Berita

Presiden Prabowo Subianto dan Presiden ke-7 Joko Widodo/Ist

Publika

Pelajaran dari Rezim Jokowi ke Prabowo, Ibarat Gula Jadi Ampas Kopi

OLEH: JEJEP FALAHUL ALAM
RABU, 06 AGUSTUS 2025 | 22:12 WIB

KEKUASAAN itu ibarat musim semi. Saat jabatan dikuasai, pejabat itu bak seperti gula, manis, dan dikerubungi banyak orang. Nyaris semua orang tiba-tiba ingin mendekat, merapat, bahkan memuji bak seorang dewa.

Namun saat musim berganti, dan kursi jabatan tak lagi duduki, ia akan seperti ampas kopi, dibuang tanpa sisa. Ironisnya, orang-orang yang dulu berada di barisan terdepan, pura-pura sibuk, bahkan lupa tak pernah mengenalnya.

Berkaca pada perjalanan politik Presiden ke-7 RI Joko Widodo alias Jokowi dan Presiden Prabowo Subianto saat ini, ternyata telah memberi contoh nyata betapa rapuhnya kesetiaan di panggung kekuasaan.


Jokowi, di masa kejayaannya, disanjung bak pemimpin tanpa cacat. Setiap pidato ditunggu, setiap gerak dipuji, setiap kebijakan dielu-elukan. Tapi begitu masa jabatannya lengser. Perlahan ia mulai merasakan kesepian. Meski ia masih disorot, tapi sorotannya bukan hal positif, tapi terkait dugaan ijazah palsu.

Prabowo pun mengalami hal yang tak kalah dramatis. Dulu ia sering jadi sasaran kritik keras, bahkan dikritik oleh sebagian kalangan. Namun, begitu kursi presiden digenggam, ia pun menjadi magnet kekuasaan.

Orang-orang yang dulu menuduhnya ini-itu, kini berebut barisan terdepan, siap memuji dan membela. Begitulah politik, bukan soal benar atau salah, tapi soal di mana matahari kekuasaan sedang bersinar. Disitulah barisan penjilat ikut dalam barisan.

Di titik inilah kita banyak belajar. Dunia kekuasaan dan jabatan itu penuh dengan kepalsuan. Semua orang yang ada di lingkaran kekuasan itu semu.

Baik itu pimpinan organisasi, lembaga atau instansi, termasuk para pengusaha sekalipun. Mereka hanya akan berdiri di depan penguasa, saat jabatan itu masih bersemayam. Usai itu ia pasti ditinggalkan.

Jokowi maupun Prabowo pasti paham betul situasi pahit ini, bahwa loyalitas di panggung politik hanya setebal kartu nama. Begitu kepentingan selesai, kartu itu dibuang bahkan dibakar jika terpaksa. Inilah realitas pahit yang sering disamarkan oleh senyum dan jabat tangan.

Maka, bagi siapa pun yang sedang berada di puncak, baik di politik, bisnis, atau karier, ingatlah saat ini Anda seperti gula.

Tapi jangan kaget, ketika musim berganti, Anda bisa jadi ampas kopi. Maka ujian sejati bukan saat kita dikerubungi banyak orang, tapi saat kita berdiri sendirian, melihat siapa yang tetap bertahan di sisi kita.

Fenomena ini bukan hanya terjadi di ruang lingkup kekuasaan di pusat, tapi merambah di provinsi, kota dan kabupaten, bahkan di level desa termasuk di level dinas dan instansi.

Akhirnya politik kekuasan mengajarkan kita, kawan sejati hanya terlihat saat musim manis berganti menjadi musim pahit.

Semoga kita dapat memetik pelajaran dari apa yang kita alami dalam kehidupan sehari-hari.

*Penulis adalah Alumni Pondok Pesantren Kebon Jambu Babakan Ciwaringin Cirebon, dan Ketua LTN PCNU Majalengka

Populer

KPK Bakal Dalami Data Intelijen soal Dugaan Suap ke Purbaya dan Anggota Komisi XI DPR

Kamis, 27 Agustus 2026 | 02:24

KPK OTT Rektor Unsoed Prof Akhmad Sodiq

Jumat, 21 Agustus 2026 | 08:01

Dakwaan Lemah, Perkara Chromebook Murni Rekayasa

Kamis, 27 Agustus 2026 | 14:31

Profil Akhmad Sodiq, Rektor Unsoed yang Terjaring OTT KPK

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 09:02

Tidak Benar Menag Nasaruddin Umar Mundur

Rabu, 26 Agustus 2026 | 18:06

KPK Sebut Iptu Dias Tak Bisa Dijerat Dewas, Penanganan Etik Diserahkan ke Polri

Senin, 24 Agustus 2026 | 11:47

Belasan Teman Jokowi Bagusnya Batal Jadi Saksi Sidang soal Ijazah

Sabtu, 22 Agustus 2026 | 03:14

UPDATE

Thoriqoh itu Fokus ke Allah, Bukan ke Jokowi dan PSI

Selasa, 01 September 2026 | 05:52

Enam Program Prioritas Sektor Kelautan-Perikanan Jamin Kesejahteraan Masyarakat

Selasa, 01 September 2026 | 05:26

IAW Soroti Tersendatnya INA-24: Sampai Kapan Berlindung di Balik Warisan?

Selasa, 01 September 2026 | 04:53

Prabowo Terima KTA NU

Selasa, 01 September 2026 | 04:29

Onduline Siapkan Produk dan SDM Terbaik Dukung Pembangunan Sekolah Rakyat

Selasa, 01 September 2026 | 03:59

Tragedi Kelas Menengah, Terjepit dan Terlupakan

Selasa, 01 September 2026 | 03:47

Sempat 13 Hari Hilang Kontak di Laut, Awak KM El Malika Bersiap Kembali ke Rumah

Selasa, 01 September 2026 | 03:25

TNI Perkuat Penanganan Karhutla Melalui Penyuluhan

Selasa, 01 September 2026 | 02:55

Usung Konsep "Moving for Longevity", Fervid Pilates Studio Perluas Edukasi Komunitas

Selasa, 01 September 2026 | 02:42

Merawat Konsep Ekonomi-Politik Hatta

Selasa, 01 September 2026 | 02:20

Selengkapnya