Berita

Kamp kolera di Darfur, Sudan/Net

Global

Wabah Kolera di Darfur Sudan Tewaskan 80 Orang, 2.140 Lainnya Terinfeksi

SENIN, 04 AGUSTUS 2025 | 12:36 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Wabah kolera kembali melanda Sudan, menewaskan sedikitnya 80 orang dan menginfeksi 2.140 orang di lima negara bagian Darfur hingga 30 Juli. 

Laporan yang diungkap oleh UNICEF itu menyebutkan bahwa hanya di Tawila, Negara Bagian Darfur Utara, tercatat 20 kematian dan 1.180 kasus sejak 21 Juni lalu.

“Di lima Negara Bagian Darfur, total kasus kolera per 30 Juli telah mencapai hampir 2.140, dengan setidaknya 80 kematian,” kata UNICEF, dikutip dari Anadolu News pada Senin, 4 Agustus 2025


UNICEF memperingatkan bahwa lebih dari 640.000 anak di Darfur Utara kini berisiko menghadapi kekerasan, kelaparan, dan kolera di tengah konflik yang terus berlangsung.

“Meskipun dapat dicegah dan diobati dengan mudah, kolera sedang melanda Tawila dan wilayah lain di Darfur, mengancam nyawa anak-anak, terutama yang termuda dan paling rentan,” ujar Sheldon Yett, perwakilan UNICEF untuk Sudan.

Yett menekankan bahwa upaya menghentikan penyebaran penyakit terus dilakukan, namun situasi keamanan memperparah keadaan.

“Kekerasan yang tak henti-hentinya meningkatkan kebutuhan lebih cepat daripada yang dapat kita penuhi,” jelasnya.

Ia menyerukan agar pihak-pihak terkait segera memberikan akses kemanusiaan yang aman.

“Kami membutuhkan akses yang aman dan tanpa hambatan untuk segera membalikkan keadaan dan menjangkau anak-anak yang membutuhkan ini. Mereka tidak bisa menunggu sehari pun lebih lama lagi,” tegas Yett.

Data PBB menunjukkan bahwa sejak Agustus 2024, wabah kolera telah menewaskan lebih dari 2.370 orang dengan 94.170 kasus di 17 dari 18 negara bagian Sudan.

Sudan sendiri masih dilanda konflik sengit antara tentara dan pasukan paramiliter Rapid Support Forces (RSF) sejak April 2023. 

Pertempuran itu telah menewaskan lebih dari 20.000 orang dan membuat 14 juta orang terpaksa mengungsi. 

Namun, riset dari sejumlah universitas di AS memperkirakan jumlah korban tewas sebenarnya bisa mencapai 130.000 jiwa.

Populer

PKS Anggap Permintaan Maaf Raffi Ahmad Belum Cukup

Minggu, 01 November 2026 | 22:28

Bonatua akan Diperiksa Bareskrim terkait Dugaan Pemalsuan Dokumen Suket Gibran

Rabu, 04 November 2026 | 23:19

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Jokowi Jangan Mimpi PSI Jadi Partai Besar

Selasa, 03 November 2026 | 02:41

Boikot Raffi Ahmad-Willie Salim Cederai Nilai Demokrasi

Senin, 02 November 2026 | 20:11

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

KPK Bongkar Dugaan Akal-akalan Cukai Rokok PT Djarum Sejak 2010

Senin, 02 November 2026 | 15:43

UPDATE

Hari Bakti, Lapas Cianjur Gelar Aksi Bersih-Bersih melalui Imipas Peduli

Jumat, 06 November 2026 | 22:35

Kejagung Sita Rp11,7 Miliar dalam Kasus Nikel Arif Kurniawan

Jumat, 06 November 2026 | 22:31

Kapolri Banjir Dukungan Bongkar Kasus Penyadapan

Jumat, 06 November 2026 | 22:21

Bank Mandiri Bukukan Laba Bank Only Rp46,5 Triliun

Jumat, 06 November 2026 | 22:19

Aturan Berubah, Ekspor ke Jepang hingga Uni Eropa Masuk Daftar Relaksasi

Jumat, 06 November 2026 | 22:06

11 Kreator Indonesia Siap Bersaing di TikTok Awards Southeast Asia 2026

Jumat, 06 November 2026 | 21:48

Singgung Jokowi-Gibran, Penyadapan Prabowo Diduga Bermuatan Politik

Jumat, 06 November 2026 | 21:39

Pegasus di Indonesia: Sekadar Mitos atau Ancaman Nyata?

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

MedcoEnergi Umumkan Penerbitan Obligasi Senilai 300 Juta Dolar AS

Jumat, 06 November 2026 | 21:26

Ketika Listrik Membuka Peluang: Dari Rumah Tangga hingga Ekonomi Desa

Jumat, 06 November 2026 | 21:03

Selengkapnya