Berita

Presiden Prabowo Subianto di Rumah Duka Sentosa, Kompleks RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu siang, 30 Juli 2025/Ist

Politik

Melayat ke Rumah Duka Kwik Kian Gie, Prabowo: Indonesia Kehilangan Putra Terbaik

RABU, 30 JULI 2025 | 14:47 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Presiden Prabowo Subianto melayat ke Rumah Duka Sentosa, Kompleks RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta Pusat, Rabu siang, 30 Juli 2025 untuk memberikan penghormatan terakhir kepada ekonom senior dan tokoh bangsa, Kwik Kian Gie.

Prabowo yang mengenakan pakaian safari krem tiba sekitar pukul 13.30 WIB dan langsung menuju ruang persemayaman jenazah untuk menyampaikan doa serta ucapan belasungkawa kepada keluarga almarhum.

Dalam keterangannya kepada awak media, Prabowo menegaskan rasa kehilangan mendalam atas wafatnya Kwik Kian Gie.


“Saya datang hanya untuk menghormati belasungkawa seorang tokoh bangsa yang sangat berjasa. Pemikiran-pemikiran beliau sangat mempertahankan ekonomi Pancasila, ekonomi Pasal 33. Beliau seorang tokoh yang luar biasa,” ucap Prabowo.

Menurutnya mereka sangat dekat, bahkan, komunikasi terakhir dengan Kwik Kian Gie terjadi hanya beberapa hari sebelum beliau wafat.

“Saya merasa dekat dengan beliau, beliau banyak kasih nasehat kepada saya. Bahkan beberapa hari yang lalu pun mengirim WA, memberi saran-saran. Beliau masih terus memberi WA," ujar Prabowo.

Prabowo menyampaikan bahwa wafatnya Kwik Kian Gie menjadi kehilangan besar bagi bangsa Indonesia yang telah ditinggalkan salah satu putra terbaiknya.

"Indonesia kehilangan putra terbaik,” lanjutnya.

Kwik Kian Gie wafat pada Senin malam, 28 Juli 2025, di usia 90 tahun di RS Medistra, setelah beberapa minggu menjalani perawatan akibat gangguan pencernaan. Jenazah kemudian dibawa ke RSPAD untuk disemayamkan.

Pria kelahiran Juwana, Pati, Jawa Tengah, 11 Januari 1935 ini merupakan ekonom senior keturunan Tionghoa yang memiliki kiprah panjang di dunia politik dan ekonomi Indonesia. 

Ia pernah menjabat sebagai Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas di era Presiden Abdurrahman Wahid, serta Menteri Koordinator Perekonomian pada masa Presiden Megawati Soekarnoputri.

Selain itu, Kwik Kian Gie juga pernah menjadi anggota Dewan Pertimbangan Agung dan Dewan Perwakilan Daerah. Pemikirannya tentang ekonomi Pancasila dan keberpihakannya pada rakyat kecil menjadikan dirinya sebagai salah satu ideolog penting di Indonesia.

Upacara kremasi jenazah Kwik Kian Gie akan dilaksanakan pada Kamis, 31 Juli 2025, pukul 11.00 WIB secara tertutup dan hanya dihadiri keluarga inti.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Mahfud MD: Mas Pandji Tenang, Nanti Saya yang Bela!

Rabu, 07 Januari 2026 | 05:55

UPDATE

Mantan Relawan: Jokowi Takut Ijazahnya Terungkap di Pengadilan

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:06

Eggi Sudjana Nyetir Mobil Mewah di Malaysia Bukan Hoaks

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:01

Madu Dari Sydney

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:32

Zakat Harus Jadi Bagian Solusi Kebangsaan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:27

Sudirman Said Dilamar Masuk Partai Gema Bangsa

Sabtu, 17 Januari 2026 | 23:01

Trump Ancam Kenakan Tarif ke Negara yang Tak Sejalan soal Greenland

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

Dirut Indonesia Air Transport Klarifikasi Kru Pesawat Bawa Pegawai KKP Hilang Kontak di Maros Bukan Delapan

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:51

KKP Terus Monitor Pencarian Pesawat ATR 42-500 Usai Hilang Kontak

Sabtu, 17 Januari 2026 | 22:09

Ini Identitas dan Pangkat Tiga Pegawai KKP di Pesawat ATR yang Hilang Kontak di Maros

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:48

Klarifikasi Menteri Trenggono, Pesawat ATR Sewaan KKP yang Hilang Kontak di Maros Sedang Misi Pengawasan Udara

Sabtu, 17 Januari 2026 | 21:37

Selengkapnya