Berita

Ilustrasi/RMOL

Politik

Golkar Setuju Gubernur Dipilih DPRD, Ini Alasannya

KAMIS, 31 JULI 2025 | 21:19 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Partai Golkar sudah melakukan kajian intensif soal usulan kepala daerah dipilih langsung oleh DPRD. 

Legislator Golkar Ahmad Doli Kurnia menuturkan opsi yang pertama itu adalah pemilihan gubernur maupun wali kota dan bupati itu dikembalikan ke DPRD. Opsi kedua adalah tetap pemilihan gubernur dikembalikan ke DPRD, sementara pemilihan bupati dan wali kota asimetris, ada yang langsung serta tidak langsung.

“Nah kenapa kita mendorong supaya pemilihan gubernur itu kembali ke DPRD? Pertama posisi gubernur itu berbeda sebetulnya dengan bupati dan wali kota, karena heavy, titik sentral dari otonomi daerah kita itu kan ada di kabupaten kota,” kata Ahmad Doli di Media Center AMPI, Jalan Surabaya, Jakarta Pusat, Kamis, 31 Juli 2025.


Menurutnya, jabatan gubernur merupakan perpanjangan tangan pemerintah pusat, yang memiliki fungsi koordinatif, konsolidasi program yang menjembatani antara pusat dengan pemerintah kabupaten kota. Maka dari itu, ia setuju jika gubernur dipilih langsung DPRD.

“Makanya dia harus berbeda pemilihannya, dan kita merekomendasikan ke pemilihan DPRD. Kenapa? Karena di dalam konstitusi kita di UUD 45, jelas disebutkan pemilihan kepala daerah itu dilaksanakan secara demokratis, jadi gak bisa ditunjuk gitu loh,” ucapnya.

“Ya dia gubernur itu kepala daerah, jadi proses pemilihannya sesuai dengan konstitusi kita adalah secara demokratis, yang kita sudah punya pengalaman itu adalah melalui DPRD,” sambungnya.

Untuk pemilihan bupati dan wali kota, lanjut Doli, dilaksanakan asimetris, artinya ada yang langsung dipilih rakyat dan ada yang tidak atau dikembalikan ke DPRD. 

“Nah itu tergantung tiga hal menurut saya pendekatannya. Pertama adalah bahwa kita akan lihat tingkat literasi masyarakatnya, tingkat pendidikannya, terutama pendidikan politiknya,” ucapnya.

Ia menambahkan, jika daerah tersebut memiliki literasi politik yang rendah maka didorong untuk pemilihan kepala daerahnya di DPRD. Selain itu, perlu ada pertimbangan kapasitas fiskal daerah tersebut.

“Kalau di daerah itu memang kapasitas ekonominya kecil atau rendah gitu, dan kemudian tingkat pendidikannya juga rendah, ini kan rawan mobilisasi gitu ya. Rawan terjadinya potensi praktik-praktik money politics dan sebagainya,” beber dia.

“Nah yang ketiga dilihat dari soal tingkat kohesivitas masyarakatnya, rawan atau tidak dia dalam konflik sosial. Kalau rawan sebaiknya kita balikan ke DPRD,” demikian Ahmad Doli Kurnia.
 
Wacana Pilkada tak langsung mencuat usai Ketua Umum PKB Abdul Muhaimin Iskandar alias Cak Imin mendorong perlu adanya regulasi baru yang lebih kondusif untuk percepatan pembangunan.

Salah satu usulan yang disampaikan adalah evaluasi menyeluruh terhadap sistem pemilihan kepala daerah (Pilkada). Menurutnya, proses politik yang terlalu panjang justru memperlambat konsolidasi di daerah.

“Kalau tidak ditunjuk oleh pusat, maksimal pemilihan kepala daerah maksimal dipilih oleh DPRD. Ini menjadi usulan yang cukup menantang karena banyak sekali yang menolak,” kata Cak Imin dalam sambutan pada perayaan Hari Lahir (Harlah) ke-27 PKB yang digelar di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu malam, 23 Juli 2025.

Populer

Menko Yusril: Mundur dari Jabatan, Tak Gugurkan Tanggung Jawab Hukum Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 19:13

Parpol seperti Kompak Menolak Bela Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:35

Firli Bahuri Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih Gelar Summa Cumlaude

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 16:33

Pengusaha Keberatan Masa Kerja Karyawan Kontrak Dipangkas jadi Empat Tahun

Kamis, 08 Oktober 2026 | 18:20

Purnawirawan TNI Bersikap Kenegarawanan soal Putusan MK terkait Gibran

Minggu, 11 Oktober 2026 | 04:50

Legislator PAN Minta Menteri Imipas Tangguhkan Pengunduran Diri Dirjenpas Mashudi

Jumat, 02 Oktober 2026 | 17:36

Gaji 26 Wantimpres Prabowo Tembus Rp1,9 Miliar Tiap Bulan, Belum Termasuk Fasilitas

Sabtu, 03 Oktober 2026 | 19:06

UPDATE

Bezzecchi Juara MotoGP Mandalika, Martin Kembali ke Puncak Klasemen

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:27

Prabowo dan El-Sisi Kecam Keras Pembangunan Permukiman Ilegal Israel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:20

Gus Lilur Minta KPK Usut Dugaan Aliran Dolar di Muktamar NU

Minggu, 11 Oktober 2026 | 16:06

Quiles Juara Moto3 Mandalika, Veda Ega Finis Keenam

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:52

Koperasi Didorong Bergerak ke Sektor Produksi Hingga Keuangan

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:44

Mesir Tambah Beasiswa untuk Mahasiswa Kedokteran, Teknik, dan Sains Indonesia

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:42

20 Kapolres dan Kapolresta Pulau Jawa Dirombak Jenderal Suyudi

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:33

Prabowo Bidik Penguatan Ekonomi RI-Mesir Lewat Perjanjian Dagang dan Dana Investasi Bersama

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:14

Krisman Harefa Gugat MSIG Life Insurance Indonesia Rp1 Miliar ke PN Jaksel

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:11

Muzakarah Tauhid Sufi Jadi Momentum Perkuat Persatuan Umat

Minggu, 11 Oktober 2026 | 15:01

Selengkapnya