Berita

Ketua Umum PB HMI periode 2013-2015 Arief Rosyid Hasan/Ist

Politik

Kerdilkan HMI, Pernyataan Cak Imin Ahistoris dan Menyesatkan

SELASA, 15 JULI 2025 | 01:54 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Pernyataan Menko Pemberdayaan Masyarakat Muhaimin Iskandar dengan gaya guyonannya yang menyudutkan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) menuai kontroversi di kalangan kader hijau hitam.

Sosok yang akrab disapa Cak Imin itu membanggakan perjuangan para kader Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) yang selalu tumbuh dari bawah dan secara tidak langsung menyinggung HMI.

"Nggak ada PMII, nggak tumbuh dari bawah, kalau ada yang tidak tumbuh dari bawah pasti bukan PMII, pasti itu HMI," seloroh Cak Imin dalam acara pengukuhan PB IKA PMII periode 2025-2030 di bawah kepemimpinan Fathan Subchi di Hotel Bidakara Jakarta, Minggu malam, 13 Juli 2025.


Menanggapi itu, Ketua Umum PB HMI periode 2013-2015 Arief Rosyid Hasan menegaskan pernyataan Cak Imin itu ahistoris, simplistik, dan menyesatkan.  

"Sebagai organisasi mahasiswa tertua di Indonesia, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) berdiri sejak 5 Februari 1947 di tengah perjuangan kemerdekaan bangsa. HMI tumbuh bukan dari elit kekuasaan, tetapi dari semangat keumatan dan kebangsaan yang mengakar kuat di tengah masyarakat, khususnya kalangan mahasiswa yang merasakan langsung tantangan sosial dan nasional di masa penjajahan dan revolusi," ucap Arief dalam keterangannya yang diterima redaksi, Senin malam, 14 Juli 2025.

Lanjut dia, HMI berdiri di kampus, bukan di ruang istana. Sejarah mencatat, HMI turut membentuk arus pemikiran kritis dan menjadi bagian penting dari dinamika kebangsaan sejak awal Indonesia berdiri. 

"Jutaan kader HMI lahir dari kampus daerah, pesantren, dan keluarga sederhana yang justru menjadikan HMI sebagai kendaraan perjuangan untuk naik kelas melalui ilmu, iman, dan amal," jelasnya.

"Meski disampaikan dalam forum internal, Saudara Muhaimin Iskandar adalah tokoh publik yang hari ini sebagai Menko sehingga pernyataan harus berhati-hati, karena menyudutkan HMI sebagai organisasi yang “tidak tumbuh dari bawah” adalah bentuk ketidakpahaman atas sejarah dan kontribusi besar HMI terhadap bangsa dan negara," tambahnya.

Ketua TKN Fanta Prabowo-Gibran ini menghormati PMII sebagai saudara seperjuangan dalam gerakan mahasiswa Islam Indonesia. Namun adalah keliru dan tidak bijak menjadikan perbedaan pendekatan sebagai alasan untuk saling merendahkan. Persaingan dalam sejarah gerakan mahasiswa adalah untuk memperkaya gagasan, bukan membenturkan identitas.

"Sebagai tokoh politik yang pernah menikmati dukungan berbagai unsur dan elemen umat Islam, termasuk kader dan alumni HMI, pernyataan Cak Imin mestinya lebih arif dan inklusif. Pernyataan seperti itu tidak mendidik publik, apalagi generasi muda, yang seharusnya diajak bersatu menghadapi tantangan bangsa," ungkap dia.

"Kami mengajak seluruh elemen bangsa untuk menempatkan sejarah gerakan mahasiswa secara adil dan proporsional. Jangan jadikan kekayaan sejarah organisasi menjadi alat untuk saling menjatuhkan. Baik HMI, PMII, PMKRI, GMNI, GMKI, KAMMI, dan lainnya, semua telah berkontribusi besar dalam membangun Indonesia. Salam Pergerakan, Yakin Usaha Sampai!" tandasnya.

Populer

Kajian Online Minta Maaf ke SBY dan Demokrat

Senin, 05 Januari 2026 | 16:47

Prabowo Hampir Pasti Pilih AHY, Bukan Gibran

Minggu, 04 Januari 2026 | 06:13

KPK Panggil Sekretaris Camat hingga Direktur Perusahaan dalam Kasus OTT Bupati Bekasi

Rabu, 14 Januari 2026 | 12:09

Menanti Nyali KPK Panggil Jokowi di Kasus Kuota Haji

Minggu, 11 Januari 2026 | 08:46

Taktik Pecah Belah Jokowi Tak akan Berhasil

Sabtu, 10 Januari 2026 | 06:39

Pendukung Jokowi Kaget Dipolisikan Demokrat

Rabu, 07 Januari 2026 | 13:00

Penculikan Maduro Libatkan 32 Pesawat Buatan Indonesia

Selasa, 06 Januari 2026 | 13:15

UPDATE

Keterlambatan Klarifikasi Eggi Sudjana Memicu Fitnah Publik

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:10

DPRD DKI Sahkan Dua Ranperda

Kamis, 15 Januari 2026 | 02:05

Tak Ada Kompromi dengan Jokowi Sebelum Ijazah Palsu Terbongkar

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:37

Pernyataan Oegroseno soal Ijazah Jokowi Bukan Keterangan Sembarangan

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:22

Bongkar Tiang Monorel

Kamis, 15 Januari 2026 | 01:00

Gus Yaqut, dari Sinar Gemilang hingga Berlabel Tersangka

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:44

IPC Terminal Peti Kemas Bukukan Kinerja 3,6 Juta TEUs

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:34

Jokowi vs Anies: Operasi Pengalihan Isu, Politik Penghancuran Karakter, dan Kebuntuan Narasi Ijazah

Kamis, 15 Januari 2026 | 00:03

Eggi Sudjana dan Jokowi Saling Puji Hebat

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:41

Ketidakpastian Hukum di Sektor Energi Jadi Ancaman Nyata bagi Keuangan Negara

Rabu, 14 Januari 2026 | 23:39

Selengkapnya