Berita

Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo/RMOL

Politik

Hashim Optimis Target Pertumbuhan Ekonomi 8 Persen Bisa Dicapai Tahun Depan

SENIN, 30 JUNI 2025 | 20:17 WIB | LAPORAN: ALIFIA DWI RAMANDHITA

Target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang dicanangkan Presiden Prabowo Subianto diyakini akan bisa dicapai mulai tahun depan.

Hal tersebut dikatakan Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi, Hashim Djojohadikusumo, dalam peluncuran lembaga think tank Prasasti Center for Policy Studies pada Senin 30 Juni 2025.

"Saya sangat-sangat amat optimis bahwa target itu (pertumbuhan ekonomi 8 persen) akan kita capai. Bukan tahun ini, tapi saya kira mulai tahun depan dan tahun berikutnya," ungkap Hashim.


Adik Prabowo sekaligus Board of Advisors Prasasti itu meyakini, target pertumbuhan ekonomi 8 persen dapat tercapai seiring dengan berjalannya program-program prioritas pemerintah saat ini, seperti makan bergizi gratis (MBG), pembangunan perumahan untuk rakyat hingga hilirisasi.

"Kenapa saya optimis? Karena program-program (seperti) makan bergizi gratis, perumahan, harga gabah, dan saya belum sebut hilirisasi dan lain-lain, itu adalah sangat-sangat akan berdampak positif," jelasnya.

Tidak hanya itu ia meyakini pertumbuhan ekonomi Indonesia dapat dikatakan stabil meski dihadapkan dengan situasi geopolitik yang semakin tidak stabil. 

Menurutnya kebijakan politik luar negeri yang bebas aktif membuat para investor global memiliki minat tersendiri untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

Dalam kesempatan tersebut, Hashim mengaku mendapat laporan dari perwakilan pemerintah dan pengusaha yang hadir dalam St. Petersburg International Economic Forum di Russia pada 18-21 Juni 2025 lalu. Menurutnya, banyak investor yang tertarik dengan Indonesia.

"Investor dari Rusia disambut dengan baik, investor dari Ukraina pasti akan disambut dengan baik, investor dari China juga disambut baik dan investor dari Amerika dan Eropa Barat juga disambut dengan baik. Semua welcome disini dan ini memberikan suatu dampak yang sangat positif untuk masa depan bangsa Indonesia," tutur Hashim.

Populer

Malaysia Jadi Negara Pertama yang Keluar dari Perjanjian Dagang AS

Selasa, 17 Maret 2026 | 12:18

Anggaran Pendidikan Diperebutkan, Sistemnya Tak Pernah Dibereskan

Sabtu, 14 Maret 2026 | 07:48

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Pemudik Sebaiknya Perhatikan Enam Pesan Ini

Minggu, 15 Maret 2026 | 03:11

Polisi Diminta Profesional Tangani Kasus VCS Bupati Lima Puluh Kota

Jumat, 20 Maret 2026 | 00:50

Rismon Dituding Bohong soal Ijazah Jokowi

Minggu, 15 Maret 2026 | 05:04

UPDATE

H+3 Lebaran Emas Antam Stagnan, Buyback Merosot Rp80 Ribu

Selasa, 24 Maret 2026 | 10:01

NTT Butuh Alat Berat dan Logistik Mendesak Pasca Banjir dan Longsor

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:47

Rahasia AC Mobil Tetap Beku di Tengah Kemacetan Arus Balik Lebaran 2026

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:40

Prabowo Telepon Presiden Palestina, Tegaskan Solidaritas dari Indonesia

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:34

Harga Minyak Anjlok 11 Persen

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:22

Menanti Pembukaan Bursa Usai Libur Lebaran: Peluang dan Risiko di Pasar Saham RI

Selasa, 24 Maret 2026 | 09:01

Saham-saham Asia Terbang Usai Keputusan Trump

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:44

Iran: Tidak Ada Negosiasi dengan AS, Itu Berita Bohong untuk Manipulasi Pasar

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:33

Pasar Saham AS Melonjak Setelah Trump Tunda Serangan ke Iran

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:18

Leonid Radvinsky Wafat: Jejak Sang Raja Platform OnlyFans yang Fenomenal

Selasa, 24 Maret 2026 | 08:07

Selengkapnya