Berita

Presiden Peru Dina Boluarte/Reuters

Dunia

Dicap Tuli Hati sampai Dilempar Telur, Presiden Peru Naikkan Gaji Sendiri hingga Rp160 Juta

JUMAT, 04 JULI 2025 | 18:35 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Presiden Peru, Dina Boluarte kembali menuai kecaman publik usai meneken dekrit menaikkan gajinya sendiri hingga 127 persen.

Gaji Dina Boluarte kini lebih dari 35.500 Soles atau setara 10 ribu Dolar AS (sekitar Rp160 juta) per bulan, naik dari sebelumnya 4.400 Dolar AS.

"Gaji Presiden Boluarte sebelumnya adalah yang terendah kedua di antara 12 negara Amerika Latin," kata Menteri Ekonomi Peru, Raúl Pérez Reyes dikutip dari BBC, Jumat, 4 Juli 2025.


Yang jadi heboh, gaji baru Boluarte kini hampir 35 kali lipat dari upah minimum nasional Peru yang hanya 1.025 Soles (sekitar Rp4,7 juta).

Langkah Boluarte kini langsung memicu gelombang kritik. Banyak warga Peru menyebut sebagai pemimpin tuli hati yang tak peka terhadap penderitaan rakyat.

Sentimen negatif publik kemudian dicurahkan dalam aksi penolakan di lapangan. Saat melakukan kunjungan ke Kota Arequipa baru-baru ini, mobil kepresidenan Boluarte dilempari batu dan telur oleh warga.

Boluarte bukan presiden yang dipilih lewat pemilu. Ia naik takhta pada Desember 2022 setelah Presiden Pedro Castillo dimakzulkan. Sebagai wakil presiden saat itu, Boluarte secara otomatis menggantikan posisi kepala negara.

Namun sejak awal masa jabatannya, Boluarte terus diterpa kontroversi. Beberapa investigasi bahkan tengah berlangsung, termasuk dugaan gratifikasi, hingga lalai dengan menyerahkan wewenang kepada presiden sementara saat ia menjalani operasi plastik hidung.

Populer

Jumlah Personel TNI Tidak Masuk Akal

Sabtu, 30 Mei 2026 | 03:36

Penutupan Alfamart dan Indomaret Jangan Salahkan KDKMP

Kamis, 28 Mei 2026 | 06:00

Ketika Jenderal Memimpin yang Bukan Bidangnya

Kamis, 04 Juni 2026 | 00:15

Tiga Pensiunan Jenderal Nyungsep Gegara Tersandung Kasus

Jumat, 05 Juni 2026 | 03:16

KPK Dikabarkan OTT Pejabat Imigrasi Jakarta Barat, Diduga Terkait TKA

Rabu, 03 Juni 2026 | 07:33

Rita Widyasari: Dari Suap, Gratifikasi dan TPPU hingga Korporasi Tambang

Rabu, 03 Juni 2026 | 17:07

Ketika Pencalonan Ryamizard Ryacudu sebagai Panglima TNI Dianulir SBY

Selasa, 02 Juni 2026 | 03:18

UPDATE

Manusia Nusantara dan Karakteristiknya

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:59

Diduga Terlibat Korupsi, Wali Kota Pematangsiantar Dilaporkan ke KPK

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:40

Telkom Bidik Peluang AI di Berbagai Sektor Industri Lewat Alcosystem

Sabtu, 06 Juni 2026 | 03:20

Bahlil: Bagi Golkar, Kosgoro ‘Seng Ada Lawan’

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:57

Film Pesta Babi Dianggap jadi Instrumen Kampanye Disintegrasi Papua

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:33

Banyak Orang Cemas dengan Ekonomi Indonesia, Chatib Basri jadi Solusi

Sabtu, 06 Juni 2026 | 02:15

Membongkar Jaringan Korupsi Terstruktur Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:55

Penangkapan 320 WNA Jaringan Judol jadi Kado Manis Hari Bhayangkara

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:30

Kasus Silmy Karim Harus jadi Momentum Reformasi Total Keimigrasian

Sabtu, 06 Juni 2026 | 01:10

Purbaya Bantah Isu Mundur dari Menkeu: Saya Lebih Suka Maju!

Sabtu, 06 Juni 2026 | 00:53

Selengkapnya