Berita

Ilustrasi/Net

Nusantara

Pengerukan Sungai Digencarkan Antisipasi Banjir

RABU, 09 JULI 2025 | 08:16 WIB | LAPORAN: AHMAD ALFIAN

Berbagai upaya terus dilakukan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA), dalam menangani banjir yang terjadi di sejumlah titik.

“Sejak awal tahun kami memang telah menyiapkan strategi antisipasi banjir, baik melalui penguatan infrastruktur maupun kesiapsiagaan personel," ujar Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum, Rabu, 9 Juli 2025.

Dinas SDA mengoperasikan 602 unit pompa stasioner di 205 lokasi rawan genangan, serta menurunkan 573 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi.


"Pompa-pompa tersebut difungsikan untuk mempercepat pengaliran dari permukiman ke saluran air utama hingga ke laut,” katanya.

Untuk mendukung penanganan langsung di lapangan. Ika menjelaskan, telah menerjunkan 7.000 personel pasukan biru guna melakukan peningkatan kapasitas saluran serta pengoperasian pompa-pompa.

“Pasukan Biru adalah garda terdepan kami. Mereka bergerak cepat merespons laporan warga dan memastikan aliran air tetap lancar,” jelasnya.

Ika menambahkan, pihaknya juga telah melakukan pengerukan besar-besaran untuk mendukung daya tampung sungai dan waduk.  

Hingga 30 Juni 2025, volume pengerukan mencapai 388.484 meter kubik di 200 titik strategis, dengan titik terbanyak berada di Jakarta Timur 89 lokasi, disusul Jakarta Barat (41 titik), Jakarta Selatan (31 titik), Jakarta Utara (21 titik), dan Jakarta Pusat (18 titik).

“Pengerukan ini adalah langkah pencegahan jangka menengah yang terus kami lakukan secara simultan, agar kapasitas tampung sungai dan waduk tetap optimal,” tandasnya.

Populer

KPK Harus Jemput Paksa Bos Rokok HS M Suryo

Minggu, 05 April 2026 | 09:04

Seminar Petisi Ahli Diramaikan Pensiunan Jenderal hingga Akademisi Hukum

Selasa, 07 April 2026 | 05:19

4.661 PPPK di Pemkab Jepara Terancam PHK

Senin, 06 April 2026 | 05:31

KPK Panggil Boediono dalam Kasus Suap Pajak KPP Madya Jakarta Utara

Selasa, 07 April 2026 | 12:34

Bos Rokok HS dan Pengusaha Lain Diduga Beri Uang ke Pejabat Bea Cukai

Selasa, 07 April 2026 | 11:04

Bayang-Bayang LDII

Rabu, 08 April 2026 | 05:43

Giliran Sekda Kota Madiun Dipanggil KPK dalam Kasus Pemerasan Maidi

Senin, 13 April 2026 | 14:18

UPDATE

Naming Rights Halte untuk Parpol Dinilai Politisasi Ruang Publik

Rabu, 15 April 2026 | 12:19

Iran Taksir Kerugian Akibat Serangan AS-Israel Capai Rp4.300 Triliun

Rabu, 15 April 2026 | 12:13

Prima Sebut Wacana PDIP Gaji Guru Rp5 Juta Ekspektasi Semu

Rabu, 15 April 2026 | 12:12

Kasus Pelecehan di FHUI Jadi Ujian Integritas Kampus

Rabu, 15 April 2026 | 12:06

Temui Dubes UEA, Waka MPR Pacu Investasi dan Transisi Energi

Rabu, 15 April 2026 | 11:52

IPC TPK Sukses Kelola 850 Ribu TEUs di Awal 2026

Rabu, 15 April 2026 | 11:41

Diduga Dianiaya Senior, Anggota Samapta Polda Kepri Tewas

Rabu, 15 April 2026 | 11:34

Auditor BPKP Ungkap Kerugian Pengadaan Chromebook Terjadi Selama 3 Tahun

Rabu, 15 April 2026 | 11:32

Soal Kasus Bea Cukai, Faizal Assegaf Ungkap Kronologi Hubungan dengan Rizal

Rabu, 15 April 2026 | 11:21

Zelensky Sindir AS Kehilangan Fokus ke Ukraina Akibat Perang Iran

Rabu, 15 April 2026 | 11:03

Selengkapnya