Berita

Pejuang suku dan Badui melintasi kota Walga saat mereka bergerak di tengah bentrokan dengan orang-orang bersenjata Druze, dekat kota Sweida yang mayoritas penduduknya Druze di Suriah selatan pada 19 Juli 2025/Net

Dunia

Gencatan Senjata Rapuh, Bentrokan Berdarah Kembali Meletus di Sweida Suriah

MINGGU, 20 JULI 2025 | 14:13 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan sektarian kembali meletus di wilayah selatan Suriah yang mayoritas dihuni komunitas Druze, tepatnya di Sweida, pada Sabtu waktu setempat, 19 Juli 2025. 

Bentrokan sengit antara kelompok Druze dan suku Badui berlanjut untuk hari keenam berturut-turut, menimbulkan kekhawatiran terhadap stabilitas kawasan di tengah upaya rapuh pemerintah menerapkan gencatan senjata.

Suara tembakan senapan mesin dan mortir terdengar jelas di seantero kota Sweida dan desa-desa sekitarnya. 


Reuters melaporkan peluru mendarat di beberapa titik pemukiman, meski hingga kini belum ada laporan resmi mengenai jumlah korban jiwa yang terkonfirmasi.

Kementerian Dalam Negeri Suriah pada Sabtu malam menyatakan bahwa situasi telah dikendalikan dan wilayah tersebut telah dibersihkan dari para pejuang suku Badui setelah pengerahan pasukan. 

Namun, kesaksian warga dan laporan lapangan menyebutkan masih terdengar dentuman mortir di sejumlah lokasi.

Mansour Namour, seorang warga desa di dekat Sweida, mengungkapkan bahwa serangan udara masih meletus di sekitarnya.

“Mortir masih mendarat di dekat rumah saya pada Sabtu sore, dan setidaknya 22 orang terluka," ungkapnya. 

Sementara itu, Direktur rumah sakit Sweida, Omar Obeid, melaporkan lonjakan korban luka dan tewas akibat pertempuran.

“Semua luka-luka berasal dari bom. Beberapa orang terluka di dada, ada juga luka di anggota badan akibat pecahan peluru,” ujarnya.

Menurut Observatorium Suriah untuk Hak Asasi Manusia yang berbasis di Inggris, sedikitnya 940 orang telah tewas sejak bentrokan meletus. 

Bentrokan ini bermula dari ketegangan antara kelompok Druze dan suku Badui, yang kemudian melibatkan pasukan pemerintah Suriah. 

Pasukan pemerintah yang awalnya dikerahkan untuk meredakan situasi, justru terlibat baku tembak dengan kelompok bersenjata Druze dan bahkan menyerang komunitas mereka. 

Pemerintah menyerukan penghentian permusuhan, namun konflik terus membara.

Presiden sementara Suriah, Ahmed al-Sharaa, dalam pidato yang disiarkan televisi, menyampaikan bahwa Suriah tidak akan menjadi tempat uji coba untuk pemisahan, pemisahan diri, atau hasutan sektarian.

Ia menuding keterlibatan Israel sebagai eskalator situasi.

“Intervensi Israel mendorong negara itu ke dalam fase berbahaya yang mengancam stabilitasnya,” kata Al-Sharaa.

Al-Sharaa juga menuding kelompok bersenjata Druze melakukan serangan balas dendam terhadap suku Badui. Pernyataan ini memicu reaksi dari Israel, yang mengklaim sedang melindungi minoritas Druze.

Israel dalam beberapa hari terakhir melancarkan serangan udara terhadap fasilitas militer Suriah, termasuk terhadap markas Kementerian Pertahanan di Damaskus.

Israel menyebut tindakannya sebagai perlindungan terhadap komunitas Druze di Suriah selatan, sekaligus menolak kepemimpinan Al-Sharaa yang mereka sebut dikuasai jihadis.

Sementara itu, Amerika Serikat mendukung kepemimpinan Al-Sharaa yang dianggap menjanjikan pemerintahan inklusif. 

Utusan AS untuk Suriah, Tom Barrack, mengumumkan pada Jumat lalu, 18 Juli 2025, bahwa kesepakatan gencatan senjata telah dicapai antara Israel dan Suriah.

Barrack menyerukan agar semua kelompok yakni Druze, Badui, Sunni, dan minoritas lain membangun identitas Suriah yang baru dan bersatu.

Populer

Kolaborasi dengan Turki

Minggu, 11 Januari 2026 | 04:59

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Ijazah Asli Kehutanan UGM

Rabu, 14 Januari 2026 | 05:09

KPK Dikabarkan OTT Walikota Madiun Maidi

Senin, 19 Januari 2026 | 15:23

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Aneh! UGM Luluskan Jokowi dengan Transkrip Nilai Amburadul

Minggu, 18 Januari 2026 | 00:35

UPDATE

Pernyataan Eggi Sebut Akhlak Jokowi Baik jadi Bulan-bulanan Warganet

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:40

Senyum Walikota Madiun

Selasa, 20 Januari 2026 | 01:19

Rapim Kemhan-TNI 2026 Tekankan Sishankamrata sebagai Kekuatan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:55

Legislator PKS Dorong Penyaluran KUR Pekerja Migran Tepat Waktu

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:35

Digiring ke Gedung KPK, Walikota Madiun Malah Minta Didoakan

Selasa, 20 Januari 2026 | 00:20

Bencana Menerjang, BUMN Datang

Senin, 19 Januari 2026 | 23:55

Polisi Bongkar Clandestine Lab Tembakau Sintetis Senilai Rp2 Miliar

Senin, 19 Januari 2026 | 23:37

Mantan Jubir KPK Ali Fikri Raih Gelar Doktor Hukum Unair

Senin, 19 Januari 2026 | 23:11

Napi Bebas Pakai Gawai di Lapas Bukan Kelalaian Biasa

Senin, 19 Januari 2026 | 23:02

Walikota Madiun Maidi Dkk Tiba di Gedung KPK, Sebagian Lewat Belakang

Senin, 19 Januari 2026 | 22:46

Selengkapnya