Berita

Penandatanganan Pakta Integritas di Auditorium Universitas Bakrie/Ist

Politik

Universitas Bakrie Teken Pakta Integritas Ciptakan Kampus Aman

RABU, 06 AGUSTUS 2025 | 21:39 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Universitas Bakrie menunjukkan komitmennya menciptakan kampus yang aman dan bebas kekerasan dengan menandatangani Pakta Integritas di Auditorium Universitas Bakrie, lantai 42 Bakrie Tower, Jakarta.

Acara ini digelar oleh Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Perguruan Tinggi (Satgas PPKPT) UBakrie dan dihadiri oleh pimpinan kampus, mahasiswa, serta perwakilan LLDIKTI Wilayah III.

Rektor Universitas Bakrie, Prof. Sofia W. Alisjahbana, menegaskan pentingnya menciptakan lingkungan kampus yang aman bagi semua pihak.


“Ini adalah bentuk nyata keseriusan kami dalam melindungi seluruh civitas akademika. Pakta Integritas ini menjadi wujud tanggung jawab institusi dalam memberikan rasa aman, memastikan hak-hak korban terlindungi, serta memperjelas bahwa kekerasan tidak punya tempat di Universitas Bakrie,” ujar Prof. Sofia lewat keterangan resminya, Rabu, 6 Agustus 2025.

Senada dengan itu, Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, menyebut kekerasan di perguruan tinggi adalah masalah serius yang harus ditangani bersama.

“Kita harus memastikan bahwa kanal-kanal pelaporan yang sudah tersedia dimanfaatkan dengan maksimal oleh perguruan tinggi. Penandatanganan Pakta Integritas ini adalah langkah awal untuk memperkuat tanggung jawab bersama dalam mewujudkan kampus yang aman,” katanya.

Ketua Satgas PPKPT UBakrie, Ananda Fortunisa, menegaskan bahwa perlindungan korban adalah prioritas utama. Satgas akan terus menggiatkan edukasi, sosialisasi, hingga pendampingan hukum dan psikologis.

“Kami hadir tidak hanya untuk menindaklanjuti laporan, tetapi juga memberikan ruang aman bagi para korban untuk bersuara dan mendapatkan pendampingan penuh sesuai amanat regulasi terbaru Permendikbudristek Nomor 55 Tahun 2024,” jelasnya.

Dalam sesi sosialisasi, Dr. Ummu Salamah dari Universitas Nasional menekankan pentingnya perlindungan hukum bagi korban kekerasan di kampus.

“Setiap korban harus mengetahui bahwa ia berhak atas keadilan, perlindungan identitas, serta dukungan hukum dan psikologis,” ucapnya.

Sementara itu, Psikolog Ika Amalia Kusumawardhani dari Yayasan Pulih menyoroti dampak psikologis jangka panjang dari kekerasan.

“Kekerasan di kampus bukan sekadar isu individual, melainkan berdampak besar pada komunitas kampus secara keseluruhan,” tegas Ika Amalia.

Taufan Setyo Pranggono dari LLDIKTI Wilayah III turut menjelaskan tentang pemanfaatan sistem pelaporan digital CRS (Crisis Response System) yang menjamin kerahasiaan dan penanganan serius terhadap setiap laporan.

“Kami pastikan semua laporan mendapatkan tindak lanjut serius dan menjaga kerahasiaan pelapor. Setiap suara berharga dan harus mendapat tempat yang aman untuk bersuara,” kata Pak Taufan.

Acara ditutup dengan penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh elemen kampus, menandai langkah nyata Universitas Bakrie menuju lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan bebas kekerasan.

Populer

KPK Dikabarkan Gelar OTT di Cilacap Jawa Tengah

Jumat, 13 Maret 2026 | 14:54

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Rismon Ajukan RJ Kasus Ijazah Palsu Jokowi, Dokter Tifa: Perjuangan Memang Berat

Kamis, 12 Maret 2026 | 03:14

Memalukan! Rismon Ajukan Restorative Justice

Kamis, 12 Maret 2026 | 02:07

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

UPDATE

Polisi Berlakukan One Way Sepenggal Menuju Wisata Lembang Bandung

Minggu, 22 Maret 2026 | 18:11

Status Tahanan Rumah Yaqut Buka Celah Intervensi, Penegakan Hukum Terancam

Minggu, 22 Maret 2026 | 17:38

Balon Udara Bawa Petasan Meledak, Atap Rumah Jebol

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:54

Prabowo: Lebih Baik Uang Dipakai Rakyat Makan daripada Dikorupsi

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:47

Puncak Arus Balik Lebaran 2026 Terbagi Dua Gelombang

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:37

Trump Ultimatum Iran: 48 Jam Buka Hormuz atau Pusat Energi Dihancurkan

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:27

KPK Cederai Keadilan Restui Yaqut Tahanan Rumah

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:03

Prabowo Tegaskan RI Tak Pernah Janji Sumbang Rp17 Triliun ke BoP

Minggu, 22 Maret 2026 | 16:01

Istana: Prabowo-Megawati Berbagi Pengalaman hingga Singgung Geopolitik

Minggu, 22 Maret 2026 | 15:46

Idulfitri di Kuala Lumpur, Dubes RI Serukan Persatuan dan Kepedulian

Minggu, 22 Maret 2026 | 14:47

Selengkapnya