Berita

Ketua KPK, Setyo Budiyanto/RMOL

Hukum

KPK Minta Anggaran Tambahan Rp1,34 Triliun

KAMIS, 10 JULI 2025 | 12:47 WIB | LAPORAN: FAISAL ARISTAMA

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,34 triliun untuk tahun anggaran 2026. 

Usulan itu disampaikan langsung oleh Ketua KPK, Setyo Budiyanto, dalam rapat kerja bersama Komisi III DPR, di Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, pada Kamis 10 Juli 2025. 

“Untuk menjalankan tugas dan kewenangan, kami mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,34 triliun,” ungkap Setyo. 


Setyo mengungkapkan, pagu indikatif yang diterima KPK untuk tahun 2026 dari Kementerian Keuangan hanya sebesar Rp878,04 miliar. Angka ini mengalami penurunan sebesar Rp359,4 miliar atau 29 persen dibandingkan dengan pagu anggaran tahun sebelumnya.

Alokasi pagu indikatif sebesar Rp878,04 Miliar oleh Kementerian Keuangan seluruhnya dialokasikan untuk program dukungan manajemen yang mencakup sebagian kebutuhan dasar seperti gaji dan tunjangan, serta operasional kantor.

“Sementara itu, anggaran penyelenggaraan tugas dan kewenangan KPK yang ada pada program pencegahan dan penindakan perkara korupsi belum mendapatkan alokasi anggaran atau Rp0," ujar Setyo. 

Menurutnya, alokasi anggaran yang minim tersebut berpotensi menghambat pelaksanaan tugas dan kewenangan KPK sebagaimana diamanatkan dalam UU 19/2019.

Oleh karena itu, KPK mengusulkan tambahan anggaran sebesar Rp1,34 triliun yang terdiri dari Rp491,3 miliar untuk menutupi kekurangan pada program dukungan manajemen dan Rp856,6 miliar untuk program pencegahan dan penindakan perkara korupsi.

“Jika dikelompokkan dalam kegiatan, maka akan kami gunakan untuk kegiatan prioritas nasional, kemudian pelaksanaan tugas KPK, dan inisiatif baru dan strategis untuk mendukung prioritas nasional,” demikian Setyo.

Populer

Polisi Gunakan Senjata Baru OTT, 21 Kepsek Diamankan

Senin, 21 September 2026 | 03:25

Djaka Budhi Diuntungkan Berkat Menkeu Baru Suahasil Nazara

Minggu, 20 September 2026 | 14:18

Syukur Mandar Dicopot, Gerakan Oposisi Tegaskan Organisasi Bukan Milik Pribadi

Minggu, 20 September 2026 | 18:58

Serahkan Bukti Dugaan Politik Uang Muktamar ke-35 NU, KPK NU Desak KPK Usut Nusron Wahid

Jumat, 25 September 2026 | 14:51

TNI Tegaskan Lahan Teuku Umar No. 2 Aset Negara

Jumat, 25 September 2026 | 22:39

Ahmad Dedi Dikabarkan Jadi Tersangka Baru Kasus Suap Bea Cukai

Senin, 21 September 2026 | 13:33

KPK Dalami Dugaan Aliran Rp3,5 Miliar ke Eks Ketum HIPMI

Minggu, 27 September 2026 | 11:44

UPDATE

2.241 ASN Resmi jadi Komcad Usai Latsarmil Gelombang Kedua Ditutup

Rabu, 30 September 2026 | 00:13

Sabar Tobing: AI Ubah Dunia Perpajakan, Talenta Digital Makin Dibutuhkan

Selasa, 29 September 2026 | 23:50

DPR Minta Pemerintah dan ASDP Tangani Kemacetan Horor Ketapang

Selasa, 29 September 2026 | 23:46

KPK Tegaskan Penyitaan Aset Silmy Karim Sah Usai Praperadilan Ditolak

Selasa, 29 September 2026 | 23:19

KPK Harus Transparan soal Kasus CSR BI-OJK yang Libatkan Dua Anggota DPR

Selasa, 29 September 2026 | 22:39

Kuasa Hukum Faizal Assegaf Apresiasi Polda Metro Periksa Jubir KPK

Selasa, 29 September 2026 | 22:32

Kantor PT Bela Parahiyangan Digeledah Buntut Dugaan Suap HGB ATR/BPN

Selasa, 29 September 2026 | 22:17

Apartemen Vinna Ledy yang Disita KPK Diduga Pemberian Pengusaha

Selasa, 29 September 2026 | 22:09

Membangun Ekosistem Keselamatan dan Perlindungan Korban

Selasa, 29 September 2026 | 22:08

Jokowi Masuk PSI Bisa Mengubah Konfigurasi Politik 2029

Selasa, 29 September 2026 | 22:04

Selengkapnya