Berita

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto saat jumpa pers di di kantor Kemenko Perekonomian/RMOL

Bisnis

Tumbuh Positif, Ekonomi Indonesia Kuartal II Salah Satu Tertinggi di ASEAN

SELASA, 05 AGUSTUS 2025 | 17:35 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan optimisme terhadap pertumbuhan ekonomi Indonesia pada kuartal II tahun 2025. 

Saat jumpa pers usai rilis data Badan Pusat Statistik (BPS), Airlangga menyebut Indonesia kembali ke jalur pertumbuhan di atas 5 persen.

“Alhamdulillah kita kembali ke jalur 5 persen, jadi 5,12 persen,” ujar Airlangga di kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta Pusat, Selasa, 5 Agustus 2025.


Ia menyoroti ketidakpastian ekonomi global masih terus berlanjut, namun ada sinyal positif dari berakhirnya ketegangan dagang terkait tarif Trump. 

“Tadi kita lihat pengumuman dari BPS dan kalau kita lihat situasi ekonomi global untuk triwulan II masih tetap meninggalkan ketidakpastian dan juga tidak bisa diprediksi. Namun ada satu hal yang juga menjadi sinyal yaitu terkait tarif Trump itu sudah bagian selesai atau dianggap selesai,” jelasnya.

Airlangga juga menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi global diperkirakan meningkat. 

“Kita lihat pertumbuhan ekonomi global dari sisi trade diprediksi akan ada peningkatan dan juga kalau kita lihat berbagai negara pertumbuhan ekonomi dunia diperkirakan akan naik di 3 persen dan juga terkait dengan pertumbuhan di Amerika yang diprediksi 1,8 dan di China 4,8 persen,” sambungnya.

Dari sisi sektor eksternal, Indonesia dinilai masih menjaga ketahanan ekonomi. Adapun cadangan devisa masih 152,6 miliar dolar AS,  kemudian juga neraca perdagangan juga relatif baik.

"Lalu ekspor dan impor secara YoY, neraca perdagangan selama 62 bulan juga terjaga surplus di angka 10,9 bilion di grup 1, dan rasio utang kita juga masih relatif terjaga 30 persen,” paparnya.

Ia menambahkan bahwa target pemerintah pada semester II sebesar 5,2 persen masih realistis. Airlangga juga menyoroti posisi Indonesia yang berada di atas banyak negara lain.

“Indonesia hanya di bawah Cina yang 5,2, beberapa negara di bawah kita mulai Malaysia, Singapura, kemudian berbagai negara lain termasuk Amerika yang dua persen. Kemudian Korea juga relatif rendah. Sehingga di antara negara G20 dan ASEAN kita salah satu yang tertinggi,” katanya.

Secara regional, pertumbuhan ekonomi juga positif. Begitupun dari sisi permintaan, konsumsi rumah tangga tetap kuat. 

“Kita lihat daripada konsumsi rumah tangga masih positif di 4,97 dan ini share-nya 54,25 persen,” ujarnya.

Sementara itu, konsumsi Lembaga Nonprofit yang Melayani Rumah Tangga (LNPRT) tumbuh 7,82 persen. Namun untuk konsumsi pemerintah sedikit terkoreksi. 

“Konsumsi pemerintah dibandingkan tahun lalu memang minus 0,33 karena tahun lalu itu ada pemilu sehingga spending-nya besar,” katanya.

Dari sisi investasi, pertumbuhan tercatat 6,99 persen, sedangkan ekspor barang dan jasa tumbuh 10,67 persen dan impor 11,65 persen.

“Sehingga tentu ke depan kita akan terus dorong konsumsi, meningkatkan utilitas dan menciptakan lapangan kerja untuk mendorong pertumbuhan jangka panjang,” tutup Airlangga.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

Desakan Pecat Nusron Mencuat, Ahmad Doli Memungkinkan jadi Pengganti

Minggu, 20 September 2026 | 05:26

UPDATE

Gus Lilur Ungkap Pencatutan Nama Prabowo di Muktamar NU, Duit Ratusan Miliar Diduga Mengalir

Minggu, 27 September 2026 | 22:06

DIM RUU Ketenagakerjaan Membengkak

Minggu, 27 September 2026 | 20:53

Semarak Diwali Mulai Terasa di Jakarta Lewat Diwali Bazaar 2026

Minggu, 27 September 2026 | 20:30

Syarat Capres Didukung Minimal Dua Fraksi Bisa Mengunci Suara Rakyat

Minggu, 27 September 2026 | 19:52

Ustaz Das’ad Latif Ajak Warga Hidup Sesuai Kemampuan

Minggu, 27 September 2026 | 19:31

Di Malaysia, Utusan MUI Sampaikan Pesan Kemerdekaan untuk Palestina

Minggu, 27 September 2026 | 19:17

DPD Geram, Buku Memburu Muhammad Diduga Lecehkan Agama Islam

Minggu, 27 September 2026 | 18:50

Setelah Viral, Dishub Sidak Tarif Valet di Jaksel

Minggu, 27 September 2026 | 18:31

Mantan Bendahara PPP Habil Marati Wafat

Minggu, 27 September 2026 | 18:17

Dugaan Penyelewengan Bantuan Kemanusiaan di Kamp Tindouf Mencuat

Minggu, 27 September 2026 | 17:41

Selengkapnya