Berita

Pembersihan pasca bencana banjir besar yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi/Ist

Nusantara

Pengembang Mitigasi Jangka Panjang Buntut Arthera Hill 2 Kebanjiran

SABTU, 26 JULI 2025 | 00:20 WIB | LAPORAN: WIDODO BOGIARTO

Perumahan The Arthera Hill 2 berbenah pasca bencana banjir besar yang melanda wilayah Kabupaten Bekasi pada 7 Juli 2025.

PT Prisma Inti Propertindo selaku pengembang Perumahan The Arthera Hill 2 menunjukkan respons cepat dalam menangani dampak banjir.

Manager Legal PT. Prisma Inti Propertindo, Ratna Damayanti mengatakan, banjir terjadi akibat curah hujan ekstrem dan luapan Sungai Cikarang yang melampaui ambang batas normal.


Menurut Ratna, tingginya muka air di pertemuan Sungai Cikeas dan Cileungsi mencapai 630 cm, hampir dua kali lipat dari batas aman 350 cm. Selain itu, kondisi sungai yang mengalami sedimentasi, tumpukan sampah, hingga vegetasi liar turut memperparah luapan air.

Sejak sebelum kejadian, tim teknis pengembang telah berada di lokasi. Saat banjir menerjang, pengembang langsung menyalurkan bantuan darurat berupa makanan, air bersih, shelter sementara, hingga dapur umum bagi warga yang mengungsi.

"Kami turun langsung dan mendampingi warga sejak awal hingga mereka bisa kembali ke rumah. Setelah banjir surut, kami juga membersihkan jalan, rumah-rumah warga, serta mengangkut sampah yang terbawa air," kata Ratna melalui siaran persnya, Jumat 25 Juli 2025.

Tidak hanya bantuan darurat, pengembang juga segera melakukan perbaikan terhadap tanggul dan pagar yang rusak. Excavator dikerahkan ke titik kritis untuk memperkuat struktur turap dan mencegah risiko banjir susulan.

Lebih jauh, pengembang menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bekasi dan BBWS Cisadane untuk mendukung normalisasi sungai. Langkah ini merupakan bagian dari mitigasi jangka panjang guna mengantisipasi banjir di masa depan.

"Kami percaya bahwa penanganan banjir tidak cukup dilakukan sendiri. Karena itu, kami aktif membangun sinergi dengan pihak-pihak terkait untuk mencari solusi bersama," kata Ratna.



Populer

MA Koreksi Kerugian Negara Kasus Korupsi Timah, Bukan Rp300 Triliun

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 22:36

Giliran Kepemimpinan TNI Kembali Diberikan kepada Matra Laut

Sabtu, 08 Agustus 2026 | 06:27

Putusan Eksepsi Dokter Tifa Berujung Antiklimaks

Minggu, 02 Agustus 2026 | 05:20

KPK Konstruksikan Dugaan Fee Rp3,5 Miliar dari Waskita untuk Eks Ketum HIPMI

Minggu, 02 Agustus 2026 | 14:18

Keluarga Eks Pangkostrad Kemal Idris Akhirnya Raih Keadilan

Senin, 10 Agustus 2026 | 23:00

Kerumunan Massa saat Jokowi ke NTT Direkayasa

Senin, 03 Agustus 2026 | 13:39

Wewenang Ditjen Bea Cukai Sudah Melampaui Namanya

Minggu, 02 Agustus 2026 | 02:12

UPDATE

Mendadak Berubah, Jaksa Agung Lantik Saiful Bahri jadi Dirdik Jampidsus

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:21

RUU Perampasan Aset Diusulkan Ganti Nama, Berikut Nomenklaturnya

Selasa, 11 Agustus 2026 | 20:07

Purbaya Sudah Cairkan Rp20,5 Triliun ke 490 Pemda buat Gaji PPPK

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:52

Koperasi Jadi Kunci Hilirisasi Sawit dan Penguatan Daya Tawar Petani

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:50

Songs for Sumatera-Human Initiative Pulihkan Fasilitas MIN 4 Aceh Tamiang

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:38

Subsidi Pertalite Bocor, Kelompok Kaya Masih Nikmati Kucuran Negara

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:32

Pengacara Gus Yaqut Bongkar Duduk Persoalan Pembagian Kuota Haji Tambahan

Selasa, 11 Agustus 2026 | 19:16

Usai Bertemu Purbaya, Bahlil Bakal Perketat Orang Kaya yang Pakai Pertalite

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:58

12 Saksi Diperiksa, Sekretaris Kepala BGN Ikut Terseret Kasus MBG

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:46

Rudy Tanoe Irit Bicara soal Korupsi Penyaluran Bansos Usai Diperiksa KPK 4,5 Jam

Selasa, 11 Agustus 2026 | 18:42

Selengkapnya