Berita

Selebgram dr. Reza Gladys/Ist

Hukum

Reza Gladys Tegaskan Tak Takut Nikita Mirzani

KAMIS, 31 JULI 2025 | 00:05 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Kemunculan dokter kecantikan sekaligus selebgram dr. Reza Gladys dalam sidang lanjutan kasus dugaan pengancaman dan Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) dengan terdakwa Nikita Mirzani di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, pada Kamis 24 Juli 2025 mengundang sorotan publik,

Dalam sidang tersebut, Reza menjawab seluruh pertanyaan secara lugas dan membongkar fakta mengejutkan bahwa ada oknum rekan sejawat yang diketahui adalah dokter O yang justru diduga menyuruh dirinya 'menyumpal' Nikita agar berhenti melakukan bully

Menurut Reza, oknum tersebut diduga memerintahkan Nikita Mirzani untuk 'meminta imbalan' dari Reza.


Dalam menceritakan kronologis sebagai saksi, Reza juga menyebutkan dugaan keterlibatan dokter Samira atau lebih dikenal dokter detektif yang turut andil melakukan pemerasan kepada Reza.

“Saya tidak takut. Saya hanya menunggu waktu yang tepat. Sekarang, semua saya sampaikan langsung di depan hukum, bukan di media sosial,” kata Reza dalam pernyataan tertulis, dikutip Rabu 30 Juli 2025.

Selama ini, Reza dan suaminya, dr. Attaubah Mufid, memilih jalur tenang dan menghormati proses hukum. Namun, stigma dan opini negatif terus diarahkan kepadanya. 

“Kami diam bukan karena takut. Kami percaya pada proses hukum. Tapi hari ini saya buktikan sendiri, saya hadir, saya jawab, saya luruskan semua fitnah,” kata Reza.

Pada kesempatan itu, Reza menjelaskan bahwa produk yang selama ini dijadikan bahan serangan Nikita Mirzani, ternyata adalah bukan produk melainkan treatment yang sudah tidak dijual sejak awal 2024 dan telah memiliki izin BPOM serta Kementerian Kesehatan RI.

Fakta ini membuat terdakwa dan kuasa hukumnya terdiam, tak mampu membantah isi kesaksian Reza.

“Selama ini saya dicap menjual produk berbahaya. Faktanya, treatment tersebut legal, terdaftar, dan sudah dihentikan sejak sebelum kasus ini muncul. Tuduhan yang dibuat hanya untuk menggiring opini,” kata Reza.

Reza juga menjawab tudingan bahwa ia takut hadir ke pengadilan. “Saya disebut pengecut. Nyatanya saya hadir, bukan untuk klarifikasi di Instagram, tapi bicara di tempat yang paling sah. Hari ini semua terbongkar.”

“Saya lega. Ini bukan soal drama, ini soal kebenaran. Saya bicara bukan untuk sensasi, tapi untuk keadilan,” tutup Reza.





Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Jokowi sudah Ditinggalkan Parpol, Polri, hingga Oligarki

Senin, 19 Oktober 2026 | 04:00

Gugat Allianz Rp1,5 Miliar, Krisdayanti Ajukan Perkara ke PN Jaksel

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:28

Jusuf Hamka Siapkan Rp5 Triliun untuk Borong Saham

Minggu, 18 Oktober 2026 | 11:21

Mantan Kadivhubinter Polri Napoleon Bonaparte Meninggal Dunia

Minggu, 18 Oktober 2026 | 13:30

UPDATE

Ketua KNPI Merauke Ajak Generasi Muda Berkontribusi bagi Kemajuan Daerah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 04:19

Kedaulatan Teknologi Faktor Penting Pertumbuhan Ekonomi Digital Indonesia

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:55

PKS Desak Pemerintah Bersikap Proporsional Terkait MSCI

Kamis, 29 Oktober 2026 | 03:25

Solusi Kasus Business Judgement Rule Sektor Perumahan

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:57

Waka BRIN Pimpin Delegasi RI Perjuangkan Space Economic di Konferensi PBB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:32

Pertamina Didorong Ambil Alih Proyek Migas Mangkrak Demi Genjot Produktivitas

Kamis, 29 Oktober 2026 | 02:12

KPK Endus Ada Kickback Vendor kepada Pejabat BNPB

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:59

Presiden PKS Wanti-wanti Bahaya AI sebagai Senjata Fitnah

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:34

Masih Atur Waktu, KPK Bantah Ada Kendala dalam Pemanggilan Nusron

Kamis, 29 Oktober 2026 | 01:04

Polri Utamakan Pendekatan Humanis dan Edukatif Selama Operasi Patuh 2026

Kamis, 29 Oktober 2026 | 00:42

Selengkapnya