Berita

Presiden AS Donald Trump/Net

Dunia

Trump Bisa Jadi Sasaran Drone Saat Berjemur di Mar-a-Lago

JUMAT, 11 JULI 2025 | 11:30 WIB | LAPORAN: HANI FATUNNISA

Ketegangan antara Iran dan Amerika Serikat kembali meningkat setelah seorang pejabat senior Iran mengeluarkan ancaman terbuka terhadap Presiden AS Donald Trump. 
 
Mohammad-Javad Larijani, mantan penasihat Pemimpin Tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei, secara gamblang menyebut bahwa Trump tidak lagi aman bahkan di dalam wilayah AS.

Ia menyebut Trump bisa menjadi sasaran serangan drone saat tengah berjemur di kediamannya di Mar-a-Lago, Florida.


“Trump telah melakukan sesuatu agar dia tidak bisa lagi berjemur di Mar-a-Lago. Saat dia berbaring di sana dengan perut menghadap matahari, sebuah drone kecil mungkin akan mengenai pusarnya. Sangat mudah," ujar Larijani seperti dikutip dari Iran International pada Jumat, 11 Juli 2025.

Pernyataan itu muncul dua minggu setelah Amerika Serikat melancarkan serangan terhadap tiga fasilitas nuklir utama Iran, sebagai bagian dari intervensi dalam perang 12 hari antara Israel dan Iran.

Dalam sebuah wawancara dengan Fox News, Trump yang mendapat laporan tentang ancaman tersebut menanggapinya dengan santai dan sedikit bercanda.

“Sudah lama. Saya tidak tahu, mungkin saya sekitar tujuh tahun. Saya tidak terlalu tertarik (berjemur). Saya rasa itu ancaman. Saya yakin itu bukan ancaman, sebenarnya, tapi mungkin memang begitu," kata dia sambil tertawa, saat ditanya oleh pembawa acara Peter Doocy kapan terakhir kali ia berjemur.

Ancaman terhadap Trump bukanlah yang pertama kali dilontarkan oleh tokoh-tokoh di Iran, terutama pasca pembunuhan Jenderal Qasem Soleimani oleh AS pada 2020. 

Namun, retorika terbaru ini terjadi di tengah meningkatnya seruan balas dendam dari kalangan ulama dan media pemerintah Iran, yang juga menargetkan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu.

Sebuah platform daring bernama Perjanjian Darah bahkan mengklaim telah menggalang lebih dari 40 juta dolar AS sebagai dana balas dendam terhadap mereka yang mengancam nyawa Pemimpin Tertinggi.

Situs tersebut menjanjikan imbalan bagi siapa pun yang bisa membawa musuh-musuh Tuhan dan mereka yang mengancam nyawa Ayatollah Ali Khamenei ke pengadilan.

Meski demikian, Presiden Iran Masoud Pezeshkian telah berusaha menjauhkan diri dari retorika dan kampanye tersebut. 

Dalam wawancaranya dengan komentator AS Tucker Carlson, Pezeshkian menegaskan bahwa fatwa pembalasan terhadap Trump bukan bagian dari kebijakan resmi pemerintah Iran.

“Fatwa tersebut tidak ada hubungannya dengan pemerintah Iran atau Pemimpin Tertinggi,” tegas Pezeshkian, yang tengah mencoba membuka kembali jalur diplomatik dengan Washington.

Populer

Kalahkan Hary Tanoe, Jusuf Hamka akan Kembalikan TPI ke Tutut Soeharto

Sabtu, 25 April 2026 | 15:43

Patroli AS di Selat Malaka Langgar Kedaulatan RI

Sabtu, 25 April 2026 | 05:15

Drone Emprit Temukan Manipulasi Konteks dalam Penyebaran Video Ceramah JK

Sabtu, 25 April 2026 | 02:37

Jusuf Hamka Sujud Syukur Menang Gugatan Lawan Hary Tanoe

Kamis, 23 April 2026 | 12:34

Saksi yang Diseret Khalid Basalamah Soal Uang Rp8,4 Miliar Mangkir dari Panggilan KPK

Minggu, 26 April 2026 | 11:05

Purbaya Kecewa Banyak Pegawai Kemenkeu Tak Jalankan Tugas: Digeser Baru Nangis

Kamis, 23 April 2026 | 01:30

Dua Dirjen Kementerian PKP Mundur Diduga Stres di Bawah Kepemimpinan Ara

Senin, 27 April 2026 | 03:59

UPDATE

Bos Exxon Prediksi Harga Minyak Bakal Lebih Meledak

Sabtu, 02 Mei 2026 | 14:21

SSMS Bagikan Dividen Rp800 Miliar dari Laba 2025

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:51

Postidar Kecam Video Diduga Pernyataan Amien Rais soal Sekkab Teddy

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:18

Bank Dunia Proyeksikan Harga Emas dan Perak Turun pada 2027

Sabtu, 02 Mei 2026 | 13:00

Hardiknas 2026, Komisi X DPR Ingin Pendidikan Berkualitas Merata ke Pelosok

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:37

Polda Metro Pulangkan 101 Orang yang Diamankan Saat May Day

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:30

China Minta PBB Tinjau Ulang Rencana Penarikan Pasukan UNIFIL dari Lebanon

Sabtu, 02 Mei 2026 | 12:21

Ratusan Demonstran Ditangkap dalam Aksi Hari Buruh di Turki

Sabtu, 02 Mei 2026 | 11:17

Komisi III DPR: Pemberantasan Narkoba Tak Boleh Kendor!

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:59

Yen Bergolak: Intervensi Jepang Paksa Dolar AS Rasakan Kerugian Mingguan Terburuk

Sabtu, 02 Mei 2026 | 10:41

Selengkapnya