Berita

Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir/Net

Dunia

Israel Persenjatai Pemukim Ilegal di Tepi Barat

JUMAT, 11 JULI 2025 | 12:03 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Pemerintah Israel melalui Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir membentuk unit polisi baru yang kontroversial, terdiri dari para pemukim ilegal bersenjata di Tepi Barat. 

Langkah ini menuai kecaman luas karena dinilai memperdalam aneksasi de facto Israel atas wilayah pendudukan Palestina.

Dalam upacara yang digelar di Masjid Ibrahimi, Hebron, lokasi simbolik di Tepi Barat selatan yang kerap menjadi titik panas konflik Ben-Gvir secara resmi meluncurkan unit yang dijuluki “Unit Respons Pertama”. 


Unit ini akan beroperasi di bawah divisi kepolisian Tepi Barat dan mencakup lebih dari 100 pemukim bersenjata dari berbagai permukiman ilegal Israel.

Menurut pernyataan resmi kepolisian Israel, unit ini dirancang untuk memberikan respons yang cepat, profesional, dan efektif terhadap setiap insiden, dengan tujuan memperkuat keamanan pribadi dan memerangi kejahatan di wilayah pendudukan. 

Namun, banyak pengamat menilai pembentukan unit ini sebagai milisi terselubung untuk menjaga dan memperluas kendali Israel atas wilayah Palestina.

“Langkah ini menegaskan komitmen Kepolisian Israel untuk memperkuat pertahanan permukiman,” bunyi pernyataan resmi.

Ben-Gvir, sosok sayap kanan yang kerap menuai kontroversi, menyebut pemukim dalam unit ini sebagai bagian tak terpisahkan dari masyarakat Israel dan memuji mereka atas peran mereka dalam memberikan respons cepat di lapangan.

“Ini adalah kedaulatan sejati dan Zionisme praktis. Kita mewujudkan impian lama kita untuk mengamankan tanah leluhur Israel," ujar Ben-Gvir dalam pidatonya, seperti dikutip dari Middle East Monitor pada Jumat, 11 Juli 2025.

Wakil Komisaris Polisi Avshalom Peled menjelaskan bahwa unit baru akan bertindak sebagai pasukan sukarelawan bersenjata yang bekerja mendukung kepolisian formal.

“Mereka akan menjadi lapisan tambahan keamanan bagi para warga di permukiman. Mereka bukan polisi biasa, tapi akan memiliki pelatihan, perlengkapan, dan wewenang khusus,” ujar Peled.

Disebutkan bahwa anggota unit tersebut telah menerima pelatihan tempur, senjata canggih, dan status operasional layaknya polisi penuh.

Langkah ini memicu kecaman dari komunitas internasional dan aktivis HAM yang menilai bahwa Israel semakin menjauh dari solusi dua negara. 

PBB telah berulang kali menyatakan bahwa semua permukiman Israel di Tepi Barat dan Yerusalem Timur adalah ilegal berdasarkan hukum internasional, dan memperingatkan bahwa ekspansi semacam ini menghancurkan prospek perdamaian.

Hanya seminggu sebelum pengumuman unit ini, sebanyak 14 menteri Israel dan Ketua Knesset Amir Ohana telah menandatangani surat yang mendesak Perdana Menteri Benjamin Netanyahu untuk segera mencaplok seluruh wilayah Tepi Barat.

Ben-Gvir sendiri bukan tokoh baru dalam kontroversi. Ia sebelumnya mendistribusikan ribuan senjata api kepada para pemukim ilegal dengan dalih memperkuat pertahanan komunitas mereka di wilayah pendudukan.

Tokoh-tokoh oposisi menuduhnya secara sistematis membentuk milisi di bawah kedok Garda Nasional, dengan kekuatan tempur yang sejatinya melampaui peran polisi sipil.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

Gugatan Denny Indrayana Sia-sia, cuma Bikin Gaduh

Sabtu, 26 September 2026 | 02:36

Silfester Langsung Dicopot dari Jabatan Komisaris Independen Anak Usaha Pelindo

Kamis, 24 September 2026 | 20:07

UPDATE

Dudung Resmi Jabat Menko Polkam, Geser Djamari Chaniago

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:23

Pelantikan Suyudi Momentum Perkuat Profesionalisme Polri

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:20

Kuseryansyah Perlu Jelaskan Absen di Kejagung Terkait Kasus PT Crowde

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:19

Profil Suyudi Ario Seto, Kapolri Baru Pengganti Listyo Sigit

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:18

Harta Menko PMK Sugiono Tembus Rp13,15 Miliar

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:10

Prabowo Lantik Dua Wamenkeu Baru untuk Bantu Suahasil

Kamis, 01 Oktober 2026 | 16:08

7 Kali Reshuffle Kabinet Prabowo-Gibran, Ini Daftarnya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Inflasi Tahunan September 2026 Capai 3,28 Persen, Ini Biang Keroknya

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:55

Utang BLBI Lunas, Hak Tagih Negara Rp 110 Triliun Belum Tuntas

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:50

Pulung Agustanto: Pendidikan dan Dunia Usaha Harus Berjalan Seiring

Kamis, 01 Oktober 2026 | 15:46

Selengkapnya