Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto/RMOL

Bisnis

Airlangga Bantah Tuduhan Pemerintah Poles Data Pertumbuhan Ekonomi RI

RABU, 06 AGUSTUS 2025 | 13:57 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menepis tudingan bahwa pemerintah memoles data pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga mencapai 5,12 persen pada kuartal II 2025.

"Mana ada (permainan data pertumbuhan ekonomi)," tegas Airlangga saat ditemui di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa 5 Agustus 2025.

Airlangga merinci data yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS). Ia mencontohkan, konsumsi masyarakat tercatat tumbuh 4,97 persen, yang merupakan kontributor utama terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional, dengan porsi mencapai 54 persen pada periode tersebut.


Lebih lanjut, Airlangga membeberkan sejumlah indikator lain yang memperkuat pertumbuhan ekonomi tersebut. Di antaranya, investasi yang tumbuh 6,99 persen, transaksi ritel meningkat, penggunaan uang elektronik naik 6,26 persen, serta transaksi di platform marketplace yang tumbuh 7,55 persen secara kuartalan.

"Kemudian, dari perjalanan, akibat kita membuat kebijakan (stimulus). Baik itu (diskon tiket) pesawat, kereta api, maupun jalan tol. Itu perjalanan wisatawan nusantara tumbuh 22,3 persen, wisatawan mancanegara tumbuh 23,32 persen," jelasnya.

Airlangga menambahkan, penciptaan lapangan kerja juga menjadi indikator dari pertumbuhan ekonomi tersebut. Ia mencatat hampir 3,6 juta lapangan kerja tercipta selama periode tersebut.

BPS sebelumnya melaporkan bahwa ekonomi Indonesia di kuartal II 2025 tumbuh 5,12 persen secara tahunan (yoy), berdasarkan PDB atas dasar harga berlaku mencapai Rp5.947 triliun, sedangkan atas dasar harga konstan sebesar Rp3.396,3 triliun.

Sementara itu, sejumlah ekonom mendesak pemerintah untuk membuka data secara transparan terkait capaian hingga metodologi penghitungan pertumbuhan ekonomi.

“Tidak ada momen Ramadan, tidak ada faktor musiman seperti tahun-tahun sebelumnya, tapi kenapa justru pertumbuhannya melonjak cukup tinggi? Ini yang harus dibedah lebih dalam, apakah ini anomali atau jangan-jangan ada praktik window dressing data,” kata Kepala Pusat Industri, Perdagangan, dan Investasi INDEF, Andry Satrio Nugroho, Rabu, 6 Agustus 2025.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya