Berita

Wakil Ketua MPR RI Eddy Soeparno/RMOL

Politik

Pembangunan PLTP di Pangrango dan Flores Ditolak Warga, Ini Kata Eddy Soeparno

SELASA, 05 AGUSTUS 2025 | 17:44 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Wakil Ketua MPR RI dari Fraksi PAN, Eddy Soeparno, angkat bicara terkait sejumlah penolakan masyarakat terhadap pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di beberapa daerah seperti kawasan Pangrango, Jawa Barat, dan Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Menurut Eddy, penolakan tersebut sebagian besar disebabkan oleh kurangnya pemahaman masyarakat terhadap rencana pengembangan PLTP itu sendiri. 

Ia menilai kekhawatiran soal dampak lingkungan yang muncul akibat pengeboran dan pengoperasian PLTP perlu dijawab melalui edukasi dan pelibatan publik.


“Penolakan masyarakat tersebut tentu berasal dari kekurangpahaman masyarakat terkait rencana pengembangan PLTP tersebut. Dikhawatirkan bahwa pengeboran dan kemudian rencana pengembangannya itu akan berdampak negatif terhadap lingkungan hidup, terhadap kawasan, membahayakan, sehingga masyarakat kemudian menolaknya,” ujar Eddy kepada RMOL, Selasa 5 Agustus 2024. 

Atas dasar itu, Eddy yang juga Wakil Ketua Umum PAN ini mendorong adanya partisipasi aktif masyarakat dalam proses perencanaan pembangunan. 

“Diperlukan partisipasi masyarakat untuk ikut hadir, melihat, mendengarkan, mendapatkan masukan dari pengembang, dari Pemda tentang manfaat yang akan dibawa oleh PLTP, termasuk rencana pengembangannya yang relatif adalah aman,” kata Eddy.

Sebab, menurutnya, masyarakat perlu diberikan ruang untuk mendapatkan informasi dari pemerintah daerah dan pengembang, termasuk mengenai manfaat serta aspek keamanan dari PLTP.

“Sehingga hal ini akan bermanfaat untuk masyarakat sekitarnya,” kata Anggota Komisi XII DPR ini.

Eddy mencontohkan keberhasilan proyek PLTP di Dieng, Jawa Tengah, yang telah terbukti beroperasi dengan baik serta memberikan manfaat ekonomi dan sosial bagi masyarakat sekitar.

“PLTP Dieng itu beroperasi dengan sangat baik dan ikut mensejahterakan masyarakat sekitarnya, ikut menyerap tenaga kerja dan memberikan kontribusi terhadap perekonomian di kawasan Dieng dan sekitarnya,” tegasnya.

Lebih jauh, Eddy berharap ke depan masyarakat bisa lebih memahami potensi positif dari pengembangan PLTP, sehingga penolakan yang selama ini muncul dapat berubah menjadi dukungan.

“Demikian kami harapkan bahwa kedepannya masyarakat bisa ikut memahami secara lebih jelas sehingga penolakan itu berbuah kemudian menjadi berbuah penerimaan dan justru didukung oleh masyarakat,” pungkasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Tiga Tahun UU TPKS: DPR Soroti Masalah Penegakan Hukum dan Temuan Kasus di Lapas

Kamis, 15 Januari 2026 | 12:08

Komisi III DPR Mulai Bahas RUU Perampasan Aset Tindak Pidana

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:48

Utang Luar Negeri Indonesia Kompak Menurun

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:34

Giliran Ketua DPD PDIP Jawa Barat Ono Surono Diperiksa KPK di Kasus OTT Bupati Bekasi

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:19

Muncul Tudingan Pandji Antek Asing di Balik Kegaduhan Mens Rea

Kamis, 15 Januari 2026 | 11:04

Emas Antam Naik Terus, Tembus Rp2,67 Juta per Gram!

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:54

KPK Tak Segan Tetapkan Heri Sudarmanto Tersangka TPPU

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:43

TAUD Dampingi Aktivis Lingkungan Laporkan Dugaan Teror ke Bareskrim

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:28

Istana Ungkap Pertemuan Prabowo dan Ribuan Guru Besar Berlangsung Tertutup

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:27

Update Bursa: BEI Gembok Saham Tiga Saham Ini Akibat Lonjakan Harga

Kamis, 15 Januari 2026 | 10:17

Selengkapnya