Berita

Ilustrasi/Net

Politik

Pimpinan Komisi I DPR Minta Indonesia jadi Penyeimbang dalam Konflik Iran-Israel

SENIN, 23 JUNI 2025 | 12:53 WIB | LAPORAN: RAIZA ANDINI

Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono meminta pemerintah Indonesia aktif dalam menyuarakan perdamaian dunia dan menjadi penyeimbang pada pertarungan antara Iran dan Israel yang diintervensi Amerika Serikat.

Dave menuturkan, posisi Indonesia sebagai negara nonblok militer, harus dapat menjadi penengah dan menyampaikan bahwa perang bukanlah solusi untuk jalan menuju perdamaian.

"Dunia tidak memerlukan konflik baru, apalagi perang global. Indonesia harus tampil sebagai kekuatan moral dan penyeimbang dalam dinamika internasional yang semakin kompleks," kata Dave Laksono kepada wartawan, Senin, 23 Juni 2025.


Selain itu, Dave Laksono juga menyoroti tentang kesigapan pemerintah dalam mengevakuasi WNI di Teheran dan Tel Aviv dan meminta agar proses evakuasi menjadi hal yang utama.

"Perlindungan terhadap WNI di wilayah konflik juga harus menjadi prioritas pemerintah, termasuk kesiapan evakuasi dalam skenario darurat," ucap Dave.

Ia meyakini, pemerintah akan mengambil langkah strategis dalam konflik Iran vs Israel ini dan tetap melakukan koordinasi dengan negara-negara nonblok di forum dunia.

"Saya percaya Pemerintah saat ini memantau situasi dengan cermat dan akan mengambil langkah strategis, termasuk pernyataan resmi penghentian kekerasan serta penguatan koordinasi dengan negara-negara nonblok untuk menekan eskalasi lebih lanjut," ujarnya.

Ia meminta seluruh negara-negara agar tidak bereaksi atas intervensi Amerika Serikat dalam konflik Iran dan Israel.

"Seluruh pihak harus didorong untuk menahan diri dan kembali ke meja perundingan," demikian Dave Laksono.

Populer

Dicurigai Ada Peran Mossad di Balik Pengalihan Tahanan Yaqut

Senin, 23 Maret 2026 | 01:38

Kehadiran Anies di Cikeas Jadi Masalah Serius

Jumat, 27 Maret 2026 | 02:08

SBY Menolak Silaturahmi Lebaran Anies?

Jumat, 27 Maret 2026 | 03:43

Mengapa Kapal Pertamina Tidak Bisa Lewat Selat Hormuz?

Sabtu, 28 Maret 2026 | 02:59

TNI Tegas dalam Kasus Andrie Yunus, Beda dengan Polri

Sabtu, 21 Maret 2026 | 05:03

Nasib Hendrik, SPPG Ditutup, 150 Karyawan Diberhentikan

Jumat, 27 Maret 2026 | 06:07

Pertemuan Megawati-Prabowo Menjungkirbalikkan Banyak Prediksi

Sabtu, 21 Maret 2026 | 04:12

UPDATE

Gugurnya Prajurit Jadi Panggilan Indonesia Tak Lagi Jadi Pemain Cadangan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:20

Aktivis KontraS Ungkap Kondisi Terkini Andrie Yunus di RSCM

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:19

Trump Ngotot akan Tetap Hancurkan Listrik dan Semua Pabrik di Iran

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:17

KPK Kembangkan Kasus Suap Importasi

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:09

Pertamina Bantah Kabar Harga Pertamax Tembus Rp17 Ribu per Liter

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:02

Siang Ini Jakarta Diprediksi Kembali Hujan Ringan

Selasa, 31 Maret 2026 | 12:00

Tiga Prajurit RI Gugur di Lebanon, Menlu Desak DK PBB Rapat Darurat

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:45

Transparansi Terancam: 37 Ribu Pejabat Belum Serahkan LHKPN

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:40

Kasus Penyiraman Air Keras Aktivis KontraS Dilimpahkan ke Puspom TNI

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:27

Gibran Didorong Segera Berkantor di IKN Agar Tak Mubazir

Selasa, 31 Maret 2026 | 11:18

Selengkapnya