07

Siaga 98 Desak DPR Kaji Putusan MK Terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 09:41

Kuliah Bukan Bukti Tamat SMA

Senin, 12 Oktober 2026 | 10:55

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Bupati Klaten Dikabarkan Terjaring OTT KPK

Kamis, 15 Oktober 2026 | 11:10

Adik dan Orang Kepercayaan Kepala BNPB Suharyanto Dikabarkan Ditetapkan Tersangka KPK

Rabu, 14 Oktober 2026 | 10:12

UPDATE

Wamenko Dradjad: Penilaian MSCI Tidak Selalu Benar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 16:23

Trump Bicara Soal Denuklirisasi dengan Rusia dan Tiongkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:43

PGN Perkuat Efisiensi dan Daya Saing Bisnis Melalui Inisiatif Dekarbonisasi Berkelanjutan

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:22

Kawasan Industri Diajak Cak Imin Bantu Korban Karhutla

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:11

OJK Denda DSSA, BREN, CUAN Rp2,1 Triliun, Sanksi 835 Pihak Tembus Rp390 Miliar

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:03

DIM RUU Migas Hampir Rampung 90 Persen

Jumat, 16 Oktober 2026 | 15:00

Airlangga Heran MSCI Mendadak Ancam Cabut Status Emerging Market RI Usai Bertemu Menkeu-BI di Bangkok

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:52

Pimpin Nasdem Garut, Lola Nelria: Partai Harus Hadir dalam Kehidupan Masyarakat

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:46

Houthi Serang Istana Presiden Yaman, Lima Meninggal Dunia

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:41

Kopdes Butuh Talenta Utuh agar Jadi Pusat Pertumbuhan Ekonomi Desa

Jumat, 16 Oktober 2026 | 14:34

Selengkapnya