Berita

Pertemuan IKAL Strategic Center (ISC) dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) di Sekretariat ISC, Jakarta pada Rabu, 25 Juni 2025/Ist

Bisnis

ISC dan KADIN Berkolaborasi Dorong Kebijakan Ekonomi Konstruktif

KAMIS, 26 JUNI 2025 | 05:56 WIB | LAPORAN: ADITYO NUGROHO

Kebijakan yang responsif, inklusif, dan berbasis data menjadi semakin penting dalam dinamika pembangunan ekonomi nasional.

Untuk menjawab tantangan tersebut, IKAL Strategic Center (ISC) menjalin penjajakan kerja sama strategis dengan Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) sebagai lembaga payung dunia usaha nasional dalam suasana dialog konstruktif di Sekretariat ISC, Jakarta pada Rabu, 25 Juni 2025.

Kolaborasi ini bertujuan menyatukan kekuatan antara kapasitas riset dan kajian mendalam yang dimiliki ISC, dengan pengalaman empiris dan jaringan luas pelaku usaha yang dimiliki KADIN. 


Penjajakan kerja sama ini menjadi langkah awal dalam menciptakan ekosistem kebijakan ekonomi yang lebih terukur, tajam, dan berdampak luas terhadap masyarakat dan negara.

Dalam kesempatan itu, DR. (HC) Capt. Marcellus Hakeng Jayawibawa, menegaskan bahwa ISC selama ini telah memiliki agenda kajian yang intensif dan konsisten, berorientasi pada pemecahan masalah-masalah kebangsaan secara holistik. 

“Kami percaya bahwa dalam menghadapi tantangan nasional, terutama di bidang ekonomi, dibutuhkan pendekatan berbasis pemikiran strategis dan kebijakan yang evidence-based. Bersama KADIN, kami ingin memastikan bahwa hasil kajian kami menjadi bagian dari solusi kebijakan ekonomi yang konstruktif dan berkelanjutan,” ujar Capt. Hakeng.

Lanjut dia, kolaborasi dengan KADIN akan memperluas jangkauan dan efektivitas hasil kajian ISC. Sebab selama ini ISC telah menghasilkan berbagai kajian yang relevan. 

“ISC memiliki reputasi sebagai lembaga kajian yang tak hanya fokus pada teori dan wacana, melainkan juga terlibat aktif dalam advokasi kebijakan dan dialog kebangsaan, termasuk di bidang pertahanan, geopolitik, dan ekonomi,” jelasnya.

Hal senada juga disampaikan Wakil Ketua Bidang Ekonomi ISC, Ending Fadjar. Menurut dia, kolaborasi ini merupakan bentuk inovasi model kemitraan antara lembaga riset dan dunia usaha, yang selama ini belum banyak digarap secara sistematis di Indonesia. 

“Kita perlu mempertemukan dunia ide dengan dunia praktik. ISC memiliki kekuatan pada analisis dan pemikiran strategis, sementara KADIN punya akses dan pemahaman langsung terhadap dinamika ekonomi riil di lapangan. Ini adalah kombinasi yang ideal,” ujar Ending Fadjar. 

Ketua Komite Tetap Perhubungan KADIN, Dr. Yuni Indriani Widjaja, menyatakan optimismenya terhadap manfaat yang dapat dihasilkan melalui kolaborasi dengan ISC. 

“Kita butuh pendekatan baru dalam merumuskan kebijakan ekonomi. Kerja sama dengan ISC akan memperkuat basis analisis kebijakan KADIN, dan hasilnya bisa langsung disampaikan kepada pemerintah sebagai masukan konkret,” ujar Dr. Yuni, yang dalam pertemuan ini turut didampingi seorang tokoh senior di lingkungan KADIN, Suprayogi Soepa’at.

Lebih lanjut, ia menekankan bahwa tantangan ekonomi nasional ke depan memerlukan kebijakan yang tidak hanya reaktif, tetapi juga proaktif dan berbasis data. 

Dalam situasi global yang penuh ketidakpastian, seperti fluktuasi geopolitik, perubahan iklim, hingga disrupsi teknologi, dunia usaha memerlukan kompas kebijakan yang mampu memberikan arah jelas dan strategi adaptif. Kehadiran ISC, yang dikenal dengan reputasinya sebagai lembaga pemikir strategis, dinilai dapat mengisi kebutuhan tersebut.

Pertemuan ini juga dihadiri oleh jajaran pengurus ISC lainnya yang memiliki latar belakang dan kapasitas mumpuni di bidang masing-masing. Hadir di antaranya Wakil Sekretaris ISC, Dr. Dra. Nieta Hidayani; Anggota Bidang Politik ISC, Dr. Drs. Abdur Rahman Sabara serta Irjen. Pol. (Purn) Drs. Bekto Suprapto.

Populer

Cara Cek BLT Kesra Oktober 2026 Rp900.000, Lewat Cek Bansos Kemensos

Minggu, 25 Oktober 2026 | 17:52

KPK Dalami Keterlibatan Bobby Nasution dalam Kasus Korupsi Proyek Jalan Sumut

Jumat, 23 Oktober 2026 | 09:19

Transjabodetabek Blok M-Bandung Jadi Cara Pramono Sindir KDM

Sabtu, 24 Oktober 2026 | 23:44

Menteri Warisan Jokowi akan Bersih dari Kabinet Prabowo pada 2027

Jumat, 30 Oktober 2026 | 23:29

Syarat Penerima BSU 2026 Resmi dari Kemnaker, Cek Kriterianya

Jumat, 30 Oktober 2026 | 16:29

Pencopotan Agus Suparmanto dan Taj Yasin Bukan Keinginan Ketum PPP

Kamis, 29 Oktober 2026 | 11:16

Peringatan Yusril soal Pencalonan Gibran Problematik Kini Terbukti

Minggu, 01 November 2026 | 12:02

UPDATE

Bursa Asia Awali November di Zona Merah

Senin, 02 November 2026 | 08:21

Laba Samindo Resources Melonjak 53 Persen, Efisiensi Biaya Jadi Penopang

Senin, 02 November 2026 | 07:55

Jet Pribadi Jatuh dan Meledak Dekat Permukiman, Sembilan Orang Tewas

Senin, 02 November 2026 | 07:40

Dituding Manipulasi Suara, Ketua KPU India Didesak Mundur

Senin, 02 November 2026 | 07:20

OJK: Tak Ada Dua Sanksi untuk Satu Pelanggaran di Pasar Modal

Senin, 02 November 2026 | 07:06

Polda Metro Tak Cukup Minta Maaf soal “Mahasewa Bayaran”

Senin, 02 November 2026 | 06:40

Kelurahan Berperan Besar Menuju Jakarta Kota Global

Senin, 02 November 2026 | 06:36

Potensi Pasar Asuransi Syariah RI Masih Besar

Senin, 02 November 2026 | 06:00

PPP NTB Protes Mardiono Asal Pecat Pengurus

Senin, 02 November 2026 | 05:39

Ketika Syarat Konstitusional Wapres Dipersoalkan

Senin, 02 November 2026 | 05:26

Selengkapnya